Desainer ASEAN Tampil di JF3 2025, Suguhkan Adibusana Khas Asia Tenggara
27 July 2025 |
20:30 WIB
Perancang busana berbakat dari negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Laos, dan Thailand yang tergabung dalam ASEAN Fashion Designers Showcase (AFDS), menampilkan karya busananya di festival mode dan gaya hidup, JF3 2025 di Summarecon Mall Kelapa Gading.
AFDS didirikan oleh Hayden Ng pada Agustus 2015 sebagai wadah untuk memperkenalkan gaya unik dan budaya tekstil berbagai negara Asia Tenggara, serta mendorong pertukaran budaya dan kolaborasi kreatif antar desainer.
Desainer AFDS mempersembahkan narasi visual yang menelusuri keanggunan sutra Laos yang tenang, simbolisme gajah ikonik dari Thailand, hingga pesona magis dongeng hutan Vietnam, dalam deretan koleksi adibusana atau haute couture yang megah. Yuk, melihat lebih dekat karya mereka.
Baca Juga: Ramai Wastra sampai Ragam Bunga dalam Koleksi Desainer di JF3 2025
Presentasi mode The Whisper of Silk dari desainer Bandid Lasavong dibuka dalam keheningan-keheningan yang anggun dan sarat akan warisan sejarah budaya Laos. Model-model melenggang di catwalk dalam siluet yang terinspirasi dari gaya old money, dibalut sutra Laos yang dianyam dengan tangan.
Palet warnanya lembut dan elegan, seperti ivory, champagne, antique gold, dan soft jade. Setiap busana menampilkan detail yang mencerminkan keahlian tangan tingkat tinggi dan motif klasik dihidupkan kembali melalui bordir benang emas, aksen mutiara yang halus, dan potongan terstruktur yang membangkitkan nostalgia.
Desainer Pitnapat Yotinratanachai dari Thailand mempersembahkan koleksi busana berjudul The Pulse of Pride. Memperlihatkan embossing bergaya gajah pada bahan kulit, bentuk gading abstrak
pada aksesori logam, dan jubah-jubah megah yang ketika dikenakan tampak seperti gerakan sang gajah saat berjalan.
Palet warnanya terdiri dari royal sapphire, onyx, dan bronze hangat yang berkilau bagai cahaya matahari. Potongan busananya berani, dengan garis tajam dan lipatan yang menggabungkan siluet arsitektur klasik Thailand dengan pendekatan avant-garde masa kini.
Terakhir, desainer Nicky Vu terinspirasi dari A Midsummer Night’s Dream, di mana dia menghadirkan nuansa magis ala Shakespeare yang bersentuhan dengan keanggunan feminin khas Vietnam. Desainnya diperkaya dengan Brokat, tulle, dan hiasan-hiasan lembut layaknya bunga liar yang mekar di hutan fantasi.
Siluetnya bergerak seperti cahaya bulan, ada yang membingkai tubuh dengan lembut, ada pula yang melayang ringan dalam lapisan kain transparan bak kabut malam. Di tengah kemilau itu, tweed dan denim muncul sebagai kejutan yang memberi tekstur serta membumi, membawa sentuhan magis ke dalam realitas sehari-hari.
Palet warnanya berpijar lembut dalam pistachio, kuning mentega, dan putih porselen, disandingkan dengan biru senja dan hitam obsidian yang misterius. Koleksi ini adalah perpaduan halus antara kekuatan dan kelembutan, romansa dan ketegasan. Sebuah dongeng indah yang menyimpan sisi gelapnya sendiri.
Baca Juga: Karya ADITH dan Howard Laurent Curi Perhatian di Jakarta Fashion & Food Festival
AFDS didirikan oleh Hayden Ng pada Agustus 2015 sebagai wadah untuk memperkenalkan gaya unik dan budaya tekstil berbagai negara Asia Tenggara, serta mendorong pertukaran budaya dan kolaborasi kreatif antar desainer.
Desainer AFDS mempersembahkan narasi visual yang menelusuri keanggunan sutra Laos yang tenang, simbolisme gajah ikonik dari Thailand, hingga pesona magis dongeng hutan Vietnam, dalam deretan koleksi adibusana atau haute couture yang megah. Yuk, melihat lebih dekat karya mereka.
Baca Juga: Ramai Wastra sampai Ragam Bunga dalam Koleksi Desainer di JF3 2025
1. The Whisper of Silk - Bandid Lasavong (Laos)

Koleksi Bandid Lasavong (Sumber Foto: JF3)
Palet warnanya lembut dan elegan, seperti ivory, champagne, antique gold, dan soft jade. Setiap busana menampilkan detail yang mencerminkan keahlian tangan tingkat tinggi dan motif klasik dihidupkan kembali melalui bordir benang emas, aksen mutiara yang halus, dan potongan terstruktur yang membangkitkan nostalgia.
2. The Pulse of Pride - Pitnapat Yotinratanachai (Thailand)

Koleksi Pitnapat Yotinratanachai (Sumber Foto: JF3)
Desainer Pitnapat Yotinratanachai dari Thailand mempersembahkan koleksi busana berjudul The Pulse of Pride. Memperlihatkan embossing bergaya gajah pada bahan kulit, bentuk gading abstrak
pada aksesori logam, dan jubah-jubah megah yang ketika dikenakan tampak seperti gerakan sang gajah saat berjalan.
Palet warnanya terdiri dari royal sapphire, onyx, dan bronze hangat yang berkilau bagai cahaya matahari. Potongan busananya berani, dengan garis tajam dan lipatan yang menggabungkan siluet arsitektur klasik Thailand dengan pendekatan avant-garde masa kini.
3. The Dream Enchanted – Nicky Vu (Vietnam)

Koleksi Nicky Vu (Sumber Foto: JF3)
Terakhir, desainer Nicky Vu terinspirasi dari A Midsummer Night’s Dream, di mana dia menghadirkan nuansa magis ala Shakespeare yang bersentuhan dengan keanggunan feminin khas Vietnam. Desainnya diperkaya dengan Brokat, tulle, dan hiasan-hiasan lembut layaknya bunga liar yang mekar di hutan fantasi.
Siluetnya bergerak seperti cahaya bulan, ada yang membingkai tubuh dengan lembut, ada pula yang melayang ringan dalam lapisan kain transparan bak kabut malam. Di tengah kemilau itu, tweed dan denim muncul sebagai kejutan yang memberi tekstur serta membumi, membawa sentuhan magis ke dalam realitas sehari-hari.
Palet warnanya berpijar lembut dalam pistachio, kuning mentega, dan putih porselen, disandingkan dengan biru senja dan hitam obsidian yang misterius. Koleksi ini adalah perpaduan halus antara kekuatan dan kelembutan, romansa dan ketegasan. Sebuah dongeng indah yang menyimpan sisi gelapnya sendiri.
Baca Juga: Karya ADITH dan Howard Laurent Curi Perhatian di Jakarta Fashion & Food Festival
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.