Suasana Art & Bali di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali (Sumber foto: Hypeabi.id/Dika Irawan)

Art & Bali 2025 Dibuka, 17 Galeri dari Lima Negara Hadir di Nuanu Creative City

12 September 2025   |   16:45 WIB
Image
Dika Irawan Asisten Konten Manajer Hypeabis.id

Ajang Art & Bali 2025 resmi dibuka pada Jumat (12/9/2025) di Nuanu Creative City, Tabanan. Ajang yang berlangsung hingga 14 September ini menghadirkan 17 galeri seni dari lima negara dengan tema Bridging the Dichotomy, menjembatani tradisi dan modernitas, lokal dan global, seni dan teknologi.

Galeri yang berpartisipasi mencakup nama-nama dari dalam dan luar negeri, antara lain Santrian Art Gallery, N-CAS ISI Bali, Wawarontu Gallery, Spacecraft Gallery, Superlative, Asia Pacific Print Club, Bagia Art Space, Lucy Dream Art, Art Agenda, LAKU Art Space, Feb Gallery Tokyo, RUANG //, KOTAK Art Collective, Umah Seni Shibumi, Purga Art Space, Dalam Seniman Gallery, hingga CONNECT Art.

Direktur Art & Bali Kelsang Dolma, mengatakan ajang ini dirancang sebagai ruang pertemuan lintas pengalaman, tempat, dan pelaku seni. “Art Bali adalah sesuatu yang ingin dirayakan, karena seni menyediakan ruang untuk semua orang. Tahun ini kami mengusung tema Bridging the Dichotomy untuk menjembatani lama dan baru, tradisi dan modernitas, lokal dan global, seni dan teknologi,” ujar Dolma dalam jumpa pers di Nuanu Creative City, Bali, Jumat (12/9/2025). 

Dia menegaskan, masa depan seni bukan sekadar memprediksi arah, melainkan kembali ke akar sambil membuka ruang inovasi, termasuk kolaborasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dia juga menyoroti pentingnya peran galeri dan kolektif sebagai jembatan antara seniman dan publik. 

Baca juga: Art & Bali 2025 Siap Hadirkan Seni Media Baru di Nuanu Creative City 
 

(Sumber foto: Hypeabis.id/Dika Irawan)

(Sumber foto: Hypeabis.id/Dika Irawan)

“Seniman diciptakan untuk berkarya, dan jembatan itu dibangun melalui kolektor, yayasan, serta galeri. Karena itu kami menempatkan kolaborasi sebagai fokus utama,” imbuhnya.

Sejak Februari, tim Art & Bali telah memulai proses ideasi. Pada April, kurasi peserta dilakukan dan akhirnya dipilih 17 partisipan galeri dari Indonesia, Singapura, Korea, Jepang, dan Spanyol. Mereka merepresentasikan posisi Bali sebagai titik temu komunitas seni internasional.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menegaskan kembali pentingnya seni sebagai bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan dan menyatukan masyarakat global. Dalam konferensi pers pembukaan Art & Bali 2025, dia menyebut bahwa seni memiliki kekuatan untuk menginspirasi sekaligus menciptakan ruang dialog lintas budaya.

“Seni adalah salah satu hal yang paling kami cintai, bukan hanya oleh saya pribadi, tetapi juga oleh tim, talenta, departemen, bahkan para investor kami. Seni memiliki kekuatan yang menggerakkan,” ujar Kroll. 

Dia menambahkan, seni adalah bahasa cinta yang tidak terpengaruh dinamika politik global. Menurutnya, seni melampaui bahasa warisan dan mampu menjembatani jarak antarmanusia. “Seni mengeksplorasi perbedaan pandangan dunia dengan cara yang konstruktif dan positif,” katanya. 
 

(Sumber foto: Hypeabis.id)

(Sumber foto: Hypeabis.id)

Dalam ajang yang sama, penyelenggara juga menggelar pameran bertajuk Terra Nexus di Labyrinth Gallery. Pameran ini menghadirkan karya-karya seniman dari dalam dan luar negeri dengan ragam medium dan pendekatan. 

Beberapa nama yang turut tampil antara lain Heri Dono, Arahmaiani, Agus Suwage, Mulyana, Krisna Murti, Aditya Novali, Dolorosa Sinaga, Bagus Pandega, Jompet Kuswidananto, hingga Goenawan Mohamad. Dari mancanegara, hadir pula seniman seperti Sinta Tantra (Inggris), Mella Jaarsma (Belanda), dan Yasuaki Onishi (Jepang) yang menambah warna internasional pada pameran ini. 

Baca juga: Galnas Hadirkan Pameran Fotografi Tierra Viva, Kolaborasi Kedutaan 8 Negara Amerika Latin

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Bisnis Warkop Kekinian, Padukan Konsep Gaya Klasik dan Modern

BERIKUTNYA

Intip Sejarah & Kemegahan Arsitektur Gedung Parlemen Nepal

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga