Still photo Ratu Ratu Queens: The Series (Sumber gambar: Netflix Indonesia)

Riset Unik Penulis Naskah Sebelum Menggarap Ratu Ratu Queens: The Series

12 September 2025   |   20:56 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Setelah penantian panjang, Netflix Indonesia akhirnya merilis spin off dari film Ali & Ratu-Ratu Queens pada hari ini, Jumat (12/9/2025). Serial yang berjudul Ratu Ratu Queens: The Series ini diposisikan sebagai prekuel dengan mengambil latar delapan tahun sebelum kisah dalam versi filmnya.

Berbeda dengan filmnya yang lebih menyorot perjalanan Ali mencari ibunya, versi serial ini justru lebih mengulas kehidupan para Ratu Ratu Queens. Mereka adalah Biyah (Asri Welas), Ance (Tika Panggabean), Party (Nirina Zubir), dan Chinta (Happy Salma).

Baca juga: 5 Film & Serial Indonesia Tayang September 2025 di Netflix, Ada Ratu Ratu Queens

Keempat perempuan ini merupakan imigran asal Indonesia yang tengah mengadu nasib di New York, Amerika Serikat. Di versi film, mereka tinggal di satu atap yang sama demi bisa bertahan hidup. Di versi serial ini, akan dijelaskan bagaimana pertemuan mereka hingga bisa tinggal di rumah yang sama, meski bukan satu keluarga.

Produksi serial ini kembali digarap oleh Netflix Indonesia bersama Palari Films. Muhammad Zaidy dipercaya sebagai showrunner, sementara kursi sutradara diisi oleh Lucky Kuswandi dan penulisan naskahnya dikerjakan oleh Andri Cung.

Penulis naskah Andri Cung mengatakan bisa terlibat di dalam produksi ini untuk menulis skenarionya merupakan hal yang sangat menyenangkan. Sebab, dirinya termasuk orang yang menggemari cerita dari Ratu-Ratu Queens tersebut di film pertamanya.

Menurut Andri, meskipun keempat tokoh perempuan ini hanya muncul sebentar di film, mereka tetap memberi kesan yang kuat. Dia merasa banyak penonton juga merasakan hal yang sama.

"Tantangan pertama ketika menulis skenario ini ialah bagaimana melebarkan cerita yang ada di film pertama menjadi lebih luas. Namun, harus tetap setia dengan pengkarakteran yang sudah muncul di dalam filmnya," ungkap Andri Cung.

Oleh karena itu, Andri mencoba menerapkan hukum sebab-akibat di dalam proses menggali empat karakter diaspora tersebut. Dia membayangkan karakter mereka di film adalah hasil dari sebab-sebab yang mungkin belum penonton ketahui sebelumnya.

Misalnya, karakter Chinta yang di versi lebih namaste dan kalem, di serial ini dia belum menunjukkan hal tersebut. Karakter ini digambarkan masih diterpa berbagai masalah hingga kemudian perjalanan hidupnya mengantarkannya menjadi sosok yang lebih tenang di kemudian hari. Begitu pun dengan karakter lainnya.

Untuk memperkaya cerita, dirinya juga menghadirkan beberapa tokoh tambahan. Karakter baru ini akan memperkuat dinamika penceritaan, sekaligus jembatan sebelum akhirnya para diaspora ini bisa bersatu di dalam satu rumah yang sama.

Menurut Andri, salah satu tantangan besar dalam menulis serial ini adalah karena dirinya belum pernah menginjakkan kaki di New York. Padahal, kota itu menjadi latar utama cerita. 

Dia pun menyiasati hal tersebut dengan cara unik. Sebagai bagian dari riset awal, dirinya banyak mengandalkan gambar-gambar di Google Maps sebagai panduan visual. Namun, dirinya juga menyadari bahwa cara tersebut punya keterbatasan.

Imajinasi yang dibangun lewat gambar digital tidak bisa sepenuhnya menggantikan pengalaman nyata berada di lokasi. Detail suasana, interaksi sosial, hingga dinamika kehidupan diaspora di sana sulit tergambar hanya dari peta dan foto.

Kesempatan kemudian datang ketika produser memfasilitasinya untuk berangkat langsung ke New York. Andri tidak hanya melihat lokasi secara langsung, tetapi juga bisa bertemu diaspora Indonesia, mendengar cerita mereka, dan merasakan atmosfer kota secara nyata.

"Riset-riset langsung ini sangat membantu aku menghidupkan bayangan akan ceritanya sih," imbuhnya.
 

Ratu Ratu Queens menampilkan kisah persahabatan empat perempuan Indonesia yang berjuang membangun hidup di negeri orang. Ceritanya dikemas dengan ringan, hangat, dan relatable, sehingga bukan hanya menghibur tetapi juga menyentuh lewat perjuangan dalam bertahan hidup, menemukan cinta, hingga menemukan jati diri mereka sendiri.

Dari cuplikan trailer, penonton akan diperlihatkan awal pertemuan para tokoh serta potongan perjuangan mereka sebagai imigran. Setiap karakter memiliki tantangan masing-masing yang membuat cerita semakin berwarna dan penuh dinamika.

Setiap tokoh memiliki cerita unik yang saling melengkapi. Party, misalnya, harus mencari cara agar tetap bisa tinggal di apartemennya sambil berusaha naik pangkat meski berstatus pekerja ilegal. Ance berjuang sebagai orang tua tunggal dengan anak yang mulai beranjak remaja. 

Sementara itu, Chinta harus menghadapi pahitnya perceraian dan Biyah rela melakukan pekerjaan apa pun, bahkan memakai kostum hot dog atau patung Liberty, demi bertahan hidup. Serial ini sudah bisa disaksikan di Netflix mulai 12 September 2025.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

SEBELUMNYA

‘Nasi Bungkus’ Budi Ubrux di Art & Bali 2025, Kritik Ketimpangan dari Simbol Sehari-hari

BERIKUTNYA

Kekayaan CEO Pop Mart Wang Ning, Jadi Miliarder Muda China Gegara Labubu

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga