Potret sastrawan Pramoedya Ananta Toer pada 1960 (Sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Penutupan Perayaan Seabad Pramoedya Ananta Toer Direncanakan Digelar di Jakarta

24 August 2025   |   14:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Tahun ini, Indonesia tengah merayakan 100 tahun kelahiran sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer. Perayaan yang diberi nama Seabad Pram ini rencananya akan terus digelar selama setahun penuh, yang telah dimulai dari 6 Februari 2025 hingga 6 Februari 2026.

Selama satu tahun penuh, sejumlah acara budaya akan digelar di berbagai daerah. Titik awal peringatan digelar di kota Blora, tempat kelahiran sang sastrawan. Acara bertajuk Festival Blora Seabad Pram itu digelar pada 6-9 Februari 2025 lalu.  

Baca juga: Naskah Buku Baru Pramoedya Ananta Toer Ditemukan di Pasar Loak Senen

Setelah itu, perayaan digelar di berbagai daerah secara simultan, agar lebih banyak masyarakat bisa ikut serta mengenang karya dan pemikiran sang sastrawan. Namun, setelah berkeliling ke berbagai daerah, pihak keluarga memastikan nantinya acara penutupan peringatan Seabad Pram pada Februari bakal dipusatkan di Jakarta.

“Rencananya untuk penutupan Februari ada di Jakarta. Lokasinya kita sedang mencari yang cocok,” ujar perwakilan keluarga, Aditya Ananta Toer.

Adit mengaku masih mematangkan konsep acara penutupan akan seperti apa nantinya. Namun, sembari itu, sejumlah acara pra menuju ke acara puncak masih terus digelar.

Selama peringatan seabad Pramoedya Ananta Toer berlangsung, Aditya menjelaskan bahwa berbagai kegiatan telah digelar untuk mengenang warisan sang sastrawan. Tidak hanya pementasan seni dan diskusi, festival ini juga menghadirkan peluncuran ulang karya-karya Pram yang melegenda, termasuk Tetralogi Pulau Buru dengan edisi sampul khusus.

Selain itu, masyarakat juga bisa mengikuti kuliah kenangan, menyaksikan festival film dokumenter, hingga pameran sketsa dan patung wajah Pram. Rangkaian acara lainnya meliputi dramatic reading surat-surat Pramoedya, pameran arsip pribadi, residensi sastra di Pulau Buru, serta seminar pemikiran Pram.

Yang terbaru, acara peringatan Seabad Pram juga akan diiisi dengan pementasan monolog Bunga Penutup Abad bersama Titimangsa. Setelah sukses digelar pada 2016, 2017, dan 2018, pementasan teater Bunga Penutup Abad produksi Titimangsa secara khusus bakal dibawakan kembali tahun ini.

Pementasan ini merupakan alih wahana dari dua buku pertama Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer, yaitu Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Bunga Penutup Abad berkisah mengenai kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda. Nyai Ontosoroh kala itu khawatir mengenai keberadaan Annelies sehingga mengutus pegawainya, yaitu Robert Jan Dapperste atau Panji Darman, untuk menemani ke mana pun Annelies pergi. 

Kehidupan Annelies sejak berangkat dari Pelabuhan Surabaya terus dikabarkan melalui surat-surat oleh Panji Darman. Surat-surat itu bercap pos dari berbagai kota tempat singgahnya kapal yang ditumpangi Annelies. 

Minke selalu membacakan surat-surat itu kepada Nyai Ontosoroh. Surat demi surat itu perlahan membuka pintu-pintu nostalgia antara mereka bertiga. Di penghujung cerita, Minke mendapatkan kabar bahwa Annelies meninggal di Belanda. 

Meski dilanda kesedihan, Minke tetap pergi ke Batavia untuk melanjutkan sekolah menjadi dokter. Dalam perjalanan, dia membawa serta lukisan karya sahabatnya, Jean Marais. Lukisan potret Annelies itu diberi nama oleh Minke sebagai ‘Bunga Penutup Abad’.

Karakter-karakter Bunga Penutup Abad akan diperankan oleh Happy Salma sebagai Nyai Ontosoroh, serta menampilkan aktor-aktor terbaik Indonesia, yaitu Reza Rahadian sebagai Minke, Chelsea Islan sebagai Annelies, Andrew Trigg sebagai Jean Marais, dan Sajani Arifin sebagai May Marais.

Pertunjukan Bunga Penutup Abad akan ditampilkan pada 29, 30, dan 31 Agustus 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Selama tiga hari, penonton dapat melihat salah satu pentas alih wahana dari sastrawan kebanggaan Indonesia ini.

Baca juga: Pentas Bunga Penutup Abad Bakal Tampilkan Keindahan Bahasa Indonesia Klasik

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Profil Para Juara Clash of Champions 2, Vannes Jadi Pemenang

BERIKUTNYA

Produser Arya Ibrahim Cerita Soal Strategi Distribusi Film Pangku Garapan Reza Rahadian

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: