Seorang pengunjung di pameran Tierra Viva di Galeri Nasional, Jakarta. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Himawan L. Nugraha)

Galnas Hadirkan Pameran Fotografi Tierra Viva, Kolaborasi Kedutaan 8 Negara Amerika Latin

08 September 2025   |   18:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Kedutaan Besar delapan negara Amerika Latin di Indonesia yakni Argentina, Kolombia, Ekuador, Guatemala, Meksiko, Panama, Peru, dan Uruguay berkolaborasi menghadirkan pameran fotografi bertajuk Tierra Viva. Ekshibisi ini berlangsung di Gedung B Galeri Nasional Indonesia pada 5–28 September 2025.

Pameran Tierra Viva menghadirkan karya fotografi dari tujuh fotografer dari latar belakang negara yang berbeda, yakni Angela Rincon (Kolombia), Carlos Lopez Ayerdi (Guatemala), David Diaz (Peru), Luis Fabini (Uruguay), Lois Iglesias (Panama), Malena Diaz (Meksiko), dan Nora Iniesta (Argentina), serta dokumentasi fotografi dari Kementerian Luar Negeri Ekuador.
 
Keseluruhan karya fotografi menampilkan keragaman budaya negara-negara Amerika Latin, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga warisan leluhur, merefleksikan pengalaman dan nilai-nilai universal manusia yang melampaui batas geografis, sekaligus mempererat persahabatan antara Amerika Latin dan Indonesia.
 

Seorang pengunjung di pameran Tierra Viva di Galeri Nasional, Jakarta. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Himawan L. Nugraha)

Seorang pengunjung di pameran Tierra Viva di Galeri Nasional, Jakarta. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Himawan L. Nugraha)

Duta Besar Peru untuk Indonesia Luis Tsuboyama mengatakan pameran ini menandai kolaborasi pertama sejumlah kedutaan besar negara-negara Amerika Latin di Indonesia untuk menghadirkan sebuah ekshibisi seni. Pameran ini, imbuhnya, menjadi bagian dari pihaknya untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat Indonesia.
 
"Selain dari bidang politik dan dialog ekonomi yang biasanya ada di lingkungan formal, salah satu cara untuk mendekatkan diri masyarakat Indonesia adalah dengan seni. Dalam kesempatan ini, kami memilih fotografi," katanya dalam acara konferensi pers di Galeri Nasional Jakarta, Senin (8/9/2025).
 
Luis juga menyampaikan seni merupakan bagian dari identitas masyarakat Amerika Latin. Meski berada di lokasi geografi yang berbeda, negara-negara di Amerika Latin memiliki kesamaan dalam memandang identitas mereka. "Pameran ini juga menjadi jembatan penghubung antara masyarakat Amerika Latin dan Indonesia," imbuhnya.
 
Di pameran ini, pengunjung bisa berkenalan dengan berbagai budaya dan warna kehidupan masyarakat Amerika Latin lewat foto-foto yang telah terkurasi oleh pihak kedutaan. Mulai dari kekayaan budaya arsitektur, sejarah, tradisi, masyarakat Adat, hingga cara hidup warga lokal yang turut membentuk identitas budaya mereka.
 

Seorang pengunjung di pameran Tierra Viva di Galeri Nasional, Jakarta. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Himawan L. Nugraha)

Salah satu karya dari fotografer Guatemala, Carlos Lopez Ayerdi, menampilkan layang-layang raksasa Sumpango. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Himawan L. Nugraha)

Misalnya karya-karya dari fotografer Guatemala, Carlos Lopez Ayerdi. Lewat foto-fotonya, dia menunjukkan keindahan sejarah, budaya, dan alam di Guatemala, seperti situs Lengkungan Santa Catalina hingga layang-layang raksasa Sumpango.
 
Lalu ada juga karya-karya fotografer Peru, David Diaz, yang menampilkan potret kehidupan masyarakat adat Shipibo-Konibo dengan pendekatan yang sangat intim, menyajikan warna budaya yang tampak jujur dan kuat.
 
Tak kalah menarik, karya-karya dari fotografer asal Panama, Lois Iglesias, yang menampilkan kekayaan tradisi tekstil di negaranya. Mulai dari sombrero hingga pollera, dari Cultura Congo hingga kain molas, mencerminkan kekayaan warisan budaya Panama yang berakar pada kreativitas, ketangguhan, dan kebanggaan kolektif.
 

layang-layang raksasa Sumpango

Karya-karya dari fotografer asal Panama, Lois Iglesias, yang menampilkan kekayaan tradisi tekstil. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Himawan L. Nugraha)

Ayos Purwoaji selaku kurator mengatakan nama pameran Tierra Viva memiliki arti tanah yang hijau. Judul itu diusungnya untuk menunjukkan bahwa karya-karya foto yang dihadirkan di pameran ini menggambarkan hubungan yang sangat erat antara tanah atau lanskap geografis yang dimiliki oleh negara-negara di Amerika Latin dengan kultur yang sempurna di atasnya.
 
"Mereka punya masa lalu budaya yang sama, tapi lalu mereka juga punya karakteristik masing-masing yang itu dipengaruhi oleh tanah, dipengaruhi oleh karakteristik geografis yang mereka miliki sebagai sebuah negara," ucapnya.
 
Menurutnya, sebagai negara Global South, Indonesia dengan Amerika Latin memiliki gagasan dan isu-isu budaya yang sama seperti masyarakat adat, situs-situs warisan sejarah, hingga tekstil tradisional.
 
"Saya rasa ada banyak kesamaan dan ini yang rasanya perlu dikomunikasikan ke temen-temen di Indonesia, walaupun secara geografis terpisah jauh tapi in a way kita sebenernya Indonesia dan Amerika Latin itu dekat, ada banyak kultur yang mirip antara kita dengan mereka," imbuhnya.
 
Tak hanya pameran fotografi, Tierra Viva juga akan menghadirkan rangkaian program publik seperti forum bersama fotografer Kolombia Angela Rincón pada Sabtu, 6 September 2025, serta pembuat film asal Peru Jhon Alexander Arraspide Linares pada Sabtu, 20 September 2025 pukul 14:00 WIB.
 
Selain itu, setiap akhir pekan akan ada pemutaran film-film Amerika Latin di Ruang Seminar Galeri Nasional Indonesia, yang informasinya akan diumumkan lebih lengkap melalui akun Instagram resmi Galeri Nasional Indonesia @galerinasional. 
 

SEBELUMNYA

5 Rekomendasi Map Gunung Roblox yang Ramah untuk Pemula, Bebas Horor dan Jumpscare

BERIKUTNYA

Filosofi di Balik Tiga Mahkota Miss Universe 2025 Rancangan Naomi Julia Soegianto

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga