Komposer William Zeitler memainkan glass armonica (Sumber gambar: Youtube/Toronto Star)

Misteri Glass Armonica, Instrumen Ajaib Benjamin Franklin yang Punya Suara Magis

25 August 2025   |   14:19 WIB
Image
Tiffany Syabillah Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Bayangkan sebuah konser pada abad ke-18. Lampu lilin berkelip, para bangsawan memenuhi ruangan, lalu terdengar alunan nada bening bak bisikan malaikat. Suara itu datang dari glass armonica (harmonika kaca), instrumen musik unik ciptaan Benjamin Franklin. 

Instrumen tersebut sempat memikat Mozart, Beethoven, hingga Goethe. Akan tetapi, di balik pesonanya yang kuat, alat musik ini juga pernah dianggap berbahaya, bahkan dituduh bisa membuat pemainnya jatuh sakit, depresi, hingga gila.

Dilansir dari laporan Robert B. Craig bertajuk The Glass Armonica Its Development, Use, and Misuse as a Musical Instrument of Social Change in the Eighteenth Century, sebelum Franklin menyempurnakannya pada 1761, orang Eropa telah lama bermain musik dengan gelas anggur berisi air. Rubbing ringan di bibir gelas mampu menghasilkan nada-nada nyaring.

Franklin lalu punya ide cemerlang. Dia menata mangkuk-mangkuk kristal berbagai ukuran di atas poros yang berputar dengan pedal kaki. Sentuhan jari yang dibasahi air memunculkan nada murni, jernih, dan menembus konon dengan jangkauan empat oktaf.  

Baca juga: Fakta Unik Instrumen Rebab, Cikal Bakal Biola di Era Modern 

Instrumen ini segera jadi tren. Catatan menyebut ada lebih dari 5.000 glass armonica dibuat di Eropa pada akhir abad ke-18. Tidak heran, musisi besar pun tergoda. Mozart menulis beberapa karya khusus untuknya, termasuk "Adagio in C (K356)", sementara Beethoven sempat membuat komposisi singkat.

Tokoh lain seperti Paganini menyebut suaranya sebagai “suara surgawi untuk berdoa,” Goethe menilainya sebagai “darah hati dunia,” dan Thomas Jefferson menyebutnya sebagai “hadiah terbesar bagi dunia musik di abad ini". 

Menariknya, glass armonica tidak hanya hidup di panggung musik. Dr. Franz Mesmer, tokoh yang namanya melahirkan istilah “mesmerisme” menggunakan alat ini dalam praktik penyembuhan dengan animal magnetism. Suara mistis yang dihasilkan dianggap bisa menenangkan pasien dan memperkuat efek sugesti. 

Namun, asosiasi dengan Mesmer juga jadi awal dari sisi gelap instrumen ini. Banyak kalangan medis saat itu curiga, apakah suara yang terlalu menusuk saraf sehingga bisa memicu gangguan kesehatan? Beberapa laporan memperingatkan bahwa pemainnya bisa depresi, mudah murung, bahkan perlahan-lahan menghancurkan dirinya sendiri. 

Isu pun berkembang liar. Ada yang percaya glass armonica bisa memicu keguguran, merusak rumah tangga, bahkan membuat hewan peliharaan kejang-kejang. Beberapa negara Jerman sampai melarang pertunjukan setelah insiden seorang anak dilaporkan meninggal saat mendengar pertunjukan instrumen tersebut. 

Sebagian ahli menduga, bahaya sebenarnya mungkin berasal dari kristal kaca yang kala itu mengandung hingga 30 persen timbal. Sentuhan berulang bisa saja menyebabkan keracunan. Meski belum pernah terbukti secara ilmiah, isu ini cukup kuat untuk meruntuhkan pamornya. 

Kisah Franklin sendiri menggambarkan sisi magis alat musik ini. Istrinya pernah terbangun karena mendengar suaranya dari loteng rumah dan mengira dia sudah meninggal lalu mendengar musik malaikat di surga.

Namun, seiring waktu, glass armonica tersingkir oleh instrumen lain yang lebih kuat dan praktis, seperti piano. Kerapuhannya, sulitnya dimainkan, hingga gosip beracun, membuat instrumen ini perlahan hilang dari panggung besar.

Kini, glass armonica hanya tinggal catatan sejarah sekaligus misteri. Apakah benar instrumen ini berbahaya, atau sekadar korban prasangka zaman? Satu hal yang pasti, jejaknya sebagai simbol keajaiban, ketakutan, dan perubahan sosial di abad pencerahan membuatnya tak terlupakan. 

Baca juga: Banyak yang Enggak Sadar, Yuk Intip 4 Perbedaan Instrumen Viola & Violin 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Hypeprofil: CEO ESB Indonesia Gunawan Woen, dari Pasar Tradisional ke Teknologi F&B

BERIKUTNYA

Menenun Luka Merajut Harapan Suara Perupa di Pameran Out of Nowhere Vol. 2

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: