Chelsea Islan (tengah) (Sumber gambar: Titimangsa)

Cerita Chelsea Islan Saat Mendalami Karakter Annelies di Pentas Bunga Penutup Abad

29 August 2025   |   17:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Aktris Chelsea Islan kembali dipercaya memerankan tokoh Annelies di pentas teater Bunga Penutup Abad. Sosok Annelies, yang terinspirasi dari karya sastra Pramoedya Ananta Toer, seolah telah menjadi bagian yang melekat dalam perjalanan akting Chelsea di panggung teater.

Chelsea pertama kali memerankan karakter ini di pentas pertama Bunga Penutup Abad pada 2016. Dia kembali menghidupkan karakter ini dalam pementasan yang sama pada 2017 dan 2018. Kini, setelah tujuh tahun, Chelsea kembali memerankan karakter tersebut.

Baca juga: Panggung Putar Jadi Suguhan Baru Pementasan Bunga Penutup Abad

"Senang sekali ya, akhirnya bisa kembali ke karakter ini. Yang pasti, pentas keempat ini akan ada sesuatu yang berbeda lagi," ungkapnya.

Dalam pertunjukan nanti, Chelsea akan menampilkan Annelies dengan lapisan emosi yang lebih dalam. Proses pendalaman karakter bagi Chelsea tidak pernah berhenti di satu titik. Dia terus membaca ulang karya-karya Pramoedya hingga berdiskusi dengan sutradara. Dengan demikian, dirinya bisa merepresentasikan kehidupan perempuan Indo-Belanda di masa kolonial dengan lebih autentik.

Kebetulan, katanya, secara khusus sutradara juga punya pandangan yang sama. Dalam pertunjukan nanti, akan ada porsi yang lebih besar tertuju pada perasaan-perasaan Annelies yang selama ini belum tervisualkan di pementasan.

"Memang ada adegan penambahan ya nanti, yang itu akan menggambarkan kondisi batin dan psikologis Annelies . Bagaimana dia makin rapuh dan mengapa dia menjalankan hari-harinya menjadi orang yang sering ling-lung dan melamun," imbuhnya.

Setelah pentas keempat, Chelsea mengaku bisa lebih memahami dan mendalami lebih jauh perasaan-perasaan yang dialami Annelies . Dahulu, katanya, usianya saat pentas berkisar 23 tahun. Namun, sekarang, dia mementaskan karakter ini saat usia 30 tahun dengan berbagai tambahan pengalaman hidup yang sudah terjadi.

Menurutnya, selain pendalaman karakter, para pemain juga perlu mempersiapkan vokal dan fisik. Chelsea mengibaratkan tampil di panggung teater layaknya berlari maraton, sehingga membutuhkan latihan fisik intens setiap hari.

"Kami juga ada warm-up nya. Biasanya sama Kang Wawan juga, kayak seperti yoga dan tai chi. Ada metode teater Suzuki juga ya buat memperkuat stamina dan badan juga, karena kan harus on terus nonstop di stage," jelasnya.

Kemudian, salah satu hal menarik dari pementasan ini terletak pada penggunaan bahasa. Para pemain akan membawakan dialog dengan bahasa Indonesia klasik sebagaimana tertulis dalam buku, sehingga perlu penyesuaian kembali di dalamnya.

Meski begitu, Chelsea meyakini penggunaan bahasa klasik tidak akan mengurangi kekuatan ekspresi para pemain. Sebaliknya, hal tersebut justru memberi nuansa keindahan tersendiri di atas panggung.
 

(ki-ka) Reza Rahadian, Happy Salma, Sajani Arifin, Chelsea Islan, Andrew Trigg (Sumber gambar: Titimangsa)

(ki-ka) Reza Rahadian, Happy Salma, Sajani Arifin, Chelsea Islan, Andrew Trigg (Sumber gambar: Titimangsa)


Bunga Penutup Abad merupakan pentas produksi Titimangsa dan Bakti Budaya Djarum Foundation. Pentas ini akan digelar pada  29, 30, dan 31 Agustus 2025 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, sebagai bagian dari peringatan seabad penulis legendaris Pramoedya Ananta Toer.

Bunga Penutup Abad berkisah mengenai kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda. Nyai Ontosoroh kala itu khawatir mengenai keberadaan Annelies sehingga mengutus pegawainya, yaitu Robert Jan Dapperste atau Panji Darman, untuk menemani ke mana pun Annelies pergi. 

Kehidupan Annelies sejak berangkat dari Pelabuhan Surabaya terus dikabarkan melalui surat-surat oleh Panji Darman. Surat-surat itu bercap pos dari berbagai kota tempat singgahnya kapal yang ditumpangi Annelies. 

Minke selalu membacakan surat-surat itu kepada Nyai Ontosoroh. Surat demi surat itu perlahan membuka pintu-pintu nostalgia antara mereka bertiga. Di penghujung cerita, Minke mendapatkan kabar bahwa Annelies meninggal di Belanda. 

Meski dilanda kesedihan, Minke tetap pergi ke Batavia untuk melanjutkan sekolah menjadi dokter. Dalam perjalanan, dia membawa serta lukisan karya sahabatnya, Jean Marais. Lukisan potret Annelies itu diberi nama oleh Minke sebagai ‘Bunga Penutup Abad’.

Karakter-karakter Bunga Penutup Abad akan diperankan oleh Happy Salma sebagai Nyai Ontosoroh, serta menampilkan aktor-aktor terbaik Indonesia, yaitu Reza Rahadian sebagai Minke, Chelsea Islan sebagai Annelies, Andrew Trigg sebagai Jean Marais, dan Sajani Arifin sebagai May Marais. Adapun sutradara dalam pementasan kali ini akan dinakhodai oleh Wawan Sofwan.

Baca juga: Pentas Bunga Penutup Abad Bakal Tampilkan Keindahan Bahasa Indonesia Klasik

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Vivo V60 Bawa Kamera Flagship yang Pas Buat Nonton Konser

BERIKUTNYA

Pentas Bunga Penutup Abad Hadirkan Warna Berbeda, Apa Saja Pembaharuannya?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga