Nirina Zubir dalam film Hanya Namamu Dalam Doaku (Sumber gambar: Yotube/Sinemaku Pictures)

Review Hanya Namamu Dalam Doaku : Cerita Tentang Air Mata, Cinta, & Penerimaan

21 August 2025   |   21:40 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Kesederhanaan cerita dan akting para pemain menjadi kekuatan dalam film Hanya Namamu Dalam Doaku garapan sutradara Reka Wijaya. Karya yang mengangkat tentang penderita Amyotrophic Lateral Sclerosis itu akan membawa Genhype menyadari betapa penting komunikasi dalam suatu hubungan.

Jika Genhype ingin cerita dengan akhir penuh kejutan, film Hanya Namamu Dalam Doaku mungkin bukan menjadi pilihan. Namun, karya ini dapat menjadi pilihan ketika Genhype ingin merasakan betapa penting ketulusan dan keberadaan orang terdekat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Enno Lerian Kembali ke Layar Lebar Lewat Film Hanya Namamu Dalam Doaku

Film ini mengisahkan kehidupan bahagia keluarga kecil yang tiba-tiba mendadak porak-poranda akibat sang ayah yang didiagnosis menderita penyakit langka, yakni Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

Alur cerita Hanya Namamu Dalam Doaku berjalan maju dan terbagi dalam 3 babak. Pertama adalah perkenalan, penonton akan mendapatkan suguhan tentang gambaran keluarga kecil Arga yang bahagia bersama dengan anak dan sang istri.

Genhype akan diperlihatkan cita-cita sang anak yang ingin pergi ke London, Inggris dan sang istri yang ingin membuka restoran makanan. Arga sebagai kepala keluarga yang menjalankan usaha berusaha mewujudkan semua itu.

Perkenalan tentang latar belakang Hanggini sebelum menjalani pernikahan dan janji Arga yang memutuskan untuk mempersuntingnya juga tersaji – meskipun dalam waktu yang singkat dan momen pernikahan.

Babak kedua cerita ini masuk ke bagian konflik. Arga yang kerap merasakan tangannya kadang tidak bisa memegang atau kesemutan didiagnosis menderita ALS. Tidak ingin keluarganya khawatir, dia menyembunyikan penyakit itu.

Kekhawatiran itu makin besar saat dia melihat betapa menyedihkannya seorang wanita yang merawat suaminya karena menderita ALS. Arga membayangkan kejadian itu dialami oleh Hanggini ketika harus merawatnya yang tidak bisa lagi melakukan apa-apa.

“Bumbu” konflik juga dimasukkan oleh penulis cerita dalam bentuk perselingkuhan dan selisih paham. Tidak hanya itu, peran aktor pendukung yang menjadi pemicu ketegangan juga hadir untuk menguatkan konflik.

Cerita memasuki puncak konflik ketika kata cerai terucap. Semua kisah manis dalam rumah tangga yang dibangun runtuh seketika. Hubungan antara ketiganya, istri, suami, dan anak seketika renggang.

Memasuki babak akhir, konflik perlahan mereda dengan cerita Hanggini mengetahui kenyataan pahit tentang Arga yang menderita ALS. Perasaan marah seketika hilang, berganti dengan penerimaan yang tulus atas kondisi sang suami.

Alur yang sederhana itu membuat cerita dan emosi yang ingin disampaikan pun mudah dicerna oleh para penonton. Kesederhanaan itu juga kian diperkuat dengan akting para pemain dalam film ini.

Vino G. Bastian yang berperan sebagai Arga mampu dengan baik memerankan karakter penderita ALS dalam komposisi yang pas. Dia mampu menggambarkan dengan jelas perubahan fisik, keterbatasan gerak, sekaligus pergulatan batin seorang ayah yang berusaha tetap kuat di depan keluarganya meski tubuhnya perlahan melemah.

Akting apik itu makin kuat saat beradu dengan Nirina Zubir yang memainkan karakter Hanggini. Nirina Zubir mampu menunjukkan rentang emosi yang sangat luas, yakni wanita penuh kasih sayang terhadap anak dan suami, terluka karena dikhianati, sampai sosok kuat yang dapat menerima keadaan. Dia juga mampu menyajikan peran yang begitu natural sebagai seorang ibu dan istri.

Sementara Anantya Kirana menyajikan akting yang begitu segar dalam film Hanya Namamu Dalam Doaku. Dia berhasil menggambarkan perasaan anak yang berada pada fase perkembangan dan harus menghadapi masalah keluarga. Mimpi dan cita-citanya terasa begitu hancur, tetapi tetap berusaha tegar. Dia menunjukkan itu dalam gestur dan tatapannya.

Sinematografi Hanya Namamu Dalam Doaku juga menjadi bagian yang menarik dalam film ini. Genhype akan melihat beberapa adegan yang disajikan dengan framing yang hangat dan cahaya natural, sehingga kesan intim dan emosional dapat terbangun.

Meskipun dominan statis, Hanya Namamu Dalam Doaku juga menyajikan sudut pengambilan gambar dari sudut pandang point of view di beberapa bagian, sehingga membuat seolah-olah penonton menjadi bagian dalam karya ini walau tampak sejenak.

Di antara berbagai sudut pengambilan gambar, pengambilan close-up menjadi salah satu yang cukup dominan – termasuk kondisi tangan Arga yang kerap mengalami kesemutan. Selain itu, sudut pengambilan gambar ini juga kerap dilakukan untuk memperlihatkan emosi kedua pemeran utama, yakni Vino & Nirina.

Selain visual, aspek audio juga memainkan peranan penting. Lagu atau sound juga menjadi bagian yang menarik lantaran kehadirannya akan memperkuat silent moment atau membangun suasana, sehingga terasa lebih emosional. Tidak hanya itu, tempo yang lambat juga memberikan kesempatan bagi penonton untuk menikmati sajian emosional itu.

Seperti dua sisi mata uang, cerita Hanya Namamu Dalam Doaku bisa menjadi sesuatu yang biasa saja bagi sebagian orang dengan semua yang disajikan. Genhype yang juga berharap terdapat eksplorasi mendalam tentang medis ALS tidak akan menemukannya dalam film ini mengingat yang tersaji adalah cerita tentang orang-orang di sekitar penderita ALS.

Tidak hanya itu, adegan yang penuh dengan tangis dan air mata juga bisa menjadi bumerang karena tidak menutup kemungkinan akan terasa begitu melodrama.

Meskipun begitu, Hanya Namamu Dalam Doaku menjadi film yang tidak boleh dilewatkan oleh Genhype. Karya ini akan memberikan sebuah pengalaman menonton yang penuh perasaan, terutama bagi Genhype yang ingin menyaksikan kisah sederhana namun sarat makna tentang keluarga, cinta, dan penerimaan.

Baca juga: Produser Umay Shahab Ungkap Ide Pembuatan Film Hanya Namamu Dalam Doaku

SEBELUMNYA

4 Konser Gratis di Jabodetabek Akhir Pekan Ini, Wajib Masuk Kalender

BERIKUTNYA

Grup Band GIGI Merilis Single Anyar Berjudul Semua Kan Terjawab

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga