Jus Antara alpukat (Sumber gambar: Jus Antara)

Jus Antara Tawarkan Peluang Kemitraan, Segini Nilai Investasi dan Keuntungannya

09 September 2025   |   21:02 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah tren gaya hidup sehat masyarakat urban, Jus Antara muncul ke pasaran sebagai brand minuman lokal Nusantara yang menawarkan pilihan jus buah berkualitas dengan resep tradisional yang menghadirkan cita rasa segar dan enak, serta dengan konsep yang tak biasa. 

Berbeda dengan jus yang biasa dijajakan di pinggir jalan, Jus Antara hadir dalam konsep kedai atau outlet, sehingga dapat menjadi alternatif baru bagi mereka yang ingin ‘nongkrong’ menikmati suasana santai sambil tetap menjaga kesehatan. Meski begitu, Jus antara tetap dibanderol dengan harga yang terjangkau agar dapat dinikmati oleh semua kalangan di Indonesia. 

“Kami punya visi untuk menjadi top of mind dalam brand minuman jus buah terbesar di Indonesia dengan rasa enak, harga terjangkau, produk sehat, dan porsi besar,” ujar Vincent Lie, Co-Founder Jus Antara.

Baca juga: Berapa Biaya Kemitraan Cimol Bojot AA? Cek Informasinya 
 

Jus Antara hadir dalam konsep tempat nongkrong (Sumber gambar: Jus Antara)

Bagi masyarakat yang ingin memulai usaha minuman sehat dengan buah asli berkualitas, Jus Antara menawarkan sistem investasi yang transparan dan menjanjikan. Berdasarkan data proyeksi keuangan yang dipaparkan dalam proposal kemitraan, total estimasi biaya investasi untuk membuka outlet Jus Antara adalah sekitar Rp895 juta, di luar biaya sewa lokasi.

Biaya ini mencakup lisensi, peralatan, bahan baku awal, uang kas awal, serta estimasi kebutuhan konstruksi, furnitur, reklame, dan marketing awal. Untuk lima slot pertama, Jus Antara bahkan memberikan promo biaya lisensi sebesar Rp150 juta, dari harga normal Rp250 juta.

Dari sisi potensi keuntungan, Jus Antara memperkirakan omzet bulanan bisa mencapai Rp292 juta hingga Rp495 juta, tergantung performa outlet. Dengan proyeksi tersebut, masa balik modal (BEP) diperkirakan antara 9–18 bulan, dengan potensi return on investment (ROI) hingga lebih dari 130 persen per tahun pada skenario optimistis. 

Vincent Lie, Co-Founder Jus Antara menyebut bahwa peluang ini dirancang untuk menarik investor maupun mitra bisnis yang ingin terjun ke industri minuman sehat dengan risiko yang terukur.

“Kami punya visi untuk menjadi brand jus buah terbesar di Indonesia dengan rasa enak, harga terjangkau, produk sehat, dan porsi besar. Untuk itu, kami membuka peluang kemitraan yang adil dan transparan bagi para mitra,” ujarnya. 

Jus Antara sendiri membuka dua skema investasi yakni skema sistem bagi hasil dan skema sistem kerjasama (autopilot). Dalam skema bagi hasil, mitra akan mendapatkan 70 persen dari laba bersih hingga balik modal, sementara setelah BEP pembagian disesuaikan menjadi 49 persen untuk investor dan 51 persen untuk manajemen Jus Antara.

Sementara itu, untuk skema autopilot, maka seluruh kegiatan operasional, mulai dari manajemen, marketing, hingga keuangan, dijalankan oleh manajemen pusat. Meski demikian, mitra tetap mendapat akses laporan keuangan kuartalan, sistem kasir real-time, hingga pemantauan operasional melalui CCTV. 
 

Reynes Iskandar dan Vincent Lie, Co-Founder Jus Antara (Sumber : Jus Antara)

Reyner Iskandar dan Vincent Lie, Co-Founder Jus Antara (Sumber gambar: Jus Antara)

Reyner Iskandar, Co-Founder Jus Antara mengatakan bahwa konsep autopilot ini memudahkan mitra yang mungkin tidak memiliki latar belakang bisnis F&B.  “Kami ingin setiap investor merasa tenang karena bisnis tetap berjalan profesional, sementara mereka bisa memantau perkembangan secara langsung dan real time,” jelasnya.

Sejak berdiri pada 2022, Jus Antara telah memiliki 24 gerai di Jabodetabek dengan menu andalan seperti Jus Alpukat, Jus Mix Berry, Jus Nusantara Kombinasi, hingga camilan khas Nusantara. Kisaran harga untuk jus mulai dari Rp8.000 hingga Rp12.000.

Dengan skema kemitraan yang terstruktur, Jus Antara menargetkan ekspansi lebih luas sekaligus memperkuat posisi sebagai alternatif nongkrong sehat dengan sentuhan lokal.

Estimasi Penjualan & Proyeksi Keuangan Jus Antara (Kategori Sedang)
  • Rata-rata Penjualan/Hari (cup): 900
  • Rata-rata Harga Produk: Rp15.000
  • Omzet/Hari: Rp13.500.000
  • Jumlah Hari Buka/Bulan: 30
  • Total Penjualan/Bulan: Rp405.000.000
  • Harga Pokok Penjualan: Rp202.500.000
  • Profit Kotor/Bulan: Rp202.500.000
  • Biaya Operasional/Bulan: Rp94.725.000
  • Profit Bersih/Bulan: Rp107.775.000
  • Profit Sharing Investor: 70% (sebelum BEP)
  • Profit Investor/Bulan: Rp75.442.500
  • Total Investasi: Rp895.000.000
  • Periode Balik Modal (Bulan): 11,9
  • ROI (Persen/Tahun): 101,15%
Baca juga: Segini Nilai Investasi dan Keuntungan Usaha Almaz Fried Chicken, Ayam Goreng Viral ala Timteng 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Serangan Siber di Ponsel Android, Waspada Malware di Google Play Store

BERIKUTNYA

Suryana Paramitha: Dukungan Stakeholder Penting untuk Film Sore Berlaga di Oscar

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga