Produser Arya Ibrahim Cerita Soal Strategi Distribusi Film Pangku Garapan Reza Rahadian
24 August 2025 |
15:00 WIB
Film Pangku, yang menjadi debut penyutradaraan Reza Rahadian, berhasil lolos kurasi Busan International Film Festival (BIFF) 2025. Tak hanya diputar, karya produksi Gambar Gerak ini juga masuk program Vision, sebuah segmen yang menampilkan film independen inovatif dari Asia dan Korea sebagai gambaran arah sinema kawasan ke depan.
Produser Arya Ibrahim mengaku lega sekaligus bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, kabar baik ini menjadi salah satu momen yang paling ditunggu tim setelah melewati proses produksi panjang.
Baca juga: Film Pangku Karya Reza Rahadian Berkompetisi di Busan International Film Festival 2025
“Ini film debut penyutradaraan Reza sekaligus karya perdana Gambar Gerak, dan ternyata bisa masuk kompetisi BIFF mewakili Indonesia. Kebetulan tahun ini ada juga Mothernet [sebagai perwakilan lain dari Indonesia, RED]," kata Arya kepada Hypeabis.id.
Arya mengaku sudah tidak sabar menantikan festival tersebut. Baginya, menarik melihat bagaimana audiens global akan merespons film ini. Penayangan Pangku di BIFF baginya juga terasa istimewa karena berstatus world premiere, atau pertama kali diputar di dunia.
Mengenai distribusi, Arya menegaskan sejak awal dirinya dan Reza tidak memiliki target berlebihan. Saat produksi, mereka hanya berusaha membuat film dengan standar baik tanpa berpikir jauh untuk berkeliling festival.
Namun, setelah proses syuting selesai dan film masuk tahap editing, mereka mulai melakukan peninjauan. Dari situlah muncul keyakinan bahwa Pangku lebih cocok diarahkan ke festival terlebih dahulu, sebelum masuk ke bioskop komersi. Selanjutnya, berbagai strategi distribusi mulai ditempuh oleh timnya.
Sebelum diputar, Arya dan Reza memang telah beberapa kali mendatangi market film untuk memperkenalkan karya ini sekaligus pitching ke stakeholder internasional. Arya menyebut Pangku akhirnya mulai mendapatkan tempat setelah meraih penghargaan White Light Post-Production Award di JAFF Future Project 2024.
Setelah itu, film ini juga terpilih sebagai salah satu pemenang Asia Film Financing Forum ke-23 (HAF23) di Hong Kong. Kemenangan itu membawa Pangku tampil di program HAF Goes to Cannes di Cannes Film Festival 2025. Setelahnya, film ini juga dibawa ke sejumlah market lain, termasuk Far East Film Festival di Italia.
“Kemarin, kita juga baru dapat dukungan pendanaan dari Red Sea International Film Festival (IFF) di Jeddah,” ungkap Arya.
Arya mengatakan sebagai sebuah film, Pangku memang menawarkan daya tarik yang kebaruan yang unik. Menurut Arya, penyutradaraan Reza ternyata menampilkan gaya visual yang berbeda dari sutradara-sutradara yang pernah bekerja sama dengannya.
Eksplorasi yang dicoba oleh Reza ini melahirkan ciri khas tersendiri yang jarang terlihat di film Indonesia. Hal inilah yang membuatnya yakin menatap distribusi internasional berkat permainan teknis menariknya.
Kendati demikian, film Pangku secara cerita masih menyuguhkan kisah yang penuh kelolakan. Ceritanya akan dekat dengan masyarakat Indonesia sehingga mudah dirasakan banyak penonton.
Di sisi lain, ketika film ini mulai diarahkan ke distribusi internasional, Arya mengatakan dirinya dan Reza memahami Pangku punya kesempatan besar untuk tampil. Sebab, film ini masuk ke dalam segmen first directing.
Dia mengatakan banyak festival besar memang memberikan ruang khusus bagi sutradara yang baru pertama kali menggarap film panjang. Menurut Arya, peluang ini tidak boleh dilewatkan oleh Reza Rahadian yang baru saja debut sebagai sutradara lewat Pangku.
“Waktu itu memang kita bilang ke Reza, targetnya ke arah situ. Karena di luar negeri ada section khusus buat debut sutradara. Biasanya film pertama atau kedua dapat panggung yang cukup besar,” ungkapnya.
Kategori first directing sendiri kerap menjadi sorotan karena banyak sutradara besar dunia memulai karier internasional mereka dari sini. Dengan adanya slot khusus ini, karya debutan punya kesempatan tampil sejajar dengan film-film mapan, bahkan menarik perhatian distributor, kritikus, dan juri festival. Arya menyadari bahwa positioning film debut seperti Pangku bisa menjadi kunci untuk membuka jalan ke festival-festival lain.
Maka dari itu, Arya dan Reza sepakat untuk memaksimalkan momentum tersebut. Setelah sukses menembus Busan, ia berharap Pangku dapat terus berkeliling ke festival internasional lain. Meski begitu, Arya masih enggan membocorkan festival mana lagi yang akan disinggahi film ini.
Di luar itu, terkait dengan penayangan komersil film ini di Indonesia, Arya juga belum bisa berbicara terlalu banyak. Namun, dia memberi sinyal bahwa kabar terbaru akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Baca juga: Poster Perdana Pangku Rilis, Film Debut Reza Rahadian Siap Tayang Tahun Ini
Produser Arya Ibrahim mengaku lega sekaligus bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, kabar baik ini menjadi salah satu momen yang paling ditunggu tim setelah melewati proses produksi panjang.
Baca juga: Film Pangku Karya Reza Rahadian Berkompetisi di Busan International Film Festival 2025
“Ini film debut penyutradaraan Reza sekaligus karya perdana Gambar Gerak, dan ternyata bisa masuk kompetisi BIFF mewakili Indonesia. Kebetulan tahun ini ada juga Mothernet [sebagai perwakilan lain dari Indonesia, RED]," kata Arya kepada Hypeabis.id.
Arya mengaku sudah tidak sabar menantikan festival tersebut. Baginya, menarik melihat bagaimana audiens global akan merespons film ini. Penayangan Pangku di BIFF baginya juga terasa istimewa karena berstatus world premiere, atau pertama kali diputar di dunia.
Mengenai distribusi, Arya menegaskan sejak awal dirinya dan Reza tidak memiliki target berlebihan. Saat produksi, mereka hanya berusaha membuat film dengan standar baik tanpa berpikir jauh untuk berkeliling festival.
Namun, setelah proses syuting selesai dan film masuk tahap editing, mereka mulai melakukan peninjauan. Dari situlah muncul keyakinan bahwa Pangku lebih cocok diarahkan ke festival terlebih dahulu, sebelum masuk ke bioskop komersi. Selanjutnya, berbagai strategi distribusi mulai ditempuh oleh timnya.
Sebelum diputar, Arya dan Reza memang telah beberapa kali mendatangi market film untuk memperkenalkan karya ini sekaligus pitching ke stakeholder internasional. Arya menyebut Pangku akhirnya mulai mendapatkan tempat setelah meraih penghargaan White Light Post-Production Award di JAFF Future Project 2024.
Setelah itu, film ini juga terpilih sebagai salah satu pemenang Asia Film Financing Forum ke-23 (HAF23) di Hong Kong. Kemenangan itu membawa Pangku tampil di program HAF Goes to Cannes di Cannes Film Festival 2025. Setelahnya, film ini juga dibawa ke sejumlah market lain, termasuk Far East Film Festival di Italia.
“Kemarin, kita juga baru dapat dukungan pendanaan dari Red Sea International Film Festival (IFF) di Jeddah,” ungkap Arya.
Arya mengatakan sebagai sebuah film, Pangku memang menawarkan daya tarik yang kebaruan yang unik. Menurut Arya, penyutradaraan Reza ternyata menampilkan gaya visual yang berbeda dari sutradara-sutradara yang pernah bekerja sama dengannya.
Eksplorasi yang dicoba oleh Reza ini melahirkan ciri khas tersendiri yang jarang terlihat di film Indonesia. Hal inilah yang membuatnya yakin menatap distribusi internasional berkat permainan teknis menariknya.
Kendati demikian, film Pangku secara cerita masih menyuguhkan kisah yang penuh kelolakan. Ceritanya akan dekat dengan masyarakat Indonesia sehingga mudah dirasakan banyak penonton.
Memaksimalkan Tradisi First Directing
Di sisi lain, ketika film ini mulai diarahkan ke distribusi internasional, Arya mengatakan dirinya dan Reza memahami Pangku punya kesempatan besar untuk tampil. Sebab, film ini masuk ke dalam segmen first directing.Dia mengatakan banyak festival besar memang memberikan ruang khusus bagi sutradara yang baru pertama kali menggarap film panjang. Menurut Arya, peluang ini tidak boleh dilewatkan oleh Reza Rahadian yang baru saja debut sebagai sutradara lewat Pangku.
“Waktu itu memang kita bilang ke Reza, targetnya ke arah situ. Karena di luar negeri ada section khusus buat debut sutradara. Biasanya film pertama atau kedua dapat panggung yang cukup besar,” ungkapnya.
Kategori first directing sendiri kerap menjadi sorotan karena banyak sutradara besar dunia memulai karier internasional mereka dari sini. Dengan adanya slot khusus ini, karya debutan punya kesempatan tampil sejajar dengan film-film mapan, bahkan menarik perhatian distributor, kritikus, dan juri festival. Arya menyadari bahwa positioning film debut seperti Pangku bisa menjadi kunci untuk membuka jalan ke festival-festival lain.
Maka dari itu, Arya dan Reza sepakat untuk memaksimalkan momentum tersebut. Setelah sukses menembus Busan, ia berharap Pangku dapat terus berkeliling ke festival internasional lain. Meski begitu, Arya masih enggan membocorkan festival mana lagi yang akan disinggahi film ini.
Di luar itu, terkait dengan penayangan komersil film ini di Indonesia, Arya juga belum bisa berbicara terlalu banyak. Namun, dia memberi sinyal bahwa kabar terbaru akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Baca juga: Poster Perdana Pangku Rilis, Film Debut Reza Rahadian Siap Tayang Tahun Ini
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.