Hollow Knight: Silksong, Sekuel yang Lama Dinantikan Kini Sudah Bisa Dimainkan
07 September 2025 |
12:25 WIB
Setelah bertahun-tahun penantian panjang para penggemar, Hollow Knight: Silksong akhirnya resmi dirilis pada 4 September 2025. Game besutan studio kecil asal Australia, Team Cherry, ini melanjutkan permainan pertamanya yang bertajuk Hollow Knight (2017).
Mengutip The Verge, awalnya, Silksong hanya direncanakan sebagai DLC atau konten tambahan untuk Hollow Knight. Akan tetapi seiring berkembangnya konsep dan skala, Team Cherry akhirnya memutuskan menjadikannya gim mandiri.
Keputusan ini terbukti tepat. Dengan dunia baru bernama Pharloom, karakter utama yang berbeda, serta sistem permainan yang lebih kompleks, Silksong tumbuh menjadi karya besar yang mampu berdiri sendiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pendahulunya.
Baca juga: Pragmata 2026, Game Aksi Petualangan Capcom dengan Cerita Futuristik
Berbeda dengan gim pertama yang berfokus pada sang Knight, kini pemain mengendalikan Hornet, yakni karakter yang sebelumnya hanya berperan sebagai rival sekaligus sekutu misterius.
Hornet diceritakan diculik dan dibawa ke negeri asing, lalu harus menaklukkan berbagai tantangan demi mencapai puncak kerajaan Pharloom. Gerakan akrobatiknya yang cepat serta kemampuan bertarung yang dinamis menjadikan gaya bermain Silksong terasa lebih gesit dan intens dibandingkan gim pertama.
Silksong menghadirkan dunia yang lebih luas dengan detail menakjubkan. Pemain akan menjelajahi hutan beracun, gua berkilauan, kota penuh misteri, hingga bioma asing yang penuh jebakan. Ada lebih dari 200 musuh unik dan lebih dari 40 bos menantang yang menanti.
Setiap pertarungan dirancang untuk menguji refleks, strategi, dan kesabaran pemain. Tidak hanya itu, terdapat lebih dari 100 titik penyimpanan (benches) yang tersebar yang membuktikan betapa masifnya skala petualangan kali ini.
Salah satu inovasi terbesar Silksong adalah hadirnya sistem misi. Pemain kini bisa menerima berbagai quest mulai dari perburuan, pengumpulan item, hingga tantangan besar yang dikenal sebagai Grand Hunt. Fitur ini menambah kedalaman eksplorasi dan membuat dunianya terasa lebih hidup.
Selain itu, terdapat dua mata uang baru, Shell Shards dan Rosaries, yang bisa digunakan untuk membuat alat (tools) maupun memodifikasi kemampuan Hornet lewat sistem crest.
Tak ketinggalan, sistem penyembuhan juga diperbarui. Hornet bisa menggunakan energi Silk untuk melakukan aksi Bind, mengisi kembali masker kesehatan, meski dengan risiko diganggu oleh serangan musuh. Semua ini menuntut pemain untuk berpikir lebih strategis di tengah pertempuran intens.
Sejak hari pertama peluncurannya, Silksong langsung mencetak sejarah. Dalam 30 menit pertama, lebih dari 110.000 pemain aktif tercatat di Steam, angka yang terus melonjak hingga menembus 535.000 pemain serentak hanya dalam beberapa jam. Lonjakan ini bahkan sempat membuat beberapa toko digital seperti Steam, Nintendo eShop, dan PlayStation Store mengalami gangguan akses.
Dengan harga rilis sebesar US$19,99 dan ketersediaan di Xbox Game Pass sejak hari pertama, game ini menjadi salah satu peluncuran indie tersukses sepanjang masa. Banyak pihak menyebutnya sebagai bukti nyata bahwa game indie dapat bersaing bahkan melampaui franchise besar seperti Call of Duty maupun Grand Theft Auto dalam hal antusiasme komunitas.
Baca juga: Pecah Rekor, Game Roblox Dimainkan 47,3 Juta Pemain Secara Bersamaan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Mengutip The Verge, awalnya, Silksong hanya direncanakan sebagai DLC atau konten tambahan untuk Hollow Knight. Akan tetapi seiring berkembangnya konsep dan skala, Team Cherry akhirnya memutuskan menjadikannya gim mandiri.
Keputusan ini terbukti tepat. Dengan dunia baru bernama Pharloom, karakter utama yang berbeda, serta sistem permainan yang lebih kompleks, Silksong tumbuh menjadi karya besar yang mampu berdiri sendiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pendahulunya.
Baca juga: Pragmata 2026, Game Aksi Petualangan Capcom dengan Cerita Futuristik
Berbeda dengan gim pertama yang berfokus pada sang Knight, kini pemain mengendalikan Hornet, yakni karakter yang sebelumnya hanya berperan sebagai rival sekaligus sekutu misterius.
Hornet diceritakan diculik dan dibawa ke negeri asing, lalu harus menaklukkan berbagai tantangan demi mencapai puncak kerajaan Pharloom. Gerakan akrobatiknya yang cepat serta kemampuan bertarung yang dinamis menjadikan gaya bermain Silksong terasa lebih gesit dan intens dibandingkan gim pertama.
Silksong menghadirkan dunia yang lebih luas dengan detail menakjubkan. Pemain akan menjelajahi hutan beracun, gua berkilauan, kota penuh misteri, hingga bioma asing yang penuh jebakan. Ada lebih dari 200 musuh unik dan lebih dari 40 bos menantang yang menanti.
Setiap pertarungan dirancang untuk menguji refleks, strategi, dan kesabaran pemain. Tidak hanya itu, terdapat lebih dari 100 titik penyimpanan (benches) yang tersebar yang membuktikan betapa masifnya skala petualangan kali ini.
Salah satu inovasi terbesar Silksong adalah hadirnya sistem misi. Pemain kini bisa menerima berbagai quest mulai dari perburuan, pengumpulan item, hingga tantangan besar yang dikenal sebagai Grand Hunt. Fitur ini menambah kedalaman eksplorasi dan membuat dunianya terasa lebih hidup.
Selain itu, terdapat dua mata uang baru, Shell Shards dan Rosaries, yang bisa digunakan untuk membuat alat (tools) maupun memodifikasi kemampuan Hornet lewat sistem crest.
Tak ketinggalan, sistem penyembuhan juga diperbarui. Hornet bisa menggunakan energi Silk untuk melakukan aksi Bind, mengisi kembali masker kesehatan, meski dengan risiko diganggu oleh serangan musuh. Semua ini menuntut pemain untuk berpikir lebih strategis di tengah pertempuran intens.
Sejak hari pertama peluncurannya, Silksong langsung mencetak sejarah. Dalam 30 menit pertama, lebih dari 110.000 pemain aktif tercatat di Steam, angka yang terus melonjak hingga menembus 535.000 pemain serentak hanya dalam beberapa jam. Lonjakan ini bahkan sempat membuat beberapa toko digital seperti Steam, Nintendo eShop, dan PlayStation Store mengalami gangguan akses.
Dengan harga rilis sebesar US$19,99 dan ketersediaan di Xbox Game Pass sejak hari pertama, game ini menjadi salah satu peluncuran indie tersukses sepanjang masa. Banyak pihak menyebutnya sebagai bukti nyata bahwa game indie dapat bersaing bahkan melampaui franchise besar seperti Call of Duty maupun Grand Theft Auto dalam hal antusiasme komunitas.
Baca juga: Pecah Rekor, Game Roblox Dimainkan 47,3 Juta Pemain Secara Bersamaan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.