Garena Luncurkan Emote Pacu Jalur di Free Fire, Gratis Mulai 30 Juli 2025
28 July 2025 |
10:00 WIB
Tradisi Pacu Jalur yang mendunia kini menarik perhatian Garena, pengembang dan penerbit gim asal Singapura, yang menghadirkan Emote Pacu Jalur ke dalam salah satu gim mobile battle royale populernya, Free Fire. Emote tersebut akan tersedia mulai 30 Juli 2025 dan dapat diklaim secara gratis oleh pemain dengan menyelesaikan misi dalam game.
Dari video yang dikirim Garena, tampak karakter di permainan meniru gerakan khas Rayyan Arkan Dikha, anak asal Kuantan Singingi yang viral karena gerakannya di festival lomba Pacu Jalur. Garena berkolaborasi langsung dengan Dikha, juga didukung pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, dan panitia resmi Festival Pacu Jalur 2025.
Tren Pacu Jalur memang telah mendunia. Gerakan khas Dikha di ujung perahu yang dilakukan saat memimpin jalur telah menginspirasi banyak selebrasi internasional, dari MotoGP, hingga selebrasi gol pemain sepak bola dunia.
Baca juga: Tradisi Pacu Jalur Bakal Diusulkan Jadi Warisan Budaya UNESCO
Kendati demikian, di tengah maraknya tren tersebut, Garena menyebut hanya Free Fire yang melibatkan Dikha secara langsung dan menghadirkan emote ini melalui kolaborasi resmi dan penghargaan budaya yang otentik. Managemen Garena mengundang langsung Dikha ke kantor mereka di Indonesia untuk kolaborasi ini.
“Enggak kebayang bisa main ke kantor Garena, jadi senang. Perasaannya senang bisa kolaborasi sama Free Fire,” ujar Dikha, dikutip dari keterangan resmi Garena, Minggu (27/7/2025).
Dzikri Maulana Muhammad, Kakak dan perwakilan keluarga Dikha mengatakan sangat bangga dengan peran Dikha yang bisa memperkenalkan tradisi warga Kuantan Singingi, Riau ke dunia. Terlebih, tradisi ini bisa disiarkan ke seluruh dunia melalui gim Free Fire.
“Kami sebagai anak dari desa sangat berterima kasih dan berharap dengan Dikha bisa terus memperkenalkan tradisi pacu jalur ke dunia,” tuturnya.
Pacu Jalur adalah pesta rakyat kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, dengan akar sejarah yang panjang sejak abad ke-17. Awalnya, jalur berfungsi sebagai alat transportasi utama masyarakat desa di sepanjang Sungai Kuantan.
Seiring waktu, jalur dihias dengan ukiran kepala harimau, ular, dan buaya, dan menjadi simbol status sosial. Lomba adu kecepatan antar-jalur pertama kali digelar lebih dari 100 tahun lalu, dan kini menjadi bagian dari agenda resmi perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap bulan Agustus.
Selama festival berlangsung, kota kecil di Teluk Kuantan ini berubah menjadi lautan manusia, penuh dengan kemeriahan kostum, dentuman meriam, dan semangat masyarakat yang tumpah ruah. Lebih dari 100 jalur berpartisipasi dalam perlombaan yang kini juga menjadi destinasi pariwisata utama di Riau.
Dengan peluncuran emote ini, manajemen Garena menyebut bahwa Free Fire menjadi gim pertama di dunia yang memperkenalkan Pacu Jalur secara resmi. Bukan hanya mengikuti tren, tetapi hadir dengan hubungan yang otentik, penghormatan budaya, dan keterlibatan langsung dengan komunitas setempat.
“Hal ini adalah bagian dari komitmen Free Fire Indonesia untuk mempromosikan warisan budaya bangsa ke audiens global secara kreatif dan bermakna,” tulis manajemen Garena.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dari video yang dikirim Garena, tampak karakter di permainan meniru gerakan khas Rayyan Arkan Dikha, anak asal Kuantan Singingi yang viral karena gerakannya di festival lomba Pacu Jalur. Garena berkolaborasi langsung dengan Dikha, juga didukung pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, dan panitia resmi Festival Pacu Jalur 2025.
Tren Pacu Jalur memang telah mendunia. Gerakan khas Dikha di ujung perahu yang dilakukan saat memimpin jalur telah menginspirasi banyak selebrasi internasional, dari MotoGP, hingga selebrasi gol pemain sepak bola dunia.
Baca juga: Tradisi Pacu Jalur Bakal Diusulkan Jadi Warisan Budaya UNESCO
Kendati demikian, di tengah maraknya tren tersebut, Garena menyebut hanya Free Fire yang melibatkan Dikha secara langsung dan menghadirkan emote ini melalui kolaborasi resmi dan penghargaan budaya yang otentik. Managemen Garena mengundang langsung Dikha ke kantor mereka di Indonesia untuk kolaborasi ini.
“Enggak kebayang bisa main ke kantor Garena, jadi senang. Perasaannya senang bisa kolaborasi sama Free Fire,” ujar Dikha, dikutip dari keterangan resmi Garena, Minggu (27/7/2025).
Dzikri Maulana Muhammad, Kakak dan perwakilan keluarga Dikha mengatakan sangat bangga dengan peran Dikha yang bisa memperkenalkan tradisi warga Kuantan Singingi, Riau ke dunia. Terlebih, tradisi ini bisa disiarkan ke seluruh dunia melalui gim Free Fire.
“Kami sebagai anak dari desa sangat berterima kasih dan berharap dengan Dikha bisa terus memperkenalkan tradisi pacu jalur ke dunia,” tuturnya.
Pacu Jalur adalah pesta rakyat kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, dengan akar sejarah yang panjang sejak abad ke-17. Awalnya, jalur berfungsi sebagai alat transportasi utama masyarakat desa di sepanjang Sungai Kuantan.
Seiring waktu, jalur dihias dengan ukiran kepala harimau, ular, dan buaya, dan menjadi simbol status sosial. Lomba adu kecepatan antar-jalur pertama kali digelar lebih dari 100 tahun lalu, dan kini menjadi bagian dari agenda resmi perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap bulan Agustus.
Selama festival berlangsung, kota kecil di Teluk Kuantan ini berubah menjadi lautan manusia, penuh dengan kemeriahan kostum, dentuman meriam, dan semangat masyarakat yang tumpah ruah. Lebih dari 100 jalur berpartisipasi dalam perlombaan yang kini juga menjadi destinasi pariwisata utama di Riau.
Dengan peluncuran emote ini, manajemen Garena menyebut bahwa Free Fire menjadi gim pertama di dunia yang memperkenalkan Pacu Jalur secara resmi. Bukan hanya mengikuti tren, tetapi hadir dengan hubungan yang otentik, penghormatan budaya, dan keterlibatan langsung dengan komunitas setempat.
“Hal ini adalah bagian dari komitmen Free Fire Indonesia untuk mempromosikan warisan budaya bangsa ke audiens global secara kreatif dan bermakna,” tulis manajemen Garena.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.