Nicholas Saputra Ungkap Daya Tarik Film Tukar Takdir Garapan Mouly Surya
12 September 2025 |
13:55 WIB
1
Like
Like
Like
Nicholas Saputra mengaku bahagia dapat terlibat kembali dalam film terbaru Mouly Surya, salah satu sutradara perempuan paling berpengaruh di perfilman Indonesia. Tukar Takdir, judul terbaru film Mouly, menandai reuni keduanya setelah terakhir kali berkolaborasi di film Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta (2013).
Nicho mengatakan film Tukar Takdir menawarkan pendekatan yang menarik dalam mengisahkan tragedi kecelakaan pesawat. Dia menyebut film ini lebih dari sekadar drama bencana, karena juga akan mengulas soal persoalan hidup, keberuntungan, dan takdir.
Dia menyebut saat teaser keluar, mungkin sebagian penonton belum terlalu melihat kompleksitas film ini. Akan tetapi, melalui trailer terbaru yang dirilis, penonton mulai dapat melihat bagaimana tragedi pesawat menjadi pintu masuk ke tema-tema besar yang lebih mendalam.
Baca juga: Chand Parwez Pede Tukar Takdir Jadi Film Paling Ambisius Starvision
Menurutnya, film ini tak hanya menyajikan ketegangan, tetapi juga memunculkan pertanyaan eksistensial tentang hidup dan kematian. Dalam film ini, Rawa, karakter yang dimainkannya, akan menjadi penyintas kecelakaan dan pusat dari cerita di dalam film.
"Kita bisa lihat tadi di trailer ada sebuah petaka pesawat, lalu bagaimana orang-orang hidup setelahnya. Di sana, ada yang survive, yakni Rawa. Namun, dia sebenarnya selalu dihantui pertanyaan, apakah selamatnya dia adalah keberuntungan atau justru sebaliknya," ungkap Nicho.
Nicho menyebut pertanyaan psikologis tersebut akan menjadi motor penggerak drama personal di tengah narasi besar tragedi. Selain itu, setelah berhasil selamat, kehidupan Rawa pun rupanya belum bisa berjalan normal seperti biasa.
Sebab, dia harus membantu proses investigasi pasca kecelakaan. Keterlibatannya diharapkan dapat membuka dinamika baru, karena keputusan dan sikapnya berhubungan langsung dengan banyak nyawa. Perjalanan ini kemudian mempertemukan Rawa dengan sejumlah karakter lain yang tak terduga, memperkaya konflik emosional maupun moral dalam cerita.
Dengan latar tragedi besar dan lapisan konflik personal yang mendalam, Tukar Takdir dipandang Nicholas sebagai film yang tidak biasa. Ia melihat karya ini sebagai upaya Mouly Surya untuk memadukan thriller, drama eksistensial, dan misteri penyelidikan dalam satu kesatuan.
Di sisi lain, Nicho menyebut saat mendapat tawaran untuk bermain di film ini, dirinya mengaku langsung mengiyakan. Sebab, film ini disutradarai oleh Mouly, yang juga teman nongkrongnya.
Nicho menyebut Mouly memang dikenal sineas yang suka mengulik pesawat dalam kehidupan sehari-harinya. Ketika sedang nongkrong, tak jarang Mouly juga suka bercerita tentang kegemarannya menonton Air Crash Investigation.
"Jadi, ini bukan sesuatu yang mengejutkan buat saya, Mouly akhirnya membuat film dengan tema seperti ini. Ini adalah sesuatu yang sering diungkapkan, dibicarakan olehnya. Tentu saya enggak banyak pertanyaan lagi karena saya tahu ini film akan dikerjakan sama orang yang paham, passionate, dan saya rasa itu sudah lebih dari apa pun," imbuhnya.
Film Tukar Takdir mengisahkan Rawa (diperankan Nicholas Saputra), penyintas tunggal dari kecelakaan pesawat Jakarta Airways 79 yang sempat hilang kontak. Setelah ditemukan hidup, dia justru diliputi rasa trauma dan kebingungan, alih-alih rasa syukur.
Kisah ini kemudian akan berpusat pada pergulatan Rawa menghadapi pertanyaan batin tentang mengapa dirinya selamat sementara semua penumpang lain tewas. Beban tersebut membuatnya harus berhadapan dengan trauma mendalam sekaligus misteri takdir yang sulit dijelaskan.
Film ini turut dibintangi sederet aktor dan aktris kenamaan. Selain Nicholas Saputra, beberapa pemain top lain yang terlibat ialah Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Hannah Al Rashid, Teddy Syach, Tora Sudiro, Ringgo Agus Rahman, Devi Permatasari, Ariyo Wahab, Roy Sungkono, Revaldo, Bagus Ade Saputra, hingga Ayez Kassar.
Film Tukar Takdir yang diproduksi Starvision, Cinesurya, dan Legacy Pictures ini dijadwalkan rilis di bioskop pada 2 Oktober 2025.
Baca juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Jadi Perwakilan Indonesia di Oscar 2026
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Nicho mengatakan film Tukar Takdir menawarkan pendekatan yang menarik dalam mengisahkan tragedi kecelakaan pesawat. Dia menyebut film ini lebih dari sekadar drama bencana, karena juga akan mengulas soal persoalan hidup, keberuntungan, dan takdir.
Dia menyebut saat teaser keluar, mungkin sebagian penonton belum terlalu melihat kompleksitas film ini. Akan tetapi, melalui trailer terbaru yang dirilis, penonton mulai dapat melihat bagaimana tragedi pesawat menjadi pintu masuk ke tema-tema besar yang lebih mendalam.
Baca juga: Chand Parwez Pede Tukar Takdir Jadi Film Paling Ambisius Starvision
Menurutnya, film ini tak hanya menyajikan ketegangan, tetapi juga memunculkan pertanyaan eksistensial tentang hidup dan kematian. Dalam film ini, Rawa, karakter yang dimainkannya, akan menjadi penyintas kecelakaan dan pusat dari cerita di dalam film.
"Kita bisa lihat tadi di trailer ada sebuah petaka pesawat, lalu bagaimana orang-orang hidup setelahnya. Di sana, ada yang survive, yakni Rawa. Namun, dia sebenarnya selalu dihantui pertanyaan, apakah selamatnya dia adalah keberuntungan atau justru sebaliknya," ungkap Nicho.
Nicho menyebut pertanyaan psikologis tersebut akan menjadi motor penggerak drama personal di tengah narasi besar tragedi. Selain itu, setelah berhasil selamat, kehidupan Rawa pun rupanya belum bisa berjalan normal seperti biasa.
Sebab, dia harus membantu proses investigasi pasca kecelakaan. Keterlibatannya diharapkan dapat membuka dinamika baru, karena keputusan dan sikapnya berhubungan langsung dengan banyak nyawa. Perjalanan ini kemudian mempertemukan Rawa dengan sejumlah karakter lain yang tak terduga, memperkaya konflik emosional maupun moral dalam cerita.
Dengan latar tragedi besar dan lapisan konflik personal yang mendalam, Tukar Takdir dipandang Nicholas sebagai film yang tidak biasa. Ia melihat karya ini sebagai upaya Mouly Surya untuk memadukan thriller, drama eksistensial, dan misteri penyelidikan dalam satu kesatuan.
Di sisi lain, Nicho menyebut saat mendapat tawaran untuk bermain di film ini, dirinya mengaku langsung mengiyakan. Sebab, film ini disutradarai oleh Mouly, yang juga teman nongkrongnya.
Nicho menyebut Mouly memang dikenal sineas yang suka mengulik pesawat dalam kehidupan sehari-harinya. Ketika sedang nongkrong, tak jarang Mouly juga suka bercerita tentang kegemarannya menonton Air Crash Investigation.
"Jadi, ini bukan sesuatu yang mengejutkan buat saya, Mouly akhirnya membuat film dengan tema seperti ini. Ini adalah sesuatu yang sering diungkapkan, dibicarakan olehnya. Tentu saya enggak banyak pertanyaan lagi karena saya tahu ini film akan dikerjakan sama orang yang paham, passionate, dan saya rasa itu sudah lebih dari apa pun," imbuhnya.
Film Tukar Takdir mengisahkan Rawa (diperankan Nicholas Saputra), penyintas tunggal dari kecelakaan pesawat Jakarta Airways 79 yang sempat hilang kontak. Setelah ditemukan hidup, dia justru diliputi rasa trauma dan kebingungan, alih-alih rasa syukur.
Kisah ini kemudian akan berpusat pada pergulatan Rawa menghadapi pertanyaan batin tentang mengapa dirinya selamat sementara semua penumpang lain tewas. Beban tersebut membuatnya harus berhadapan dengan trauma mendalam sekaligus misteri takdir yang sulit dijelaskan.
Film ini turut dibintangi sederet aktor dan aktris kenamaan. Selain Nicholas Saputra, beberapa pemain top lain yang terlibat ialah Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Hannah Al Rashid, Teddy Syach, Tora Sudiro, Ringgo Agus Rahman, Devi Permatasari, Ariyo Wahab, Roy Sungkono, Revaldo, Bagus Ade Saputra, hingga Ayez Kassar.
Film Tukar Takdir yang diproduksi Starvision, Cinesurya, dan Legacy Pictures ini dijadwalkan rilis di bioskop pada 2 Oktober 2025.
Baca juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Jadi Perwakilan Indonesia di Oscar 2026
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.