Penampilan Margo Friday Jazz All (Sumber gambar: Hypeabis.id/Abdurachman)

Menikmati Keseruan The 48th JGTC Margocity Jazz Night di Depok

16 August 2025   |   22:03 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Plaza The Margo Hotel, Depok, hari ini disulap menjadi arena pertunjukan musik bertajuk The 48th JGTC Margocity Jazz Night. Sebuah panggung berkonsep terbuka berdiri di pelataran, dihiasi sorot lampu gemerlap yang membuat suasana semakin meriah saat sore mulai berganti malam. 

The 48th JGTC Margocity Jazz Night merupakan pre-event dari Jazz Goes to Campus (JGTC) 2025, festival jazz tertua di Indonesia yang digelar oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Acara festival utamanya sendiri akan berlangsung pada 9 November 2025 di FEB UI Campus Ground, Depok. 

Plaza The Margo Hotel mulai dipadati penonton sejak siang hari. Panggung dibuka dengan suguhan jazz segar dari generasi muda melalui penampilan para finalis JGTC Competition Final. 

Baca juga: Harmoni Jazz dan Bahasa Jawa ala Suliyana Mengalun di BRI Jazz Gunung Ijen 2025 
 

Penampilan Margo Friday Jazz All (Sumber gambar: Hypeabis.id/Abdurachman)

Penampilan Margo Friday Jazz All (Sumber gambar: Hypeabis.id/Abdurachman)

Dorrein Latuputty membuka penampilan pukul 14.15 WIB. Blue Matter Trio tampil selanjutnya pukul 14.50 WIB, kemudian Spirit XI-5 Band juga tak kalah menarik saat tampil pada pukul 15.25 WIB. Sesi kompetisi ditutup oleh Masiki Tacari yang tampil pukul 16.00 WIB. 

Dalam ajang kompetisi ini, masing-masing finalis diberi kesempatan tampil selama sepuluh menit untuk memukau penonton yang hadir juga para juri. Setelah tampil, para finalis ini mendapat penilaian langsung dari tiga juri yang berpengalaman di dunia musik, yakni Chandra Darusman, Echa Soemantri, dan Natasya Elvira. 

Memasuki malam hari, suasana semakin meriah dengan hadirnya penampilan sejumlah musisi. Seventh Jazz Society membuka panggung malam pukul 18.50 WIB dengan nuansa segar yang menghangatkan suasana. 

Selanjutnya, Margo Friday Jazz All Star naik panggung pukul 19.40 WIB dan tampil selama 30 menit. Kehadiran mereka mendapat sambutan meriah dari penonton yang makin memadati panggung saat sore berganti malam. 

Puncak acara malam itu ditutup oleh penampilan Teddy Adhitya bersama JGTC Community pada pukul 20.30 WIB. Mereka tampil selama sekitar 45 menit. Kolaborasi mereka penuh energi dan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton. 

Wakil Ketua The 48th Jazz Goes to Campus, Akbar, menuturkan bahwa sejak digagas Chandra Darusman pada 1976, JGTC tidak pernah absen memberikan pengalaman musik jazz yang berkesan bagi penikmatnya. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, hari ini pihaknya mengadakan pre-event ketiga bertajuk Margocity Jazz Night menjelang festival utama pada November nanti. 

"Melalui acara ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merasakan atmosfer festival JGTC secara langsung melalui sebuah acara yang terbuka dan gratis untuk umum. Dengan demikian, para pengunjung dapat memperoleh gambaran suasana serta nuansa khas yang akan dihadirkan pada festival utama mendatang," kata Akbar. 

Tak hanya dipenuhi kemeriahan, secara khusus pihaknya juga memberikan suguhan penampilan spesial kepada penonton lewat kolaborasi musisi Teddy Adhitya yang malam ini tampil dengan format khusus bersama JGTC Community. JGTC Community sendiri merupakan program internal JGTC yang setiap tahunnya bertujuan untuk mencari serta mewadahi talenta-talenta muda, khususnya mahasiswa, untuk dibentuk menjadi sebuah band yang dapat tampil di panggung JGTC. 

Pihaknya berharap melalui acara hari ini, publik dan para pencinta musik dapat makin merasakan kedekatan serta semangat yang selalu dibawa oleh Jazz Goes to Campus selama 48 tahun perjalanannya. 
 

Penampilan Margo Friday Jazz All (Sumber gambar: Hypeabis.id/Abdurachman)

Penampilan Margo Friday Jazz All (Sumber gambar: Hypeabis.id/Abdurachman)

Festival musik jazz tahunan The 48th Jazz Goes to Campus (JGTC) akan digelar pada 9 November 2025 di FEB UI Campus Ground, Depok. Mengusung tema “Serenading Jazz For The Youth”, perhelatan ini kembali hadir sebagai ajang apresiasi musik jazz bagi generasi muda sekaligus melanjutkan tradisi panjang festival jazz tertua di Indonesia yang pertama kali digelar pada 1976. 

Dalam pengumuman line up fase pertama, festival utama JGTC akan menghadirkan sejumlah musisi kenamaan, di antaranya Adikara, Monita Tahalea, Rahmania Astrini, Teddy Adhitya ft. Teza Sumendra, Matthew Sayersz, hingga Lomba Sihir. Festival ini juga akan menghadirkan penampilan khusus Tribute to Stevie Wonder oleh Barry Likumahuwa & The Rhythm Service bersama Rega Dauna dan Indra Dauna. 

Sebelum acara puncak, JGTC telah menggelar berbagai pre-event seperti roadshow dan penampilan komunitas di kampus UI Depok, termasuk konser Lomba Sihir yang sempat menarik perhatian publik.

Sebagai ajang yang konsisten diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, JGTC tidak hanya menjadi wadah hiburan, tetapi juga sarana melestarikan sekaligus memperluas apresiasi musik jazz di kalangan generasi muda. 

Baca juga: Menemukan Makna Indonesia dari Alunan Jazz Sri Hanuraga 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

Hypereport: 80 Tahun Merdeka, Sejauh Mana Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Indonesia?

BERIKUTNYA

Tapak Tilas Proklamasi Kembali Digelar, Ajak Generasi Muda Kenang Perjuangan Kemerdekaan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: