Ilustrasi radio. (Sumber: Freepik)

Radio Bukan Sekadar Nostalgia, Tapi Juga Andalan di Masa Krisis

30 July 2025   |   19:01 WIB
Image
Luh Muni Wiraswari Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat seiring berkembangnya zaman. Saat ini, smartphone mendominasi pasar karena penggunaannya yang praktis dan efisien untuk mengakses media digital yang menghadirkan informasi dalam berbagai macam format.

Meskipun media massa konvensional semakin tergerus waktu, mereka tidak kehilangan eksistensinya. Salah satu contohnya, radio. Penemuan radio pada akhir abad ke-19 menciptakan sejarah komunikasi baru, yakni komunikasi nirkabel secara satu arah yang lebih praktis.

Baca juga: Melawan Lupa, Jejak Bencana di Negeri yang Rentan

Hingga saat ini, benda-benda elektronik bersifat nirkabel pun semakin populer. Teknologi radio menggunakan gelombang radio yang bersifat elektromagnetik untuk berkomunikasi dan menyalurkan informasi. 

Di masa sebelum siaran televisi dan media digital berkembang, radio menjadi media hiburan yang sangat populer bagi publik. Selain menyiarkan berita dan memutar musik, radio terdahulu juga menyiarkan sandiwara radio yang mengisahkan drama dengan mengandalkan aspek audio, seperti dialog, efek suara, dan musik.

Titip-titip salam pun sering dilakukan lewat radio. Penyiar radio akan menyampaikan salam di sela-sela acara. Segmen ini sangat populer di kalangan anak muda zaman dulu.

Namun, kini telah ada teknologi internet yang memungkinkan kita untuk menyampaikan pesan secara langsung atau memberi kode lewat media sosial. Selain itu, platform mendengarkan lagu yang bisa diakses hanya dengan telepon genggam pun telah tersedia dalam berbagai pilihan.

Lalu, apakah radio masih relevan saat ini?

Seiring waktu, radio tidak hanya bergantung pada gelombang analog, yang terdiri dari amplitudo dan frekuensi, tetapi juga dapat ditemukan secara digital. Radio masa kini bisa diakses melalui internet. Kualitas siarannya pun menyesuaikan dengan selera pasar sehingga relevan bagi banyak orang. Oleh karena itu, radio hingga saat ini masih menjadi media massa yang populer dan masih didengarkan oleh publik.


Peran Radio Saat Terjadi Bencana

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jaringan informasi dan komunikasi sangat penting dalam proses penanggulangan bencana. BNPB juga telah memberikan pedoman untuk mengoperasikan radio komunikasi saat bencana terjadi bagi daerah-daerah di Indonesia demi mempermudah komunikasi dengan pihak pusat.

Teknologi yang digunakan radio memungkinkan kita untuk mengaksesnya di situasi yang darurat hingga di tempat terpencil. Saat bencana terjadi, kita perlu melakukan mitigasi dengan memantau situasi lokasi bencana dari tempat evakuasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah bencana sudah berhenti atau ada bencana susulan. Namun, bencana dapat membuat internet dan telepon sulit untuk diakses.

Meski dengan teknologi sederhana, radio dapat menyiarkan berita secara real-time dan membantu kita untuk memantau informasi terbaru. Meski dengan kondisi terbatas, radio tetap bisa berjalan dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik.

Oleh karenanya, radio dapat menjadi media alternatif yang sangat penting ketika terjadi bencana yang mengakibatkan putusnya jaringan internet dan telepon.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Rambut Genhype Mudah Patah dan Kusam? Bisa Jadi Kurang Vitamin

BERIKUTNYA

ChatGPT Bisa Bantu Menulis Novel, Apakah Publik Siap Menghargai Hasil Karyanya?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga