Kurir menyiapkan paket untuk diantar di salah satu gerai logistik di Depok, Jawa Barat, Selasa (7/1/2025). (Sumber foto: JIBI/Hypeabis.id/Himawan L Nugraha)

Indonesia Peringkat 2 Dunia untuk Belanja Online, Promo Jadi Magnet Utama

17 September 2025   |   21:27 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pasar e-commerce paling dinamis di dunia. Membuntuti China, Indonesia resmi menempati peringkat kedua dari 55 pasar global dalam hal preferensi belanja online dibandingkan toko fisik.

Posisi ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik e-commerce di Tanah Air. Di sisi lain, ini juga menandai perubahan besar dalam perilaku belanja masyarakat Indonesia dalam skala besar. Meski begitu, perkembangan ini diiringi dengan makin kritisnya konsumen dalam menentukan pilihan.

Survei terbaru YouGov bertajuk Ecommerce Trend Indonesia mengungkapkan, konsumen Indonesia kini lebih fokus pada value for money ketika berbelanja online. Mereka menimbang keterjangkauan harga, ongkos kirim, kualitas layanan, hingga kelengkapan promo yang ditawarkan.

Baca juga: Survei: Konsumen Makin Selektif dan Sensitif Harga dalam Berbelanja

Salah satu temuan utama survei adalah 2 dari 3 konsumen menyebut ongkos kirim yang tinggi serta waktu pengiriman yang lama sebagai kekhawatiran terbesar. Tidak heran, sebanyak 79% konsumen online selalu mencari promo dengan gratis ongkir menjadi insentif paling dicari sekaligus jawaban atas persoalan biaya kirim.

Menurut General Manager YouGov Indonesia & India Edward Hutasoit, perubahan preferensi ini berjalan seiring dengan laju pertumbuhan industri.

“Konsumen kini lebih cerdas, lebih selektif, dan menuntut value for money yang lebih besar, kecepatan pengiriman, serta personalisasi yang lebih baik. Platform dan penjual harus cepat beradaptasi untuk memenuhi ekspektasi ini,” ujar Edward.

Alasan mengapa masyarakat Indonesia lebih memilih belanja online juga cukup beragam. Harga yang lebih murah menjadi faktor utama (68%), disusul pilihan produk lebih banyak (57%), promo dan diskon (48%), kemudahan dan kenyamanan (47%), serta layanan pengiriman (46%). Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mencari produk. Tampak dari berbagai alasan tersebut, konsumen juga mencari pengalaman belanja yang efisien bagi mereka.

Selain itu, konsumen Indonesia juga makin responsif terhadap iklan yang dipersonalisasi. Perubahan ini memengaruhi preferensi belanja mereka untuk sejumlah kategori produk. Dalam 4 tahun terakhir, misalnya, kategori pakaian dan sepatu naik sebesar 18%, sedangkan kategori musik, video, dan buku meningkat 15%. 

Dalam proses menemukan produk, tak dipungkiri bahwa marketplace masih menjadi kanal utama. Namun, pilihan kanal kedua berbeda antara lintas generasi. Generasi Z lebih percaya pada sosok influencer, sementara Millennials mengandalkan ulasan produk. Generasi lebih tua seperti Gen X cenderung mengikuti rekomendasi keluarga atau teman dalam mencari preferensi produk.

Edward menilai temuan-temuan ini bisa menjadi arah bagi industri dalam berbenah dan berinovasi memperbaiki produk. “Seiring konsumen Indonesia makin nyaman berbelanja online, brand dan platform harus terus berevolusi,” tambah Edward.

Adapun survei YouGov Ecommerce Trend Indonesia ini menggunakan data dari YouGov Profiles dan YouGov BrandIndex yang mencakup lebih dari 5.000 konsumen online Indonesia serta ratusan ribu responden global. Survei didukung dengan cakupan lebih dari 55 pasar, sehingga memberi gambaran yang sesuai tentang tren e-commerce yang tengah berkembang dan memungkinkan perbandingan lintas negara.

 

SEBELUMNYA

Mendedah Masalah Demokrasi & Alternatifnya dalam Buku Apa Rakyat Bisa Salah?

BERIKUTNYA

Wasiat Giorgio Armani Buka Jalan Penjualan Empire Mode ke Tiga Raksasa Global

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga