Founder, Chaiman sekaligus CEO Pop Mart Wang Ning. (Sumber gambar: Pop Mart)

Kekayaan CEO Pop Mart Wang Ning, Jadi Miliarder Muda China Gegara Labubu

12 September 2025   |   21:17 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Founder, Chaiman sekaligus CEO Pop Mart Wang Ning mencetak sejarah menjadi orang terkaya ke-10 di China sekaligus menjadi yang termuda dalam daftar tersebut. Pria berusia 38 tahun itu meraih kekayaan fantastis berkat boneka Labubu buatan perusahaannya yang menjadi fenomena global.

Menurut laporan Forbes per 12 September 2025, total kekayaan Wang Ning mencapai US$23,1 miliar yang sebagian besar berasal dari kepemilikan saham perusahaannya. Angka tersebut melesat jauh dalam waktu yang terbilang singkat yakni dua tahun, dari US$1,6 miliar pada 2023 lalu.

Baca juga: Labubu dan Fenomena Bag Charm, Ketika Gantungan Tas Jadi Simbol Gaya Baru

Perolehan itu menjadikan Wang pada Juni 2025 tak hanya masuk dalam 10 besar orang terkaya di China, tetapi juga menempati posisi ke-98 sebagai orang terkaya di dunia. Dalam satu hari perdagangan pada Agustus tahun ini saja, kekayaannya melonjak sebesar US$2,9 miliar seiring dengan lonjakan saham Pop Mart. Peningkatan ini menjadi yang terbesar dalam satu hari di antara para miliarder global. 

Saham Pop Mart yang tercatat di Hong Kong dilaporkan telah melonjak lebih dari 250 persen pada 2025, menjadikan perusahaan tersebut memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$56 miliar. Capaian tersebut jauh lebih tinggi dari perusahaan mainan lainnya seperti Mattel dengan US$6 miliar, Hasbro (US$11 miliar), serta bernilai sekitar setengah dari Nintendo Jepang, perusahaan mainan paling terkenal di dunia.

Sementara itu, awal Agustus 2025, Wang Ning memproyeksikan Pop Mart bisa dengan mudah menghasilkan penjualan sebesar 30 miliar Yuan pada tahun ini. Pada paruh pertama 2025, perusahaan melaporkan peningkatan penjualan sebesar 204,4 persen year-on-year menjadi 13,9 miliar yuan.

Perolehan itu membuat laba yang diatribusikan kepada pemegang saham melonjak 397 persen menjadi 4,6 miliar Yuan dibandingkan tahun 2024. Pop Mart menyebut Amerika termasuk AS, sebagai kawasan dengan pertumbuhan tercepat berkat penjualan melonjak lebih dari 1.000 persen year-on-year menjadi 2,3 miliar Yuan pada semester pertama tahun ini.

"Jarang sekali sebuah IP [kekayaan intelektual] komik/mainan mampu menembus batas budaya dan diterima baik oleh budaya Asia maupun bintang pop dan bintang olahraga arus utama Barat," tulis Analis Deutsche Bank, Jessie Xu, dalam sebuah catatan riset pada Juni 2025.
 

Sumber Kekayaan Wang Ning

Melansir dari Lifestyle Asia Hong Kong, seluruh kekayaan Wang Ning dilaporkan berasal dari perusahaan mainannya yang sangat sukses yakni Pop Mart International Group. Perusahaan ini berkantor pusat di Beijing, China, dan sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Hong Kong. Menurut laporan pasar saham Nasdaq, Wang Ning memegang 48,73 persen saham di Pop Mart.

Pop Mart dikenal sebagai perusahaan mainan yang menjual beragam pilihan boneka dengan kreasi artistik yang unik, seperti CryBaby, Dimoo, Skullpanda, Hirono, Nyota hingga Labubu, yang sebagian besar diciptakan oleh seniman Asia seperti China, Hong Kong, dan Thailand.

Setiap mainan hadir dalam beberapa variasi unik, termasuk perbedaan warna rambut, gaya, kostum, dan penampilan keseluruhan. Boneka-boneka tersebut bisa berupa apa saja, mulai dari boneka mewah hingga gantungan kunci, dan dalam berbagai ukuran.

Selain itu, wajah boneka yang dijual biasanya memiliki tampilan yang khas. Misalnya, Hirono selalu memasang ekspresi marah di wajahnya, sementara Nyota adalah seorang gadis bermata lebar yang digambarkan sebagai sosok tertutup.

Di samping menjual produk mainan dengan artistik yang unik, Pop Mart juga sukses menerapkan strategi pemasaran dengan konsep blind box, membuat banyak orang berlomba-lomba membeli produk-produk tersebut untuk mengoleksi seluruh seri dari tiap mainan. Banyaknya netizen yang membuat video unboxing dan haul dari produk-produk mainan tersebut secara tidak langsung turut membuat banyak orang tertarik membelinya.
 


Namun, nama Pop Mart mendadak menjadi perbincangan setelah menjual boneka Labubu yang menjadi bagian dari koleksi mainan yang dikenal sebagai The Monsters. Koleksi boneka yang diciptakan oleh desainer kelahiran Hong Kong dan berbasis di Belgia, Kasing Lung, itu sebenarnya telah diciptakan pada 2015, namun Pop Mart baru menjualnya pada 2023.

Labubu menampilkan bentuk boneka tampak seperti peri dari hutan Nordik dengan senyum seringai yang memperlihatkan gigi-giginya yang bergerigi. Boneka ini semakin populer secara global setelah Lisa BLACKPINK mengunggah sebuah Insta Story pada April 2024 yang tampak sedang memeluk boneka Labubu raksasa dan menggunakan gantungan Labubu di tasnya.

Sejak itu, Labubu pun diburu dan dimiliki oleh sejumlah selebritas dunia seperti Rihanna, Madonna, Kim Kardashian, Dua Lipa dan David Beckham. Ketenaran Labubu membuat kekayaan Wang Ning terus meroket. Pada Juli 2025, dia berhasil masuk dalam 10 besar orang terkaya di China bersanding dengan nama-nama miliarder lainnya, seperti Zhang Yiming, salah satu pendiri ByteDance, Jack Ma, pendiri Alibaba, serta Wang Chuanfu, pendiri sekaligus CEO BYD.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Riset Unik Penulis Naskah Sebelum Menggarap Ratu Ratu Queens: The Series

BERIKUTNYA

Look What You Done Antarkan TAF Jadi Juara Electronic Music Producer Contest 2024

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga