Ilustrasi vitamin. (Sumber foto: Pexels/Polina Tankilevitc)

Kasus Keracunan Suplemen Blackmores di Australia, BPOM Pastikan Produk di Indonesia Aman

23 July 2025   |   17:52 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Produsen suplemen, Blackmores, menjadi sorotan global setelah muncul dugaan bahwa beberapa produknya seperti Super Magnesium+ dan Ashwagandha+ mengandung vitamin B6 dalam kadar sangat tinggi. Dugaan ini dikaitkan dengan sejumlah keluhan serius dari konsumen, seperti migrain, gangguan penglihatan, hingga gejala neurologis.

Fenomena ini membuat konsumen Blackmores di Indonesia jadi khawatir, mengingat merek suplemen tersebut cukup populer dan banyak dijual bebas di pasaran. Namun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memastikan bahwa produk-produk Blackmores yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi dan berbeda dengan yang beredar di Australia.

Baca juga: Suplemen & Vitamin yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan, Cek Bahayanya Bagi Tubuh

"Berdasarkan hasil penelusuran pada data registrasi BPOM dan koordinasi dengan PT Kalbe Blackmores Nutrition sebagai distributor produk Blackmores di Indonesia, produk Blackmores Super Magnesium+ tidak terdaftar dan tidak memiliki izin edar di Indonesia. Produk tersebut hanya dipasarkan khusus di Australia," tulis pernyataan resmi di laman media sosial BPOM RI.

BPOM juga melakukan penelusuran di marketplace di Indonesia dan menemukan beberapa tautan penjualan daring produk tersebut. Mereka telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), dan marketplace terkait yang terdeteksi menjual produk tersebut untuk melakukan penurunan/takedown tautan penjualan serta mengajukan daftar negatif (negative list)/pemblokiran terhadap produk dimaksud.

Bagi pelaku usaha yang mengedarkan produk suplemen kesehatan tanpa izin edar dapat dikenai sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 435 Jo. Pasal 138 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara hingga 12 tahun atau denda maksimal Rp5 miliar.

BPOM secara terus-menerus melakukan pengawasan pre- dan post-market untuk memastikan suplemen kesehatan yang beredar di Indonesia tetap memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu, serta tidak mengandung bahan berbahaya/dilarang.

"Produk Blackmores yang didistribusikan di Indonesia telah melalui proses evaluasi dan pendaftaran di BPOM, serta mengandung vitamin B6 dalam kadar yang sesuai dengan batas aman," ujar Kepala Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan BPOM, dalam keterangan resminya.

Pernyataan tersebut turut didukung oleh PT Kalbe Blackmores Nutrition, distributor resmi Blackmores di Indonesia, yang menyatakan bahwa semua produk mereka diformulasikan sesuai dengan standar keamanan lokal. 

“Kami memastikan produk yang beredar telah mengantongi izin BPOM dan aman digunakan sesuai aturan pakai,” kata perwakilan Kalbe dalam rilis yang diterima media.

Melalui laman resmi BPOM, hasil pencarian dengan kata kunci Blackmores menunjukkan bahwa hanya produk-produk tertentu yang resmi beredar di Indonesia, di bawah registrasi Kalbe Blackmores Nutrition, di antaranya sebagai berikut:
  • Blackmores Lacta Well
  • Blackmores Koalakids Eye Shield
  • Blackmores Ultimate Omega Odourless
  • Blackmores Bio D3 1000 IU
  • Blackmores Garlic Oil
  • Blackmores Ultimate Vibrant Skin
  • Blackmores Multivitamin + Mineral with Habbatussauda
  • Blackmores Immune Chewable
  • Blackmores Ultra Refined Habbatussauda Oil
  • Blackmores Fish Oil 1000 Odourless

Adapun sampai saat ini BPOM tengah melakukan koordinasi dengan Therapeutic Goods Administration Australia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait pemberitaan tersebut. 
 

Kasus Keracunan Vitamin B6 di Australia

Mengutip Daily Mail, seorang warga Australia bernama Dominic Noonan-O'Keeffe mengaku mulai mengonsumsi suplemen Blackmores Super Magnesium+ dan Ashwagandha+ sejak Mei 2023. Tak lama kemudian, dia merasa mengalami serangkaian gejala terkait paparan vitamin B6 yang berlebihan.

Vitamin B6 adalah zat gizi yang ditemukan secara alami pada daging dan tumbuhan, tetapi juga ditambahkan ke dalam berbagai suplemen karena khasiatnya dalam membantu metabolisme. Konsumsi vitamin B6 secara berlebihan dapat bersifat racun, meskipun belum ada aturan mengenai ambang batas penggunaan yang aman. 

Gejala yang dikeluhkan Noonan-O'Keeffe dimulai dengan kelelahan, nyeri saraf, migrain, dan gangguan penglihatan. Sembilan bulan kemudian, saudara tirinya bertanya apakah dia mengonsumsi suplemen B6, karena salah satu rekannya baru-baru ini menderita keracunan B6. 

"Saya langsung berhenti mengonsumsi semua suplemen, menjalani tes darah, dan dalam waktu seminggu hasilnya menunjukkan saya mengalami keracunan vitamin B6," ujar Noonan-O’Keeffe. 

Dia kemudian menemukan Magnesium+ yang dikonsumsinya mengandung sekitar 29 kali asupan harian vitamin B6 yang direkomendasikan. Sampai saat ini, dia masih mengalami mati rasa di jari-jarinya, nyeri saraf di leher, dan berkurangnya kemampuan kognitif. 

Keluhan serupa juga datang dari Katrina Puchalski, seorang dokter gigi asal Sydney. Dia mulai mengonsumsi suplemen magnesium Blackmores sejak Juni 2024 dan dalam waktu tiga bulan mulai merasakan pegal-pegal, nyeri tubuh, bahkan mengalami halusinasi. 

Setelah menyadari kemungkinan gejala tersebut berkaitan dengan keracunan B6, dia menghentikan konsumsi dan gejala-gejala itu mulai mereda dalam tiga bulan berikutnya.

Sementara itu, sampai saat ini belum ada laporan kasus serupa di Indonesia. Kendati demikian, BPOM tetap mengimbau masyarakat untuk memastikan produk suplemen yang dikonsumsi telah terdaftar secara resmi, dan menghindari pembelian dari sumber yang tidak terpercaya, terutama untuk produk impor yang belum tentu sesuai dengan regulasi nasional.

Masyarakat diharapkan bisa cerdas dalam memilih suplemen kesehatan dengan menerapkan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) serta menghindari mengonsumsi produk yang tidak memiliki izin edar/ilegal.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Hyundai Rilis Stargazer Cartenz & Cartenz X di GIIAS 2025, Apa Bedanya?

BERIKUTNYA

Pengguna iPhone Segera Bisa Coba iOS 26, Era Liquid Glass Makin Dekat

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: