Sinopsis Film Palestine 36 yang Raih 15 Menit Standing Ovation di TIFF 2025
08 September 2025 |
16:29 WIB
Di tengah krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, berbagai pihak terus berusaha menyuarakan dukungan, tidak terkecuali para seniman di dunia film. Itulah yang dilakukan sutradara Annemarie Jacir, yang menggarap film drama sejarah bertajuk Palestine 36, mengisahkan perlawanan bangsa Palestina terhadap dominasi Inggris pada masa lalu.
Palestine 36 diawali dengan kisah seorang pemuda yang terjebak dalam pergolakan politik seiring ketegangan yang terjadi di desanya dan Yerusalem, di tengah tindakan keras Inggris. Hal ini dipicu oleh kedatangan imigran Yahudi yang melarikan diri dari anti semitisme di Eropa.
“Sejarah itu kejam. Semua pihak berputar menuju tabrakan yang tak terelakan di momen yang menentukan bagi Kekaisaran Inggris dan masa depan seluruh kawasan,” demikian pernyataan sinopsis film tersebut.
Baca juga: 5 Film dengan Standing Ovation Tertinggi di Cannes Film Festival 2025
Dilansir dari Variety, film ini resmi ditayangkan secara global melalui sesi presentasi di Festival Film Internasional Toronto 2025 pada (5/9) lalu. Palestine 36 sukses mendapatkan 15 menit standing ovation setelah penayangan perdana dan para kru tampil di hadapan penonton yang hadir.
Film ini dibintangi oleh beberapa aktor asal Palestina dan internasional seperti Hiam Abbass, Kamel El Basha, Yasmine Al Massri, Jalal Altawil, Robert Aramayo Saleh Bakri, Yafa Bakri, Karim Daoud Anaya, Mo’Min Swaitat, Wardi Eilabouni, Ward Helou, Billy Howle, Dhafer L’Abidine, hingga Liam Cunningham serta Jeremy Irons.
Palestine 36 juga diproduksi secara kolaborasi antar-perusahaan produksi dari beberapa negara seperti Palestina, Inggris, Prancis, Denmark, hingga Yordania melalui Philistine Films, Autonomous, Corniche Media, MK Prods, dan Snowglobe.
Ossama Bawardi sebagai produser utama film ini didukung oleh beberapa ko-produser lain seperti Cat Villiers, Azzam Fakhreddin, Hani Farsi, Nils Astrand, Olivier Barbier, Nathanael Karmitz, Katrin Pors, serta Hamza Ali.
Melalui film ini, sang sutradara Annemarie Jacir, berupaya untuk mengkaji akar-akar konflik Israel-Palestina. "Biaya kemanusiaan dari kekaisaran dan harga abadi perlawanan, menelusuri asal-usul gerakan bersejarah yang membentuk kawasan yang terus bergema hingga hari ini,” ungkapnya melalui materi pers, dikutip dari Variety.
Jacir juga merupakan pendiri Philistine Films, sebuah perusahaan produksi yang berbasis di negara asalnya, Palestina serta Yordania. Dia mendedikasikan perusahaan produksi itu untuk mendukung para sinema independen dari kedua wilayah tersebut.
Sementara itu, dalam ajang penghargaan 98th Academy Awards, Palestine 36 akan mewakili Palestina dalam nominasi Best International Feature Film.
Baca juga: Air Mata Dwayne Johnson Setelah Terima Standing Ovation Film The Smashing Machine di Venice
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Palestine 36 diawali dengan kisah seorang pemuda yang terjebak dalam pergolakan politik seiring ketegangan yang terjadi di desanya dan Yerusalem, di tengah tindakan keras Inggris. Hal ini dipicu oleh kedatangan imigran Yahudi yang melarikan diri dari anti semitisme di Eropa.
“Sejarah itu kejam. Semua pihak berputar menuju tabrakan yang tak terelakan di momen yang menentukan bagi Kekaisaran Inggris dan masa depan seluruh kawasan,” demikian pernyataan sinopsis film tersebut.
Baca juga: 5 Film dengan Standing Ovation Tertinggi di Cannes Film Festival 2025
Dilansir dari Variety, film ini resmi ditayangkan secara global melalui sesi presentasi di Festival Film Internasional Toronto 2025 pada (5/9) lalu. Palestine 36 sukses mendapatkan 15 menit standing ovation setelah penayangan perdana dan para kru tampil di hadapan penonton yang hadir.
Film ini dibintangi oleh beberapa aktor asal Palestina dan internasional seperti Hiam Abbass, Kamel El Basha, Yasmine Al Massri, Jalal Altawil, Robert Aramayo Saleh Bakri, Yafa Bakri, Karim Daoud Anaya, Mo’Min Swaitat, Wardi Eilabouni, Ward Helou, Billy Howle, Dhafer L’Abidine, hingga Liam Cunningham serta Jeremy Irons.
Palestine 36 juga diproduksi secara kolaborasi antar-perusahaan produksi dari beberapa negara seperti Palestina, Inggris, Prancis, Denmark, hingga Yordania melalui Philistine Films, Autonomous, Corniche Media, MK Prods, dan Snowglobe.
Ossama Bawardi sebagai produser utama film ini didukung oleh beberapa ko-produser lain seperti Cat Villiers, Azzam Fakhreddin, Hani Farsi, Nils Astrand, Olivier Barbier, Nathanael Karmitz, Katrin Pors, serta Hamza Ali.
Melalui film ini, sang sutradara Annemarie Jacir, berupaya untuk mengkaji akar-akar konflik Israel-Palestina. "Biaya kemanusiaan dari kekaisaran dan harga abadi perlawanan, menelusuri asal-usul gerakan bersejarah yang membentuk kawasan yang terus bergema hingga hari ini,” ungkapnya melalui materi pers, dikutip dari Variety.
Jacir juga merupakan pendiri Philistine Films, sebuah perusahaan produksi yang berbasis di negara asalnya, Palestina serta Yordania. Dia mendedikasikan perusahaan produksi itu untuk mendukung para sinema independen dari kedua wilayah tersebut.
Sementara itu, dalam ajang penghargaan 98th Academy Awards, Palestine 36 akan mewakili Palestina dalam nominasi Best International Feature Film.
Baca juga: Air Mata Dwayne Johnson Setelah Terima Standing Ovation Film The Smashing Machine di Venice
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.