Profil Ferry Juliantono, Aktif Berorganisasi hingga Jadi Menteri Koperasi
08 September 2025 |
19:42 WIB
Presiden Prabowo Subianto merombak alias melakukan reshuffle sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih, salah satunya Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi yang digantikan oleh Ferry Juliantono. Pergantian ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).
Pengangkatan Ferry Juliantono juga tertuang dalam Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 86 Tahun 2025. Jabatan ini menandai babak baru perjalanan karier politik dan sosialnya. Sebelum dipercaya Presiden, dia diketahui menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi mendampingi Budi Arie.
Pengangkatan Ferry Juliantono juga tertuang dalam Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 86 Tahun 2025. Jabatan ini menandai babak baru perjalanan karier politik dan sosialnya. Sebelum dipercaya Presiden, dia diketahui menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi mendampingi Budi Arie.
Ferry Juliantono ialah politikus Partai Gerindra kelahiran 27 Juli 1967. Di kepengurusan partai, saat ini Ferry menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra. Dia dikenal memiliki sepak terjang yang cukup panjang di bidang perkoperasian, keorganisasian petani hingga buruh.
Sebelum aktif di dunia politik, Ferry memulai kariernya di bidang keuangan pada era 1990-an. Hal ini tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya yakni lulusan sarjana Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran.
Dia pernah Auditor Keuangan dan konsultan Pengembangan Industri Kecil di Yayasan Mandiri, Konsultan Prudential Banking System di Bank BNI hingga International Auditor PT Multi Kontrindo dan PT Globindo Nusa Sarana.
Usai berkarier di bidang keuangan, Ferry lebih aktif terlibat dalam aktivisme organisasi petani dan koperasi. Sejak tahun 2005, dia dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia, sementara di Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan), dia masih menjabat sebagai Wakil Direktur Pelaksana.
Sementara di dunia koperasi, dia masih menjabat di sejumlah organisasi, seperti Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Ketua Dewan Pengawas Induk Koperasi Pondik Pesantren (Inkopontren), Sekretaris Dewan Direksi Induk Koperasi Unit Desa, serta pernah menjabat sebagai Ketua Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas).
Termasuk, aktif di kepengurusan organisasi buruh salah satunya menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Nasional Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo).
Tak hanya aktif berorganisasi, Ferry juga dikenal sebagai aktivis yang kerap menyuarakan kepentingan rakyat melalui demonstrasi. Pria kelahiran Jakarta ini pernah di penjara pada 2008 dan menjadi tahanan politik (tapol) karena memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat pemerintahan Presiden SBY.
Karier politik Ferry sendiri dimulai pada 2010 ketika dia bergabung dengan Partai Demokrat. Namun, kiprahnya semakin matang setelah dia masuk ke Gerindra, di mana perannya terus menguat seiring dengan semakin besarnya tanggung jawab yang diemban.
Pada 2024, Ferry ditunjuk sebagai Wakil Menteri Koperasi mendampingi Budi Arie Setiadi di Kabinet Merah Putih. Dia dinilai telah banyak berkontribusi dalam memperkuat koperasi dan ekonomi kerakyatan, salah satunya dengan membangkitkan Induk KUD sebagai koperasi milik para petani.
Dia juga terlibat dalam pembentukan proyek Koperasi Desa Merah Putih. Dalam program tersebut, Ferry ditunjuk sebagai Koordinator Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Koperasi Desa Merah Putih.
Di samping itu, politikus berusia 58 tahun itu juga termasuk dalam jajaran wakil menteri yang merangkap jabatan sebagai komisaris perusahaan negara. Dia ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Patra Niaga dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Juli 2025.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.