Festival Berani Sehat diselenggarakan oleh CISDI Indonesia (Sumber gambar: Hypeabis.id/Tiffany Syabillah)

CISDI Indonesia Gelar Festival Berani Sehat, Edukasi Kesehatan yang Dekat & Membumi

28 July 2025   |   10:30 WIB
Image
Tiffany Syabillah Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Festival Berani Sehat: Kita Berhak Sehat diselenggarakan lagi pada 26–27 Juli oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) Indonesia, menandai tahun ketiga pelaksanaan festival kesehatan yang mengajak masyarakat mengenal lebih dekat bentuk ideal layanan kesehatan primer.

Lewat beragam aktivitas dari senam bersama di area Car Free Day, talkshow seputar kesehatan, hingga pemeriksaan di Puskesmas Kaget di mana pengunjung diajak memahami bahwa kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tapi juga soal akses, edukasi, dan gaya hidup yang didukung sistem layanan yang berpihak pada masyarakat.

Baca juga: Royal Philips Luncurkan Future Health Index Edisi ke-10, Ungkap Potensi AI dalam Layanan Kesehatan

Festival ini juga menghadirkan permainan interaktif seputar peran kader kesehatan, isu disabilitas visual, tumbuh kembang anak, hingga kesehatan reproduksi. Ada pula instalasi Kantin Sehat yang menggambarkan lingkungan pangan yang sehat, serta pemutaran film bersama Healthy Rangers dan penampilan musik dari Bottlesmoker.

“Kami dari CISDI punya misi ingin mengenalkan kalau isu kesehatan itu isu semua orang, tidak hanya urusan tenaga kesehatan, dokter, dan urusan Kementerian Kesehatan. Jadi kita ingin membuat isu-isu kesehatan itu lebih membumi, lebih dikenal publik,” ujar Sadika Nuraini Hamid, Chief Communication Officer CISDI Indonesia saat ditemui Hypeabis.id, Sabtu (26/7/2025).

Melalui Festival Berani Sehat, CISDI berharap masyarakat dapat mengetahui isu kesehatan lebih membumi dan dikenal. Setiap tahunnya, CISDI rutin membawa konsep Puskesmas Kaget agar masyarakat mengetahui apa saja yang bisa didapatkan melalui pelayanan kesehatan primer. Selain itu, tahun ini CISDI juga mengaktivasi tema baru, yakni Kantin Sehat yang selaras dengan penjelasan Sadika.

“Setiap tahun kan temanya bisa beda-beda ya dalam Festival Berani Sehat ini, nah tahun ini, kita membawakan tema Kantin Sehat di mana akan memberikan informasi mengenai makanan dan minuman seperti apa yang harus ada di Kantin Sehat,” ungkap Sadika. 

Spesial untuk tahun ini, CISDI juga turut berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dan Depok untuk melakukan penguatan Puskesmas dan Posyandu, untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat mengenai bagaimana pekerjaan kader-kader kesehatan yang biasa mereka temui.
 

Pelayanan Kesehatan Primer (PHC)

Dilansir dari laman resmi World Health Organization (WHO), pelayanan kesehatan pertama (PHC) merupakan suatu pendekatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat diajak untuk membangun sistem layanan kesehatan yang kuat demi mencapai kesejahteraan.

Layanan ini disusun oleh 3 komponen, di antaranya adalah layanan kesehatan terpadu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam aspek kesehatan sepanjang hidup, membuat kebijakan dan aksi multisektoral untuk mengatasi masalah kesehatan, serta memberdayakan seluruh lapisan masyarakat agar bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri.

Pelayanan kesehatan primer (PHC) telah dideklarasikan sebagai kunci dari “health for all” oleh WHO sejak 1978 dalam Deklarasi Alma-Ata. Deklarasi ini juga disepakati oleh 140 negara di dunia, termasuk Indonesia. Namun, berdasarkan pengamatan, banyak negara yang belum memprioritaskan pelayanan ini.

Oleh karena itu, pada 2018, layanan ini kembali ditegaskan dalam Global Conference on Primary Health Care. Pelayanan Kesehatan Primer dapat membantu dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) serta mendukung Sustainable Development Goals (SDG) di setiap negara. 

Layanan PHC merupakan layanan kesehatan terdepan dan pertama kali ditemui masyarakat saat mengalami gangguan kesehatan yang ringan dan kecelakaan. Meski layanan ini banyak diakses oleh kalangan menengah ke bawah, PHC tetap menyasar seluruh lapisan masyarakat demi memenuhi kebutuhan kesehatan dasarnya secara merata. Selain sektor layanan kesehatan, sektor-sektor lainnya juga perlu bekerja sama demi layanan kesehatan yang terpadu.

PHC biasanya terdiri dari puskesmas, praktik dokter mandiri, dan klinik pratama. Selain itu, PHC biasanya ditangani oleh Dokter Layanan Primer (DLP) yang setara dengan dokter spesialis di bidang yang generalis. DLP biasanya menerapkan prinsip kedokteran keluarga, komunitas, dan masyarakat.

Kesehatan primer tak hanya memerhatikan aspek kesehatan ibu dan anak. Lebih dari itu, PHC mencakup aspek ketersediaan informasi, layanan, dan infrastruktur air dan sanitasi yang bersih, pencegahan penyakit tidak menular, dukungan kesehatan mental, hingga penyediaan wadah konsultasi masyarakat.

Layanan kesehatan untuk ibu hamil dan vaksinasi rutin kepada anak-anak, bahkan layanan kesehatan seksual dan reproduksi juga diperhatikan dalam PHC. PHC juga berusaha memberdayakan masyarakat agar siap untuk menanggapi keadaan darurat kesehatan. Selain pelayanan kesehatan primer, ada pula pelayanan kesehatan tingkat sekunder dan tersier.
 

Pelayanan Kesehatan tingkat kedua (Sekunder)

Pelayanan kesehatan dalam tingkat ini bersifat spesial dan kang pelayanan subspesialis, namun terbatas. Pelayanan kesehatan sekunder berupa rumah sakit, untuk masyarakat yang membutuhkan perawatan lebih lanjut (rujukan), yang sudah tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan primer. Dalam pelayanan kesehatan sekunder dilakukan oleh Dokter Spesialis dan Dokter Subspesialis terbatas di rumah sakit tipe C dan tipe D.


Pelayanan Kesehatan tingkat ketiga (Tersier)

Pelayanan kesehatan tersier merupakan pelayanan yang mengutamakan layanan subspesialis serta subspesialis luas. Pelayanan ini bersifat pelayanan jalan atau rawat inap (rehabilitasi). Pelayanan ini ditujukan untuk kelompok masyarakat yang sudah tidak bisa ditangani oleh pelayanan kesehatan sekunder. Pelayanan ini dilakukan oleh dokter subspesialis dan dokter subspesialis luas yang dilakukan di Rumah Sakit tipe A dan Rumah Sakit tipe B. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Garena Luncurkan Emote Pacu Jalur di Free Fire, Gratis Mulai 30 Juli 2025

BERIKUTNYA

Pick A Boo!: The Musical, Mahasiswa PAC LSPR Suguhkan Musikal Bertema Gelap dan Harapan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: