Titik Demo di Jakarta 4 September 2024, Ada Gerakan Buruh dan Aksi Kamisan
04 September 2025 |
11:02 WIB
Jakarta kembali bersiap menghadapi gelombang demonstrasi pada Kamis, 4 September 2025. Setidaknya ada sejumlah titik di bu kota, mulai dari Gedung DPR RI hingga Istana Merdeka yang diperkirakan menjadi lokasi berkumpulnya massa. Pada aksi unjuk rasa ini akan ada sejumlah tuntutan yang disampaikan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah.
Pagi ini massa buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dijadwalkan menggelar aksi di depan Istana Negara, dengan titik kumpul depan gedung ILO menuju patung kuda pada pukul 10:00 WIB.
Baca juga: Ini Alasan Aksi Demonstrasi Seharusnya Tidak Merusak Fasilitas Transportasi Umum
Gebrak merupakan aliansi sejumlah serikat buruh dan organisasi sipil lain, termasuk Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Konfederasi KASBI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), dan lainnya.
Massa membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing, pengangkatan tenaga honorer, reforma agraria, hingga stabilisasi harga sembako yang belakangan terus melonjak.
Selain itu, aksi demo di depan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat juga masih berlangsung. Kegiatan dimulai sejak pagi oleh massa dari Gerakan Masyarakat Elang Khatulistiwa Nusantara. Jumlah peserta diperkirakan sekitar 50 orang.
Dalam aksinya, mereka menuntut audit transparan anggaran DPR dan belanja negara, memprioritaskan legislasi pro rakyat, pembentukan panitia khusus anti mafia korupsi, penegakan kode etik DPR RI, serta pengesahan RUU Perampasan Aset.
BEM SI juga dikabarkan turut menggelar aksi demonstrasi pada Kamis, 4 September 2025. Aksi bertajuk “AKSI DAMAI #SELAMATKANINDONESIA” ini diumumkan melalui akun resmi Instagram @bem_si. Menurut informasi yang disampaikan, demonstrasi akan berlangsung di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, mulai pukul 13.00 WIB.
Aksi Kamisan ke-876 akan digelar pada Kamis, 4 September 2025 di depan Istana Presiden di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta sekitar pukul 15.00-17.00 WIB. Selain menuntut keadilan atas korban penghilangan paksa dan pembunuhan korban Reformasi 1998, aksi ini juga akan dilakukan sebagai solidaritas atas korban kekerasan aparat dan kericuhan 28-31 Agustus.
Gelombang demonstrasi yang berlangsung sepanjang 28-31 Agustus 2025 berakhir ricuh hingga menimbulkan korban jiwa. Mereka adalah Affan Kurniawan, Muhammad Akbar Basri, Sarinawati, Saiful Akbar, Rusdamdiansyah, Sumari, Rheza Sendy Pratama, dan Iko Juliant Junior.
Selain di Jakarta, Aksi Kamisan juga akan digelar di Palu, Sulawesi Tengah pada 4 September 2025. Aksi ini rencananya akan digelar di depan DPRD Sulawesi Tengah, mulai pukul 15.00 WITA. Melalui seruan aksi yang diunggah akun @aksikamisanpalu, masyarakat sipil yang hendak mengikuti aksi bertajuk "September Hitam" ini diharapkan untuk mengenakan pakaian berwarna hitam.
Aksi Kamisan juga bergema di luar negeri. Di Belanda, aksi ini digelar dengan mengusung tema “Gerak Solidaritas Belanda: Untuk Almarhum Affan Kurniawan dan Seluruh Korban Kekerasan Negara.” Inisiatif tersebut datang dari komunitas diaspora Indonesia yang tergabung dalam Aksi Kamisan Netherlands. Kegiatan ini terbuka bagi siapa pun yang peduli terhadap situasi tanah air.
Agenda dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 4 September 2025, dimulai pukul 14.00 waktu setempat (CET) hingga selesai. Para peserta diminta mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duka dan perlawanan, sekaligus membawa karton untuk menuliskan aspirasi. Selain itu, penggunaan masker juga dianjurkan sebagai bentuk menjaga privasi sekaligus konsistensi gaya aksi Kamisan.
Peserta terlebih dahulu akan berkumpul di ISS Erasmus University Rotterdam, Kampus Den Haag, sebelum bergerak menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag sebagai titik utama aksi. Di sana, mereka akan menyuarakan solidaritas bagi Affan Kurniawan, korban yang tewas dalam kericuhan demo di Indonesia serta seluruh korban kekerasan negara yang masih menuntut keadilan.
Baca juga: Tak Hanya Museum Bagawanta, Ini Daftar Cagar Budaya yang Terdampak Aksi Demonstrasi
Pagi ini massa buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dijadwalkan menggelar aksi di depan Istana Negara, dengan titik kumpul depan gedung ILO menuju patung kuda pada pukul 10:00 WIB.
Baca juga: Ini Alasan Aksi Demonstrasi Seharusnya Tidak Merusak Fasilitas Transportasi Umum
Gebrak merupakan aliansi sejumlah serikat buruh dan organisasi sipil lain, termasuk Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Konfederasi KASBI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), dan lainnya.
Massa membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing, pengangkatan tenaga honorer, reforma agraria, hingga stabilisasi harga sembako yang belakangan terus melonjak.
Selain itu, aksi demo di depan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat juga masih berlangsung. Kegiatan dimulai sejak pagi oleh massa dari Gerakan Masyarakat Elang Khatulistiwa Nusantara. Jumlah peserta diperkirakan sekitar 50 orang.
Dalam aksinya, mereka menuntut audit transparan anggaran DPR dan belanja negara, memprioritaskan legislasi pro rakyat, pembentukan panitia khusus anti mafia korupsi, penegakan kode etik DPR RI, serta pengesahan RUU Perampasan Aset.
BEM SI juga dikabarkan turut menggelar aksi demonstrasi pada Kamis, 4 September 2025. Aksi bertajuk “AKSI DAMAI #SELAMATKANINDONESIA” ini diumumkan melalui akun resmi Instagram @bem_si. Menurut informasi yang disampaikan, demonstrasi akan berlangsung di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, mulai pukul 13.00 WIB.
Aksi Kamisan 4 September 2025
Hari ini juga akan digelar Aksi Kamisan 4 September 2025. Pada kesempatan ini, publik menyoroti para korban tewas saat demonstrasi di berbagai wilayah di Indonesia. Aksi Kamisan menjadi simbol perlawanan tanpa kekerasan dan menjadi pengingat bagi pemerintah serta publik terkait pentingnya penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan keadilan.Aksi Kamisan ke-876 akan digelar pada Kamis, 4 September 2025 di depan Istana Presiden di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta sekitar pukul 15.00-17.00 WIB. Selain menuntut keadilan atas korban penghilangan paksa dan pembunuhan korban Reformasi 1998, aksi ini juga akan dilakukan sebagai solidaritas atas korban kekerasan aparat dan kericuhan 28-31 Agustus.
Gelombang demonstrasi yang berlangsung sepanjang 28-31 Agustus 2025 berakhir ricuh hingga menimbulkan korban jiwa. Mereka adalah Affan Kurniawan, Muhammad Akbar Basri, Sarinawati, Saiful Akbar, Rusdamdiansyah, Sumari, Rheza Sendy Pratama, dan Iko Juliant Junior.
Selain di Jakarta, Aksi Kamisan juga akan digelar di Palu, Sulawesi Tengah pada 4 September 2025. Aksi ini rencananya akan digelar di depan DPRD Sulawesi Tengah, mulai pukul 15.00 WITA. Melalui seruan aksi yang diunggah akun @aksikamisanpalu, masyarakat sipil yang hendak mengikuti aksi bertajuk "September Hitam" ini diharapkan untuk mengenakan pakaian berwarna hitam.
Aksi Kamisan juga bergema di luar negeri. Di Belanda, aksi ini digelar dengan mengusung tema “Gerak Solidaritas Belanda: Untuk Almarhum Affan Kurniawan dan Seluruh Korban Kekerasan Negara.” Inisiatif tersebut datang dari komunitas diaspora Indonesia yang tergabung dalam Aksi Kamisan Netherlands. Kegiatan ini terbuka bagi siapa pun yang peduli terhadap situasi tanah air.
Agenda dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 4 September 2025, dimulai pukul 14.00 waktu setempat (CET) hingga selesai. Para peserta diminta mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duka dan perlawanan, sekaligus membawa karton untuk menuliskan aspirasi. Selain itu, penggunaan masker juga dianjurkan sebagai bentuk menjaga privasi sekaligus konsistensi gaya aksi Kamisan.
Peserta terlebih dahulu akan berkumpul di ISS Erasmus University Rotterdam, Kampus Den Haag, sebelum bergerak menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag sebagai titik utama aksi. Di sana, mereka akan menyuarakan solidaritas bagi Affan Kurniawan, korban yang tewas dalam kericuhan demo di Indonesia serta seluruh korban kekerasan negara yang masih menuntut keadilan.
Baca juga: Tak Hanya Museum Bagawanta, Ini Daftar Cagar Budaya yang Terdampak Aksi Demonstrasi
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.