Shambolism, Tren Desain yang Menemukan Keindahan dalam Kekacauan
04 September 2025 |
22:00 WIB
Tren desain interior Shambolism mulai naik daun setelah Vogue menerbitkan panduan tentang desain terkini pada paruh pertama tahun 2025. Biasanya, suatu desain ruangan identik dengan kerapian dan bentuk yang simetri. Namun, Shambolism memperkenalkan pendekatan yang sebaliknya.
Seperti sebutannya, "sensual chaos", gaya Shambolism identik dengan desain yang berisikan tumpang tindih material yang kurang serasi serta goresan kuas yang tidak merata. Ketidaksempurnaan ini dibuat menjadi "hidup" di dalam rumah. Shambolism bukan berarti membiarkan ruangan terlihat berantakan dan tidak merawatnya, melainkan ekspresi desain yang personal dan kreatif.
Baca juga: Keamanan Jadi Prioritas, Desainer dan Rumah Mode Tunda Peluncuran Koleksi Terbaru
Menurut Decorilla, Shambolism merupakan pemilihan desain yang berani memadukan warna-warni yang kontras, item yang terlihat tidak serasi, dan penempatan yang playful. Meskipun demikian, gaya Shambolism berhasil memiliki daya tarik tersendiri. Kekacauan yang ada disusun dengan cermat, menampilkan ruangan yang otentik.
Sebuah situs majalah daring, Urdesign, memberikan beberapa tip untuk mulai menata ruangan dengan gaya Shambolism. Ada sebanyak 3 poin utama untuk menciptakan tampilan ini.
Ciptakan ruang personal penuh kenangan
Mulai menata ruangan ala Shambolism tidak harus dari membeli barang-barang yang baru. Genhype bisa mulai dari barang-barang yang ada di rumah, misalnya dengan memanfaatkan souvenir dari acara-acara, oleh-oleh dari luar kota, dan lain-lain.
Menciptakan ruang nostalgia lewat bingkai dan foto-foto masa kecil juga dapat dilakukan. Ruangan akan semakin terlihat hidup dengan memori orang-orang, lingkungan, ataupun situasi yang ditangkap oleh lensa kamera. Semua barang bisa dikreasikan sesuai dengan preferensi seni pribadi.
Mencintai ketidaksempurnaan
Konsep inti Shambolism adalah kekacauan dan ketidaksempurnaan. Elemen-elemen seperti goresan dan retakan dapat menambah kesan tidak sempurna. Misalnya, goresan kuas dalam lukisan atau retak pada tembok yang tidak mengganggu akan menciptakan ketidaksempurnaan.
Oleh karenanya, jika Genhype memiliki barang-barang kuno yang masih fungsional, ini bisa dimanfaatkan untuk menciptakan desain Shambolism. Barang-barang yang usang dan diisi bekas goresan akan membentuk ketidakteraturan. Seperti barang dari kayu atau logam yang sudah tua. Jejak waktu yang ditunjukkan dari ketidakteraturan ini menciptakan ruangan yang hidup.
Mengimitasi alam
Tanpa alam, tempat tidak bisa terlihat hidup. Satu atau dua furnitur dengan bentuk yang terinspirasi atau menyerupai benda alami akan menambah rasa nyaman dan memberikan daya tarik. Desain alam atau organik ini meniru ruang terbuka serta membawa elemen dari luar ruangan ke dalam dengan bentuk yang melekuk dan mengalir bebas.
Biasanya, bentuk-bentuk menyerupai alam yang melekuk seperti oval atau lingkaran akan memberikan kesan yang ramah dan hangat jika dibandingkan dengan barang-barang yang bersudut. Bentuk arsitektur yang melekuk terinspirasi dari alam ini telah diterapkan sejak zaman dahulu, misalnya pada koloseum atau agora.
Baca juga: Ide Desain Interior Bergaya Playfulism Buat Ekspresikan Diri
Seperti sebutannya, "sensual chaos", gaya Shambolism identik dengan desain yang berisikan tumpang tindih material yang kurang serasi serta goresan kuas yang tidak merata. Ketidaksempurnaan ini dibuat menjadi "hidup" di dalam rumah. Shambolism bukan berarti membiarkan ruangan terlihat berantakan dan tidak merawatnya, melainkan ekspresi desain yang personal dan kreatif.
Baca juga: Keamanan Jadi Prioritas, Desainer dan Rumah Mode Tunda Peluncuran Koleksi Terbaru
Menurut Decorilla, Shambolism merupakan pemilihan desain yang berani memadukan warna-warni yang kontras, item yang terlihat tidak serasi, dan penempatan yang playful. Meskipun demikian, gaya Shambolism berhasil memiliki daya tarik tersendiri. Kekacauan yang ada disusun dengan cermat, menampilkan ruangan yang otentik.
Sebuah situs majalah daring, Urdesign, memberikan beberapa tip untuk mulai menata ruangan dengan gaya Shambolism. Ada sebanyak 3 poin utama untuk menciptakan tampilan ini.
Ciptakan ruang personal penuh kenangan
Mulai menata ruangan ala Shambolism tidak harus dari membeli barang-barang yang baru. Genhype bisa mulai dari barang-barang yang ada di rumah, misalnya dengan memanfaatkan souvenir dari acara-acara, oleh-oleh dari luar kota, dan lain-lain.
Menciptakan ruang nostalgia lewat bingkai dan foto-foto masa kecil juga dapat dilakukan. Ruangan akan semakin terlihat hidup dengan memori orang-orang, lingkungan, ataupun situasi yang ditangkap oleh lensa kamera. Semua barang bisa dikreasikan sesuai dengan preferensi seni pribadi.
Mencintai ketidaksempurnaan
Konsep inti Shambolism adalah kekacauan dan ketidaksempurnaan. Elemen-elemen seperti goresan dan retakan dapat menambah kesan tidak sempurna. Misalnya, goresan kuas dalam lukisan atau retak pada tembok yang tidak mengganggu akan menciptakan ketidaksempurnaan.
Oleh karenanya, jika Genhype memiliki barang-barang kuno yang masih fungsional, ini bisa dimanfaatkan untuk menciptakan desain Shambolism. Barang-barang yang usang dan diisi bekas goresan akan membentuk ketidakteraturan. Seperti barang dari kayu atau logam yang sudah tua. Jejak waktu yang ditunjukkan dari ketidakteraturan ini menciptakan ruangan yang hidup.
Mengimitasi alam
Tanpa alam, tempat tidak bisa terlihat hidup. Satu atau dua furnitur dengan bentuk yang terinspirasi atau menyerupai benda alami akan menambah rasa nyaman dan memberikan daya tarik. Desain alam atau organik ini meniru ruang terbuka serta membawa elemen dari luar ruangan ke dalam dengan bentuk yang melekuk dan mengalir bebas.
Biasanya, bentuk-bentuk menyerupai alam yang melekuk seperti oval atau lingkaran akan memberikan kesan yang ramah dan hangat jika dibandingkan dengan barang-barang yang bersudut. Bentuk arsitektur yang melekuk terinspirasi dari alam ini telah diterapkan sejak zaman dahulu, misalnya pada koloseum atau agora.
Baca juga: Ide Desain Interior Bergaya Playfulism Buat Ekspresikan Diri
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.