Sinopsis Grave of the Fireflies yang Mulai Tayang di Bioskop Indonesia
29 August 2025 |
08:06 WIB
Film animasi Jepang, Grave of the Fireflies, resmi tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini, Jumat (29/8/2025). CBI Pictures selaku distributor mengumumkan bahwa film tersebut tayang di CGV, Cinepolis, FLIX Cinema, Platinum Cineplex, dan Surya Yudha Cinema.
Saat perilisannya, film Grave of the Fireflies cukup sukses di box office Jepang. Film yang disutradarai Isao Takahata ini meraih total pendapatan sebesar 1,7 miliar Yen. Sebagai bagian dari Studio Ghibli Fest 2018, film ini juga dirilis secara terbatas di bioskop Amerika Serikat, dengan total pendapatan sebesar US$516.962.
"Grave of the Fireflies tayang mulai hari ini di bioskop Indonesia. Sebuah kesempatan langka bisa bertemu Seita dan Setsuko di layar lebar," tulis CBI Pictures lewat unggahan di X, Jumat (29/8/2025).
Baca juga: 4 Fakta Film Grave of the Fireflies, Siap Bikin Banjir Air Mata 29 Agustus di Bioskop
Baca juga: 4 Fakta Film Grave of the Fireflies, Siap Bikin Banjir Air Mata 29 Agustus di Bioskop
Grave of the Fireflies merupakan film animasi perang Jepang yang dirilis pertama kali pada 1988. Namun, 37 tahun kemudian, film ini baru tayang perdana di bioskop Indonesia. Hal ini pun tentunya menjadi kesempatan langka bagi publik yang ingin menonton kisah film mengharukan ini langsung di bioskop.
Berlatar di kota Kobe, Jepang, film Grave of the Fireflies menceritakan kisah dua saudara kandung dan anak yatim piatu perang, Seita dan Setsuko, serta perjuangan mereka yang gigih untuk bertahan hidup di bulan-bulan terakhir Perang Pasifik.

Grave of the Fireflies. (Sumber gambar: CBI Pictures)
Dikisahkan, Seita dan Setsuko adalah anak dari seorang kapten Angkatan Laut Kekaisaran Jepang yang tengah berjuang dan ibunya yang meninggal. Setelah kehilangan ibunya, mereka tinggal menumpang di rumah seorang bibi dan merahasiakan kematian ibu mereka. Akan tetapi, lantaran situasi perang yang berkecamuk, hidup mereka bersama sang bibi pun tidak selamanya tertampung.
Seita dan Setsuko harus melakukan berbagai cara untuk bertahan hidup, mulai dari mencuri hasil panen hingga menderita malnutrisi. Kondisi kian menyedihkan ketika mereka harus menerima nasib bahwa sang ayah gugur di medan perang. Bersama kunang-kunang sebagai simbol penerang, kakak-beradik itu saling menguatkan sampai titik terakhir.
Suara karakter-karakter dari Grave of the Fireflies diisi oleh Tsutomu Tatsumi, Ayano Shiraishi, Yoshiko Shinohara, dan Akemi Yamaguchi. Adapun, seluruh soundtrack-nya diciptakan oleh Michio Mamiya.

Grave of the Fireflies. (Sumber gambar: CBI Pictures)
Cerita Grave of the Fireflies diadaptasi dari cerita pendek semi-autobiografi berjudul sama karya Akiyuki Nosaka. Cerita yang ditulis tahun 1967 ini didasarkan pada pengalaman personalnya pada sebelum, selama, dan setelah peristiwa pengeboman di Kobe tahun 1945 oleh tentara Amerika.
Dalam ceritanya, sang penulis mengungkap kisah keluarganya yang pilu di situasi perang. Salah satu saudara perempuannya meninggal karena sakit, ayah angkatnya meninggal saat pengeboman api terjadi, dan adik angkatnya, Keiko, meninggal karena kekurangan gizi di Fukui. Cerita ini ditulis sebagai permintaan maaf pribadi sang penulis kepada Keiko, atas kematiannya.
Cerita tersebut pertama kali terbit di sebuah majalah sastra hingga akhirnya diterbitkan dalam sebuah buku bersama beberapa cerita pendek lainnya tahun 1968. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Grave of the Fireflies, akhirnya cerita itu diadaptasi menjadi film berjudul sama tahun 1988, tepat 20 tahun setelah penerbitan karya aslinya.
Saat perilisannya, film Grave of the Fireflies cukup sukses di box office Jepang. Film yang disutradarai Isao Takahata ini meraih total pendapatan sebesar 1,7 miliar Yen. Sebagai bagian dari Studio Ghibli Fest 2018, film ini juga dirilis secara terbatas di bioskop Amerika Serikat, dengan total pendapatan sebesar US$516.962.
Tak hanya itu, Grave of the Fireflies juga mendapat pujian kritis dari para kritikus. Di situs Rotten Tomatoes, film ini mendapat rating 9,3/10, sementara di Metacritic, meraih skor 94 dari 100. Film animasi ini dianggap sebagai magnum opus Isao Takahata sekaligus salah satu film animasi terhebat yang pernah dibuat, serta diakui sebagai karya utama animasi Jepang.
Grave of the Fireflies juga telah memenangkan penghargaan di tingkat internasional diantaranya Special Award di Blue Ribbon Awards 1989, serta Rights of the Child Award dan Animation Jury Award di Chicago International Children's Film Festival 1994.
Setelah sukses dengan film pertamanya, lanjutan Grave of the Fireflies dibuat dengan judul Border 1939, yang mengambil tema serupa tetapi berlatar tahun 1939 pada awal Perang Pasifik. Lalu pada 2005, stasiun televisi NTV Jepang memproduksi drama TV live-action Grave of the Fireflies, dalam rangka memperingati 60 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
Hadir juga versi live-action keduanya yang dirilis di Jepang pada 5 Juli 2008, yang menampilkan Reo Yoshitake sebagai Seita, Rina Hatakeyama sebagai Setsuko, Keiko Matsuzaka sebagai bibi, dan Seiko Matsuda sebagai ibu dari kakak-adik tersebut.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.