Atlet Rugby rawan cedera dislokasi bahu (Sumber gambar: Pexels/Patrick Case)

Cek Penyebab dan Ciri-Ciri Kondisi Dislokasi Bahu

11 August 2025   |   09:40 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Pertandingan tinju antara Jefri Nichol dan El Rumi bertajuk Superstar Knockout yang berlangsung Sabtu, 9 Agustus 2025, di Jakarta, menyisakan perbincangan hangat di dunia maya. Selain kemenangan El Rumi dalam waktu singkat, publik juga ramai membahas cedera dislokasi bahu yang dialami Jefri Nichol. 

Dalam pertandingan tersebut, El Rumi berhasil mengalahkan Jefri Nichol dalam waktu kurang dari 1 menit. Pada awalnya, Jefri begitu agresif menyerang El hingga terdorong ke salah satu pojok. Akan tetapi, keadaan berubah seketika.

Tangan kanan Jefri tiba-tiba turun dan tangan yang kiri menunjuk ke bahu bagian kanan. El yang melihat Jefri tidak melakukan penyerangan dan dalam posisi pertahanan yang terbuka tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan serangan sampai wasit menghalangi dan memutuskan menang TKO.

Pertandingan itu pun menjadi perbincangan di dunia maya. Kemenangan cepat El atas Jefri menjadi sesuatu yang tidak terduga bagi banyak orang. Selain itu, mereka juga berbicara tentang cedera dislokasi bahu yang dialami Jefri Nichol. 

Baca juga: Nyeri Bahu Saat Olahraga? Kenali Penyebab & Cara Mengatasinya 

Dikutip dari laman RSO Soeharso, dislokasi sendi bahu adalah kondisi tulang lengan atas yang berbentuk bulat keluar dari rongga tulang belikat yang seperti mangkuk. Tulang dapat bergeser dari posisinya karena gaya atau tenaga yang cukup besar. Jadi, orang yang kerap mengalami dislokasi bahu biasanya adalah para atlet yang memiliki kontak fisik seperti rugby atau football.

Ada beberapa jenis dislokasi bahu. Pertama adalah anterior, yakni kondisi bonggol tulang lengan lepas ke depan mangkuk sendi. Jenis ini merupakan yang paling sering terjadi dengan penyebab lengan tertarik ke sisi luar poros rotasi.

Kedua, dislokasi bahu posterior, yakni saat bonggol tulang lengan lepas ke belakang mangkuk sendi. Jenis ini jarang terjadi. Adapun, penyebabnya adalah kejang atau sengatan listrik. Ketiga, dislokasi bahu inferior, yaitu saat bonggol tulang linen lepas dari mangkuk sendi ke arah ketiak. Cedera ini merupakan yang paling jarang terjadi di antara dislokasi bahu lainnya.

Jenis dislokasi bahu terakhir adalah parsial atau kerap disebut subluksasi bahu, terjadi saat hanya sebagian bonggol tulang bahu keluar dari mangkuk sendi.

Sementara itu, dilansir dari laman National Health Service Inggris, ciri-ciri seseorang mengalami cedera dislokasi bahu dan perlu mendapatkan pertolongan ke UGD adalah tidak bisa menggerakkan tangan, bahu terlihat tidak pada tempatnya atau berubah bentuk, dan terasa nyeri, memar, atau bengkak. 

Saat mengalami cedera dislokasi bahu, Genhype dapat mengompres bahu dengan lembut menggunakan es hingga 20 menit setiap 2-3 jam ketika menunggu perawatan. Kemudian, letakkan lengah di gendongan atau gunakan handuk untuk menopang lengan yang sakit. Minum parasetamol untuk meredakan rasa nyeri. 

Sementara itu, bagi yang mengalami cedera dislokasi bahu jangan pernah menggerakan lengan atas dan mencoba memasukkan lengan kembali seperti semula sendirian karena dapat berakibat parah, seperti memperparah cedera. 

Saat mengalami dislokasi bahu, petugas medis biasanya akan melakukan rontgen untuk memeriksa kondisi bahu. Kemudian, dokter akan melakukan tindakan untuk membuat posisi lengan bagian atas kembali ke tempatnya.

Genhype tidak perlu khawatir karena dokter biasakan akan memberikan anestesi lokal atau obat penenang, sehingga rasa sakit tidak terasa. Selain itu, pasien juga akan diberikan gendongan untuk menopang lengan ketika tindakan medis telah dilakukan. 

Baca juga: Atroskopi, Bedah Minim Invansif Atasi Cedera Sendi Bahu & Lutut Lebih Cepat 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Sinopsis Film Horor Maryam: Janji & Jiwa Yang Terikat, Diadaptasi dari Podcast Viral Lentera Malam

BERIKUTNYA

Sekuel Film Horor Qorin Segera Hadir, Fedi Nuril jadi Dukun Misterius

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga