Reza Oktovian, atau yang lebih dikenal sebagai Reza Arap, bersiap memulai debutnya sebagai sutradara lewat film Harusnya Horor. Film yang diproduksi ESS Jay Pictures, anak perusahaan SinemArt ini akan segera memasuki tahap syuting dan direncanakan tayang pada tahun depan.
Reza mengatakan mimpi jadi sutradara sebenarnya sudah ada sejak lama. Akan tetapi, menurutnya, kesempatan itu memang baru datang saat ini. Dia menyebut tawaran datang secara tiba-tiba dari dua sosok penting di balik ESS Jay Pictures, yaitu Sidharta Jetty dan Jimmy Lalwani.
“Kenapa baru sekarang? Karena baru disamper. Itu lebih tepatnya,” kata Reza sembari tertawa.
Reza Oktovian, atau yang lebih dikenal sebagai Reza Arap (Sumber gambar: ESS Jay Pictures/Poplicist)
Cerita di balik tawaran tersebut cukup unik. Sidharta dan Jimmy disebut datang langsung ke rumah Reza di BSD. Keduanya diketahui telah menyelami dunia streaming yang tengah dikembangkan oleh Reza, yakni Marapthon.
Marapthon adalah konsep live streaming maraton yang dibuat oleh Reza Arap. Acara ini menggabungkan konsep subathon (durasi live streaming bergantung pada dukungan penonton) dengan berbagai konten hiburan, interaksi dengan penonton, dan menghadirkan bintang tamu.
Saat datang ke rumahnya, Reza mengaku terkejut karena dua orang yang sudah malang melintang di industri film ini benar-benar paham dan mengulik konsep Marapthon miliknya.
Dari pertemuan tersebut, kemudian terdapat kesamaan misi. Reza mengatakan dirinya kemudian diberi kepercayaan untuk bisa memperluas sisi naratifnya ke medium baru, yakni layar lebar.
“Mereka memberi kesempatan gue buat eksplor. Bukan cuma untuk film, tapi buat gue sendiri juga," katanya.
Sebagai sosok yang berasal dari dunia digital dan musik, Reza menyadari bahwa menjadi sutradara menuntut keahlian teknis yang belum ia kuasai sepenuhnya. Meski begitu, hal tersebut tidak membuatnya gentar. Dukungan penuh dari tim ESS Jay Pictures jadi modal besar.
"Tantangan awalnya aku enggak punya ilmu yang benar-benar teknis. Tapi karena timnya sangat mendukung, aku jadi lumayan tahu," ungkapnya dengan jujur.
Dalam film ini, Reza turut mengajak sejumlah teman dekatnya untuk ikut terlibat sebagai pemain. Di antaranya adalah anggota AAA Clan seperti Tierison (Jot), Garry Ang, dan Yukatheo. Tak ketinggalan, para anggota geng Marapthon, yakni Aldy Renaldy, Bravyson, Niko Junius, Ariyanto, dan Teguh Prakoso, juga akan meramaikan layar.
Selain mereka, beberapa nama lain yang ikut terlibat antara lain Lula Lahfah, Ronny P Tjandra, dan bintang muda Malka. Menariknya, Reza tak hanya duduk di kursi sutradara, tetapi juga ikut bermain dalam film ini.
Sementara itu, Sidharta Jetty, produser dari ESS Jay Pictures, mengungkap bahwa awalnya dia tidak begitu mengenal Reza. Ide menjadikan Reza sutradara sebenarnya datang dari rekan produsernya, Jimmy.
Sidharta bercerita kala itu pagi-pagi sekali Jimmy menghubunginya. Dia bilang ESS Jay Pictures harus bekerja sama dengan Reza karena sosoknya menarik dalam bercerita. "Awalnya saya bilang, Reza siapa? Lalu, dijelaskan bahwa Reza adalah sosok di balik Marapthon, proyek live streaming 70 hari nonstop yang viral. Saya mulai tertarik," ungkapnya.
Menurutnya, ketahanan Reza dalam menjaga konsistensi konten dinilai sebagai potensi besar di dunia film. Sidharta dan tim pun mendatangi Reza langsung ke BSD.
Dalam pertemuan itu, mereka melihat kedekatan Reza dengan sembilan temannya yang tergabung dalam komunitas kreatif. Dari situ muncul ide untuk menantang mereka membuat film bersama. Kekompakan dan dinamika kelompok yang kuat dianggap mampu membawa warna berbeda dalam produksi film.
Reza sempat mengajukan ide cerita pertamanya, tetapi belum diterima. Dia lalu datang lagi dengan konsep baru yang akhirnya disetujui tim produksi. Setelah naskah siap, muncul pertanyaan siapa yang akan menyutradarai film tersebut. "Saya tantang lagi, kenapa enggak Reza sekalian saja yang jadi sutradara, kan ceritanya juga datang dari kamu," imbuhnya.
Film Harusnya Horor menandai fase baru dalam perjalanan karier Reza Arap di dunia hiburan. Di usia 37 tahunnya, Reza terus dikenal sebagai sosok yang mampu beradaptasi dengan berbagai medium kreatif.
Dia memulai karier sebagai YouTuber gaming, kemudian dikenal luas sebagai bagian dari grup musik elektronik Weird Genius, pernah mencicipi dunia akting, dan kini dia siap mengambil peran baru di balik layar sebagai sutradara.
Syukuran film Harusnya Horor karya Reza Arap (Sumber gambar: ESS Jay Pictures/Poplicist)
Film debutnya ini mengusung premis yang unik dan segar. Ceritanya berpusat pada sosok hantu yang sejatinya tidak menyeramkan, tetapi sangat ingin terlihat menakutkan di mata manusia.
Lantaran selalu gagal membuat orang takut, sang hantu akhirnya bekerja sama dengan sekelompok kreator konten horor untuk membuat video-video seram demi membangun citra menyeramkannya.
Kolaborasi mereka yang awalnya hanya bertujuan menciptakan konten horor, perlahan berubah arah. Di tengah proses tersebut, mereka justru terlibat dalam perjalanan emosional yang tidak terduga. Dari upaya mereka membangun kengerian, terselip perenungan tentang arti kehidupan, hubungan antarmanusia, dan perasaan cinta yang tulus.
Harusnya Horor tak hanya menyajikan elemen supranatural dan komedi gelap, tetapi juga menyentuh lapisan emosional yang lebih dalam, menjadikannya digadang-gadang lebih dari sekadar film horor biasa.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.