5 Penyakit Kuku Tangan dan Kaki yang Sering Diabaikan, Onychomycosis sampai Beau’s Lines
01 August 2025 |
14:30 WIB
Kuku tangan dan kaki menjadi cerminan dari kesehatan seseorang secara keseluruhan. Meski sering kali diabaikan, kuku bisa menunjukkan tanda-tanda awal adanya gangguan medis, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi sistemik yang lebih serius.
Berbagai penyakit kuku dapat menyerang siapa saja. Penyebabnya karena kebiasaan sehari-hari, paparan lingkungan, maupun faktor genetik dan autoimun. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari gejala-gejala awal yang muncul pada kuku, sehingga pengobatan pun sering terlambat dilakukan.
Mengutip Very Well Health, berikut macam-macam penyakit kuku tangan dan kaki yang umum terjadi.
Baca juga: 5 Cara Merawat Kuku saat Pakai Gel Nail Polish dengan Lampu UV
Gejalanya dimulai dengan perubahan warna pada kuku menjadi kuning, putih, atau cokelat diikuti penebalan, permukaan yang rapuh, hingga kuku tampak terangkat atau terlepas dari dasar kuku. Kuku yang terinfeksi juga bisa mengeluarkan bau tak sedap atau terasa nyeri saat ditekan.
Penanganan onychomycosis tidak bisa instan, karena kuku tumbuh lambat. Pengobatan dapat berupa obat antijamur topikal, obat oral, hingga terapi laser pada kasus yang kronis. Pencegahan sangat penting dan meliputi kebersihan kaki dan tangan, menjaga kuku tetap kering, serta menghindari penggunaan alat pedikur bersama tanpa sterilisasi yang tepat.
Gejala awalnya meliputi kemerahan, pembengkakan, dan nyeri di sekitar kuku. Bila infeksinya parah, dapat terbentuk abses kecil berisi nanah. Pada paronychia kronis, area sekitar kuku menjadi mengeras dan menebal, serta infeksi bisa kambuh berulang.
Penanganan awal meliputi kompres hangat untuk meredakan bengkak, diikuti penggunaan salep antibiotik atau antijamur. Pada kasus berat, dokter mungkin meresepkan antibiotik oral atau melakukan drainase abses. Pencegahan terbaik adalah menghindari cedera pada kutikula dan menjaga tangan tetap kering, terutama bagi mereka yang sering berkontak dengan air dan sabun.
Penyebabnya beragam, mulai dari luka fisik, reaksi alergi terhadap produk perawatan kuku, paparan bahan kimia, infeksi jamur, hingga penyakit sistemik seperti hipertiroidisme dan psoriasis. Onycholysis bisa menjadi pintu masuk bagi infeksi sekunder. Karena bagian kuku yang terangkat tidak lagi mendapat suplai nutrisi yang cukup, kuku menjadi rapuh dan mudah rusak.
Pengobatan tergantung pada penyebab utamanya, misalnya bila disebabkan oleh infeksi jamur, maka pengobatan antijamur akan diberikan. Selain itu, kuku harus dijaga agar tetap kering dan bersih, serta semua faktor penyebab harus dihindari. Dalam banyak kasus, kuku akan tumbuh kembali dan melekat seperti semula dalam beberapa bulan, tetapi prosesnya lama.
Tanda-tandanya meliputi pitting (lubang-lubang kecil di permukaan kuku), perubahan warna menjadi kekuningan atau kecoklatan, penebalan, dan pemisahan kuku dari dasar kuku (mirip dengan onycholysis). Pada kondisi lanjut, kuku bisa hancur dan tumbuh tidak beraturan.
Psoriasis kuku sering kali menjadi tantangan dalam pengobatan karena kuku tumbuh lambat dan menanggapi terapi lebih lama dibandingkan kulit. Pengobatan dapat meliputi krim kortikosteroid topikal, analog vitamin D, hingga terapi sistemik seperti retinoid atau obat biologis.
Kondisi ini umum terjadi setelah tubuh mengalami gangguan besar dan biasanya muncul beberapa minggu setelah kejadian pemicunya. Jika pertumbuhannya terhenti lebih parah, bisa terjadi onychomadesis, yakni pelepasan seluruh kuku dari matriks kuku tanpa disertai infeksi atau trauma.
Penyebab onychomadesis antara lain infeksi virus (seperti penyakit tangan, kaki, dan mulut), efek samping obat tertentu, atau kondisi autoimun. Meskipun terlihat mencemaskan, onychomadesis dan Beau’s lines biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Setelah pemicu utama diatasi, kuku akan tumbuh kembali secara normal dalam beberapa bulan.
Baca juga: 5 Vitamin dan Mineral untuk Kuku Sehat dan Indah
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Berbagai penyakit kuku dapat menyerang siapa saja. Penyebabnya karena kebiasaan sehari-hari, paparan lingkungan, maupun faktor genetik dan autoimun. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari gejala-gejala awal yang muncul pada kuku, sehingga pengobatan pun sering terlambat dilakukan.
Mengutip Very Well Health, berikut macam-macam penyakit kuku tangan dan kaki yang umum terjadi.
Baca juga: 5 Cara Merawat Kuku saat Pakai Gel Nail Polish dengan Lampu UV
1. Onychomycosis
Onychomycosis adalah kondisi infeksi jamur yang menyerang kuku tangan atau kaki, sering kali disebabkan oleh jamur dermatofit, candida, atau jamur lain yang berkembang biak dalam lingkungan lembap. Umumnya terjadi pada orang yang sering mengenakan sepatu tertutup dalam waktu lama, berkeringat berlebihan, atau memiliki kebiasaan berjalan tanpa alas kaki di tempat umum seperti kolam renang dan kamar mandi.Gejalanya dimulai dengan perubahan warna pada kuku menjadi kuning, putih, atau cokelat diikuti penebalan, permukaan yang rapuh, hingga kuku tampak terangkat atau terlepas dari dasar kuku. Kuku yang terinfeksi juga bisa mengeluarkan bau tak sedap atau terasa nyeri saat ditekan.
Penanganan onychomycosis tidak bisa instan, karena kuku tumbuh lambat. Pengobatan dapat berupa obat antijamur topikal, obat oral, hingga terapi laser pada kasus yang kronis. Pencegahan sangat penting dan meliputi kebersihan kaki dan tangan, menjaga kuku tetap kering, serta menghindari penggunaan alat pedikur bersama tanpa sterilisasi yang tepat.
2. Paronychia
Paronychia merupakan infeksi yang menyerang lipatan kulit di sekitar kuku, yang dapat bersifat akut maupun kronis. Jenis akut biasanya disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus yang masuk melalui luka kecil akibat kebiasaan menggigit kuku, menarik kutikula, atau memotongnya terlalu dalam. Sedangkan paronychia kronis sering dipicu oleh paparan air berlebihan yang merusak lapisan pelindung kulit sehingga memungkinkan jamur berkembang.Gejala awalnya meliputi kemerahan, pembengkakan, dan nyeri di sekitar kuku. Bila infeksinya parah, dapat terbentuk abses kecil berisi nanah. Pada paronychia kronis, area sekitar kuku menjadi mengeras dan menebal, serta infeksi bisa kambuh berulang.
Penanganan awal meliputi kompres hangat untuk meredakan bengkak, diikuti penggunaan salep antibiotik atau antijamur. Pada kasus berat, dokter mungkin meresepkan antibiotik oral atau melakukan drainase abses. Pencegahan terbaik adalah menghindari cedera pada kutikula dan menjaga tangan tetap kering, terutama bagi mereka yang sering berkontak dengan air dan sabun.
3. Onycholysis
Onycholysis adalah kondisi ketika kuku mulai terlepas dari dasar kuku, biasanya dimulai dari ujung dan merambat ke arah akar. Keadaan ini bisa terjadi tanpa rasa sakit, tetapi sering kali disertai perubahan warna di area yang terangkat, seperti putih, kuning, atau kehijauan.Penyebabnya beragam, mulai dari luka fisik, reaksi alergi terhadap produk perawatan kuku, paparan bahan kimia, infeksi jamur, hingga penyakit sistemik seperti hipertiroidisme dan psoriasis. Onycholysis bisa menjadi pintu masuk bagi infeksi sekunder. Karena bagian kuku yang terangkat tidak lagi mendapat suplai nutrisi yang cukup, kuku menjadi rapuh dan mudah rusak.
Pengobatan tergantung pada penyebab utamanya, misalnya bila disebabkan oleh infeksi jamur, maka pengobatan antijamur akan diberikan. Selain itu, kuku harus dijaga agar tetap kering dan bersih, serta semua faktor penyebab harus dihindari. Dalam banyak kasus, kuku akan tumbuh kembali dan melekat seperti semula dalam beberapa bulan, tetapi prosesnya lama.
4. Psoriasis kuku
Psoriasis kuku adalah salah satu manifestasi dari penyakit autoimun kronis bernama psoriasis, yang tidak hanya menyerang kulit tetapi juga kuku. Sekitar 50 persen penderita psoriasis mengalami gejala pada kuku, dan pada beberapa kasus, kuku menjadi satu-satunya bagian tubuh yang terkena.Tanda-tandanya meliputi pitting (lubang-lubang kecil di permukaan kuku), perubahan warna menjadi kekuningan atau kecoklatan, penebalan, dan pemisahan kuku dari dasar kuku (mirip dengan onycholysis). Pada kondisi lanjut, kuku bisa hancur dan tumbuh tidak beraturan.
Psoriasis kuku sering kali menjadi tantangan dalam pengobatan karena kuku tumbuh lambat dan menanggapi terapi lebih lama dibandingkan kulit. Pengobatan dapat meliputi krim kortikosteroid topikal, analog vitamin D, hingga terapi sistemik seperti retinoid atau obat biologis.
5. Beau’s Lines dan Onychomadesis
Beau’s lines adalah garis-garis melintang yang tampak seperti lekukan pada permukaan kuku, menandakan bahwa pertumbuhan kuku sempat terhenti sementara akibat stres fisiologis seperti demam tinggi, trauma berat, kekurangan gizi, atau penyakit sistemik.Kondisi ini umum terjadi setelah tubuh mengalami gangguan besar dan biasanya muncul beberapa minggu setelah kejadian pemicunya. Jika pertumbuhannya terhenti lebih parah, bisa terjadi onychomadesis, yakni pelepasan seluruh kuku dari matriks kuku tanpa disertai infeksi atau trauma.
Penyebab onychomadesis antara lain infeksi virus (seperti penyakit tangan, kaki, dan mulut), efek samping obat tertentu, atau kondisi autoimun. Meskipun terlihat mencemaskan, onychomadesis dan Beau’s lines biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Setelah pemicu utama diatasi, kuku akan tumbuh kembali secara normal dalam beberapa bulan.
Baca juga: 5 Vitamin dan Mineral untuk Kuku Sehat dan Indah
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.