Ilustrasi anatomi tubuh (Sumber: Freepik)

Awas Cacing Gelang Pemicu Infeksi Berbahaya yang Merenggut Nyawa Anak 4 Tahun di Sukabumi

21 August 2025   |   13:50 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Cacing gelang membuat bocah usia 4 tahun asal Sukabumi, Jawa Barat bernama Raya meninggal dunia. Melalui keterangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, setidaknya terdapat sekitar 1 kg cacing gelang dalam tubuh mungil anak tersebut. Diketahui, Raya menderita infeksi yang disebut ascaris lumbricoides, salah satu parasit usus yang menginfeksi manusia di dunia.

Meskipun sering kali tidak menimbulkan gejala, pada kasus tertentu dapat menyebabkan masalah kesehatan serius terutama pada anak-anak. Melansir publikasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, Ascaris adalah cacing parasit yang hidup di usus kecil dan termasuk dalam kelompok soil-transmitted helminth (STH). Infeksi ini diperkirakan memengaruhi 772-892 juta orang secara global terutama di wilayah tropis dan subtropis Asia, Afrika sub-Sahara, dan Amerika Latin.

Baca juga: 5 Penyakit Kuku Tangan dan Kaki yang Sering Diabaikan, Onychomycosis sampai Beau’s Lines

Melansir Cleveland Clinic, penyakit yang lazim disebut askariasis ini terjadi karena kontak tangan ke mulut dengan telur cacing gelang. Parasit ini bisa menyebabkan sakit perut, diare sesekali, hingga demam. Cacing gelang berukuran cukup besar, betina dewasa bisa mencapai panjang 20-35 cm, sedangkan jantan sekitar 15-30 cm.

Penularan terjadi ketika seseorang  menelan telur cacing dari tanah atau makanan yang terkontaminasi tinja manusia. Beberapa faktor risikonya antara lain buang air besar sembarangan atau sanitasi buruk, menggunakan tinja manusia sebagai pupuk, tidak mencuci tangan dengan sabun setelah dari toilet atau sebelum makan, dan mengonsumsi buah dan sayuran mentah yang tidak dicuci bersih.


Gejala Askariasis

Gejala umum Askariasis adalah sakit perut atau ketidaknyamanan di perut, diare sesekali, penyumbatan usus, gangguan pertumbuhan dan gizi buruk, serta batuk atau sesak napas akibat larva bermigrasi ke paru-paru.

Diagnosis askariasis dapat dilakukan melalui pemeriksaan sampel tinja di bawah mikroskop untuk menemukan telur cacing. Pada infeksi berat, pasien kadang bisa  mengeluarkan cacing dewasa lewat feses atau batuk. Pengobatan harus segera dilakukan dengan obat antiparasit yang bisa membunuh cacing dewasa di usus. Perawatan biasanya berlangsung sekitar 1-3 hari.

Untuk pencegahan, sebaiknya lakukan pola hidup bersih dan sehat. Misalnya, dengan mencuci tangan dengan sabun setelah dari toilet dan sebelum makan, kemudian mencuci, mengupas, atau masak buah dan sayuran sebelum dikonsumsi, lalu gunakan fasilitas sanitasi yang layak dan tidak buang air besar sembarangan. Hindari juga air yang terkontaminasi dengan tinja, atau menggunakan pupuk dari feses manusia untuk tanaman.

Penting juga untuk mengajarkan anak-anak tentang mencuci tangan yang baik dan benar. Mencuci tangan harus dilakukan dengan sabun dan air mengalir. Mulai dengan membasahi seluruh tangan dengan air bersih dan mengalir, kemudian gosok sabun ke telapak tangan, punggung tangan, serta sela-sela jari, dan jangan lupa membersihkan bagian bawah kuku. Setelah digosok, bilas tangan dengan air mengalir, lalu keringkan menggunakan handuk, tisu, atau cukup dengan diangin-anginkan.

SEBELUMNYA

Imbas Gempa Bekasi, Perjalanan KRL Sempat Tertunda dan Kembali Beroperasi

BERIKUTNYA

Sambut Pengakuan UNESCO, ANRI Gelar Pameran Arsip Surat-Surat Kartini

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: