Finalis Clash of Champions Season 2. (Sumber gambar: X/Ruangguru)

Profil Para Juara Clash of Champions 2, Vannes Jadi Pemenang

24 August 2025   |   09:09 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Grand Final ajang Clash of Champions Season 2 rampung digelar pada Sabtu (23/8/2025) di Balai Sarbini, Jakarta. Babak akhir ini mempertemukan tiga grand finalis, yakni Vannes dari Nanyang Technological University (NTU), Deo dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Roche dari Universitas Indonesia (UI).
 
Clash of Champions atau COC merupakan sebuah show kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus ternama baik dari dalam maupun luar negeri untuk diadu kecerdasannya. 

Baca juga: Profil Shakira Amirah, Mahasiswi Kedokteran UI Pemenang Clash of Champions Ruangguru
 
Dalam acara ini, para peserta akan diuji kemampuan mereka dalam bidang hitungan, spasial, logika, pemecahan masalah, dan hafalan yang dikemas dalam bentuk tantangan dengan tingkat kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
 
Di babak Grand Final, Vannes, Roche dan Deo memainkan beberapa game yang mengandalkan logika, berhitung dan memori. Ketiganya memperebutkan gelar juara dalam permainan yang berlangsung seru dan ketat. Hasilnya, Vannes dari NTU menjadi pemenang Clash of Champions 2, diikuti Roche sebagai Juara 2, dan Deo di posisi Juara 3.
 
Episode 16 Clash of Champions Season 2 dimulai dengan permainan Number Detective. Dalam game ini, ketiga peserta akan memilih angka bebas untuk kemudian ditebak oleh para peserta lain. Dipandu oleh Co-Founder sekaligus COO Ruangguru Iman Usman, di babak ini Deo harus puas berada di posisi ketiga, sementara Roche dan Vannes bertarung ke game selanjutnya untuk memperebutkan juara.
 
Pada babak Top 2, Vannes dan Roche harus memainkan tiga game yakni Logic Race, Memory Stack dan Number Trail yang kali ini dipandu oleh CEO Ruangguru Belva Devara. Vannes berhasil unggul dari Roche untuk skor di game pertama, membuatnya bisa keluar sebagai juara jika menang di game kedua.
 
Namun, plot twist terjadi di game Memory Stack. Satu jawaban lagi Vannes bisa mendapat Bingo dan keluar sebagai juara. Tapi, Roche berhasil bangkit dan melakukan comeback di game ini. Dia akhirnya menang dengan jumlah poin 13-11 dari Vannes.
 
Number Trail menjadi game penentuan. Fokus dan kemampuan berhitung Roche dan Vannes kembali diuji. Keduanya saling mengejar poin, namun lagi-lagi Vannes berhasil mengungguli Roche. Di game ini, Vannes berhasil mengumpulkan 36 poin sementara Roche harus puas dengan 12 poin. Hasil ini membuat Vannes resmi menjadi pemenang Clash of Champions Season 2.
 

Profil 3 Juara Clash of Champions Season 2

Dengan memenangkan Clash of Champions Season 2, Vannes, Roche, dan Deo pun kini menjadi idola baru khususnya di kalangan pelajar untuk semangat meraih prestasi. Untuk lebih mengenal mereka, simak profil dari ketiga juara Clash of Champions Season 2.
 

Vannes (Juara 1)

 


Vannes yang punya nama lengkap Vannes Wijaya adalah mahasiswa jurusan Ilmu Komputer di Nanyang Technological University Singapore (NTU). Lahir di Pekanbaru, 20 Desember 2005, Vannes memiliki kemampuan menakjubkan di bidang matematika dan programming. 
 
Sederet prestasi di bidang programming dan coding telah diraihnya, seperti menjadi 2nd runner up di kompetisi pemrograman terbesar di dunia, TCS CodeVita XI m, yang pesertanya lebih dari 444.000 dari 94 negara. Selain itu, Vannes juga pernah meraih medali perak di ajang 34th & 35th International Olympiad in Informatics (IOI), plus medali perak di ICPC Asia Hanoi 2024 dan ICPC Asia Jakarta 2024.
 
Selama mengikuti ajang Clash of Champions Season 2, Vannes menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Misalnya di babak Death Match: Brain Rush, sebelum soal numerik selesai dibacakan Aurora, dia sudah tekan bel dan memberikan penjelasan yang tepat. Begitupun di Battle of 3: Flickering Sum yang penuh hitung-hitungan, Vannes jadi orang pertama yang berhasil menjawab soal. 
 

Roche (Juara 2)

 


Roche yang punya nama asli Keisha Rochelline Simorangkir adalah mahasiswa jurusan Kedokteran di Universitas Indonesia. Lahir di Jakarta, 3 Februari 2006, Roche merupakan mahasiswa angkatan 2024 yang meraih IPK 3,97/4.
 
Sejak di bangku SMA, Roche sudah memiliki ketertarikan kuat di bidang Biologi hingga meraih segudang prestasi, diantaranya Silver Medal 35th International Biology Olympiad (IBO) Kazakhstan 2024, Gold Medal & Best Experiment Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Biologi 2023, dan Absolute Winner & Gold Medal Kompetisi Sains Ruangguru (KSR) Bidang Biologi 2023.
 
Roche menyukai Biologi lantaran ilmu yang menghubungkan pengetahuan dengan kemanusiaan, membuka mata tentang kehidupan yang diciptakan Tuhan dengan begitu kompleks dan teratur. Karena alasan itu, dia pun sejak kecil bercita-cita menjadi dokter.
 
Di luar dunia akademik, Roche punya hobi melakukan berbagai kegiatan olahraga outdoor seperti hiking atau berpetualang di alam bebas. Dia juga hobi olahraga yoga sebagai cara untuk menyeimbangkan diri sekaligus recharge di tengah kesibukannya.
 

Deo (Juara 3)

 


Deo yang punya nama lengkap Amadeo Yesa adalah mahasiswa jurusan Teknik Informatika di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Lahir di Surabaya, 25 Juni 2005, Deo telah menarik perhatian sejak awal partisipasinya di Clash of Champions 2 lantaran meraih nilai UTBK 2023 tertinggi yakni 827,94 dari total 803.852 peserta
 
Dia juga pernah meraih Medali Perak di ajang Olimpiade Sains Nasional Bidang Kimia 2022. Hal itu didapatnya lantaran dirinya memiliki ketertarikan yang kuat terhadap bidang kimia, termasuk informatika dan coding yang melatihnya untuk bisa memecahkan berbagai masalah.
 
Di luar dunia akademik, Deo hobi mendengarkan musik dan mengoleksi vinyl atau piringan hitam. Musik yang didengarkannya pun beragam, mulai dari jazz, jazz fusion, soul, rock, hingga progressive rock. Beberapa musisi favoritnya seperti Casiopea, T-Square, The Dave Brubeck Quartet, Dave Koz hingga Dream Theater. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
 

SEBELUMNYA

Serba-Serbi Kereta Api Khusus Petani-Pedagang yang Masuk Tahap Uji Coba

BERIKUTNYA

Penutupan Perayaan Seabad Pramoedya Ananta Toer Direncanakan Digelar di Jakarta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: