Yuk Jaga Motivasi dengan Dopamine Hacks Ini!
14 August 2025 |
19:00 WIB
Jika Genhype merasa lebih produktif saat melakukan pekerjaan sambil mendengarkan podcast, itulah salah satu jenis dopamine hacks yang saat ini tren di TikTok. Trik tersebut lebih dikenal dengan istilah "dopamine anchoring". Dilansir dari Verywellmind, "dopamine anchoring" pada dasarnya merupakan pengondisian diri agar beraktivitas jadi menyenangkan.
Metode ini disebut sebagai cara klasik yang diperbarui dengan cara modern. Konsepnya dilakukan dengan memadukan tugas-tugas yang membosankan atau sulit dengan hal-hal lain yang disukai, sehingga tugas-tugas tersebut tidak terasa seperti beban.
Baca juga: Berikut Pentingnya Menjaga Keseimbangan Zat Dopamine Agar Tubuh Mood Terus
Dopamine adalah neurotransmitter yang berperan dalam perasaan senang, motivasi, dan antisipasi terhadap suatu hadiah. Ketika seseorang melakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti makan camilan favorit atau mendengarkan musik, otak akan melepaskan dopamine yang membuatnya merasa baik.
Mengutip Verywellmind, menurut psikiater Dr. Anoopinder Singh, "dopamine anchoring" juga berkaitan dengan rasa menginginkan atau memikirkan sesuatu sebagai imbalan. Dalam "dopamine anchoring," seseorang secara sengaja menggabungkan aktivitas yang tidak disukai dengan sesuatu yang disukai. Misalnya, membersihkan rumah sambil mendengarkan musik favorit atau menyalakan lilin aromaterapi.
Seiring waktu dan pengulangan, otak akan mulai mengasosiasikan tugas yang membosankan itu dengan sensasi dopamine yang menyenangkan. Akibatnya, seseorang tidak lagi merasa terbebani untuk memulai tugas tersebut.
"Saat seseorang mengulangi konsep ini dari waktu ke waktu, otak dia akan mulai melepaskan dopamin bahkan sebelum mendapatkan hadiah yang sebenarnya, sehingga motivasinya meningkat dan tugas yang dilakukan pun terasa memuaskan secara intrisik."
Berikut ini cara sederhana menerapkan "dopamine anchoring" dalam menjelankan tugas sehari-hari.
Meskipun memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari, trik "dopamine anchor" juga memiliki efek samping negatif, seperti rasa ketergantungan yang berlebihan untuk mendapatkan hadiah setiap melakukan sesuatu yang sulit atau tidak disukai. Paling parah, trik ini juga dapat menyebabkan kelelahan, ketergantungan pada stimulan konstan, dan desensitisasi dopamin.
Selain itu, kebiasaan-kebiasaan "dopamine anchor" tadi dapat dilakukan jika masalah yang kita hadapi belum termasuk ke dalam kondisi yang perlu penanganan profesional, seperti depresi atau kecemasan tertentu yang memicu kita sulit termotivasi. "Dopamine anchor" hanya menjadi siklus penundaan saja jika kita mengalami kondisi depresi atau kecemasan tingkat tinggi tanpa melakukan terapi dengan pihak profesional.
Metode ini disebut sebagai cara klasik yang diperbarui dengan cara modern. Konsepnya dilakukan dengan memadukan tugas-tugas yang membosankan atau sulit dengan hal-hal lain yang disukai, sehingga tugas-tugas tersebut tidak terasa seperti beban.
Baca juga: Berikut Pentingnya Menjaga Keseimbangan Zat Dopamine Agar Tubuh Mood Terus
Dopamine adalah neurotransmitter yang berperan dalam perasaan senang, motivasi, dan antisipasi terhadap suatu hadiah. Ketika seseorang melakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti makan camilan favorit atau mendengarkan musik, otak akan melepaskan dopamine yang membuatnya merasa baik.
Mengutip Verywellmind, menurut psikiater Dr. Anoopinder Singh, "dopamine anchoring" juga berkaitan dengan rasa menginginkan atau memikirkan sesuatu sebagai imbalan. Dalam "dopamine anchoring," seseorang secara sengaja menggabungkan aktivitas yang tidak disukai dengan sesuatu yang disukai. Misalnya, membersihkan rumah sambil mendengarkan musik favorit atau menyalakan lilin aromaterapi.
Seiring waktu dan pengulangan, otak akan mulai mengasosiasikan tugas yang membosankan itu dengan sensasi dopamine yang menyenangkan. Akibatnya, seseorang tidak lagi merasa terbebani untuk memulai tugas tersebut.
"Saat seseorang mengulangi konsep ini dari waktu ke waktu, otak dia akan mulai melepaskan dopamin bahkan sebelum mendapatkan hadiah yang sebenarnya, sehingga motivasinya meningkat dan tugas yang dilakukan pun terasa memuaskan secara intrisik."
Berikut ini cara sederhana menerapkan "dopamine anchoring" dalam menjelankan tugas sehari-hari.
- Pilihlah tugas spesifik, seperti menjawab email atau merapikan kamar sehingga hasil akhirnya dapat terlihat. Hindari sesuatu kegiatan yang terlalu samar, seperti menjalankan tugas supaya lebih produktif, tapi tanpa hasil yang jelas.
- Sesuaikan hadiah yang didapat dengan tingkat kesulitan tugas, seperti melipat cucian sambil mendengarkan lagu kesukaan atau saat menyelesaikan tiga tugas dalam satu hari, kemudian bisa mendapatkan burger favorit.
- Gunakan cara "dopamine anchoring" yang paling mudah untuk diraih, sehingga kita tidak menghabiskan waktu untuk mencari hadiah yang harus didapatkan, yang dapat mengaburkan fokus dalam bekerja.
- Terapkan “Mindfullness”. Hal ini dapat membantu seseorang lebih sadar dalam memahami kondisi internal kebatinannya. Jadi, dia dapat mengenali lonjakan dan penurunan dopamin, serta menciptakan ruang antara stimulus dan respons dengan berhenti sejenak sebelum bertindak serta terhindar dari tindakan impulsif.
- Lacak kemajuan yang dilakukan. Buatlah catatan berbagai kemajuan, hadiah, tingkat motivasi, suasana hati, dan efektivitas "dopamine anchor" yang dilakukan sehingga kita mengetahui cara apa yang berhasil dan yang perlu disesuaikan.
Meskipun memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari, trik "dopamine anchor" juga memiliki efek samping negatif, seperti rasa ketergantungan yang berlebihan untuk mendapatkan hadiah setiap melakukan sesuatu yang sulit atau tidak disukai. Paling parah, trik ini juga dapat menyebabkan kelelahan, ketergantungan pada stimulan konstan, dan desensitisasi dopamin.
Selain itu, kebiasaan-kebiasaan "dopamine anchor" tadi dapat dilakukan jika masalah yang kita hadapi belum termasuk ke dalam kondisi yang perlu penanganan profesional, seperti depresi atau kecemasan tertentu yang memicu kita sulit termotivasi. "Dopamine anchor" hanya menjadi siklus penundaan saja jika kita mengalami kondisi depresi atau kecemasan tingkat tinggi tanpa melakukan terapi dengan pihak profesional.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.