Content Developer Animasi Junaid Miran Berencana Menuntut Sineas di Balik Merah Putih: One for All (Sumber gambar: YouTube/ @JunaidMiran)

Content Developer Animasi Junaid Miran Akan Gugat Sineas di Balik Merah Putih: One for All

01 September 2025   |   17:30 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Content developer animasi Junaid Miran berencana menuntut sineas di balik film animasi Merah Putih: One for All atas dugaan penggunaan aset karakter tanpa izin. Untuk membiayai langkah hukum tersebut, dia menggalang dana dengan menjual karya seni karena biaya penuntutan di luar negeri terbilang tidak murah.

Dalam video YouTube yang diunggahnya lewat akun @JunaidMiran, rencana untuk menuntut pembuat film Merah Putih: One for All dilakukan setelah mendapatkan dorongan dari netizen melalui kotak masuk, kolom komentar, dan direct message. Banyak orang menuliskan pesan yang isinya mendesak untuk menuntut orang-orang yang menggunakan karakter tanpa izin.

Baca Juga: Animasi Merah Putih One For All Dapat Rating 1.0 & Panen Kritik di IMDb

Setiap hari, ada ratusan pesan yang menyerukan untuk melawan dan tidak membiarkan orang-orang itu lolos begitu saja dengan mengajukan gugatan ke pengadilan.

“Aku tahu kalian marah atas apa yang terjadi padaku, dan itu menyentuh hatiku lebih dari yang bisa aku ungkapkan. Suara kalian sudah kudengar. Kalian ingin aku berjuang? Baik, aku akan berjuang. Aku siap menuntut mereka yang bertanggung jawab atas ketidakadilan ini. Aku melakukan ini karena kalian percaya padaku dan memberiku keberanian untuk akhirnya berkata, ‘Cukup sudah’,” ujarnya.

Dia menuturkan tidak bisa melakukan tuntutan itu sendirian lantaran gugatan hukum – terlebih di negara lain – memerlukan biaya yang besar untuk pengacara, administrasi, perjalanan, dan sebagainya.

Sebagai seniman independen, dia mengaku tidak memiliki studio besar atau sponsor. Jadi, dia menawarkan karya seni yang dapat dibeli oleh Genhype untuk melakukan gugatan hukum terhadap pengguna karakternya tanpa izin.

“Aku menaruh 10 karya seni orisinal untuk dijual. Karya beresolusi tinggi 6K ini adalah potongan hatiku, seluruh jiwa yang kutuangkan. Awalnya aku memasang harga US$50 dolar, tetapi aku sadar jumlah itu tidak kecil, terutama bagi teman-teman di Indonesia. Karena itu, aku menurunkan harganya menjadi hanya 5 dolar—sekitar Rp75.000. Lebih murah dari seporsi piza,” ujarnya.

Dia menuturkan, Genhype akan mendapatkan 10 karya seni beresolusi tinggi lengkap dengan hak komersial hanya dengan US$5 dolar. Karya tersebut dapat dicetak di kaus, poster, kanvas, sampul album, sampul buku, bahkan menjual produk turunan jika mau. Dia menginginkan bahwa karya yang dijual bukan hanya untuk jadi koleksi, tapi juga sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh pembeli.

“Tolong jangan berpikir, ‘Ah, kalau aku tidak ikut, pasti orang lain akan bantu.’ Minggu lalu, hampir saja tidak ada yang benar-benar membantu karena semua mengira orang lain yang akan melakukannya. Jangan biarkan itu terjadi lagi. Kali ini, aku secara pribadi meminta setiap orang yang menonton video ini untuk menyumbang US$5 dolar dengan membeli paket karya seni,” katanya.

Dia mengatakan, Genhype yang hendak membeli karya tersebut dapat melakukannya di Patreon, platform yang diklaim terpercaya untuk seniman. Prosesnya sederhana: klik tautan Patreon, pilih Buy Now, masuk dengan akun Google atau Apple, lalu bayar melalui PayPal atau kartu.

Junaid menuturkan sudah menyiapkan berkas perkara, mengalahkan rasa takut, dan menurunkan harga karyanya semurah mungkin. Dia pun menegaskan akan meneruskan gugatan jika penjualan ini mencapai target untuk biaya yang harus dikeluarkan, seperti membayar pengacara, mengajukan tuntutan, dan hadir di pengadilan.

Baca Juga: Pakar Animasi Sebut Film Seperti Merah Putih: One For All Tak Akan Ada Lagi Tahun Depan
 

SEBELUMNYA

Reebok X Clueless: Koleksi Sneakers Retro Bernuansa Fashion 90-an

BERIKUTNYA

Kiat Rescue & Adopsi Kucing Liar yang Terdampak Aksi Demonstrasi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga