Alasan CBS Menghentikan Program The Late Show with Stephen Colbert
22 July 2025 |
12:00 WIB
Setelah lebih dari tiga dekade mengudara, stasiun televisi CBS mengumumkan bahwa program The Late Show mereka yang terkenal akan segera berakhir. Program yang kini bernama The Late Show with Stephen Colbert tersebut akan resmi berakhir pada Mei 2026.
CBS menyatakan bahwa penghentian program ini tidak hanya berlaku untuk satu seri yang tengah berjalan saja. Mereka menilai Stephen Colbert sebagai pembawa acara terakhir begitu tak tergantikan, sehingga memutuskan untuk mengakhiri seluruh waralaba secara menyeluruh.
Baca juga: Hypereport: Riwayat Panjang Reality Show dan Variety Show Televisi Indonesia
"Kami menganggap Stephen Colbert tak tergantikan dan akan memensiunkan waralaba 'The Late Show'" pada Mei 2026," tulis CBS dikutip melalui Variety.
CBS menegaskan bahwa keputusan mengakhiri The Late Show tidak dipicu oleh masalah khusus seperti performa acara, isi konten, atau persoalan internal di Paramount. Penghentian waralaba ini murni didasarkan pada pertimbangan finansial, meski pihak CBS tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai alasan ekonomi tersebut.
Kabar mengenai rencana ini sudah sampai di telinga pembawa acara Stephen Colbert. Dia pun sempat menyinggung kabar tersebut dalam episode hari Kamis lalu. Dia mengungkap bahwa dirinya baru mengetahui keputusan itu malam sebelumnya.
Pernyataannya disambut sorakan kecewa dari penonton, yang langsung ditanggapinya “Ya, saya juga merasakan hal yang sama,” katanya. Namun, dirinya kemudian menenangkan penonton dan kemudian menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak jaringan dan lebih dari 200 anggota kru atas dedikasi mereka selama ini.
Tak lupa, Colbert juga mengucapkan terima kasih kepada para penonton setia, baik yang hadir langsung di studio maupun yang menyaksikan dari rumah dan berbagai penjuru dunia.
The Late Late Show adalah sebuah talk show larut malam dan variety show Amerika yang disiarkan di CBS. Acara ini pertama ditayangkan pada 1993. Awalnya, acara ini dipandu oleh David Letterman.
Ketika Letterman meninggalkan acara tersebut pada 2015, dia digantikan oleh Stephen Colbert, yang telah menjadi pembawa acara selama satu dekade terakhir.
The Late Show memiliki beberapa daya tarik yang membuatnya digemari penonton, seperti pendekatan uniknya terhadap format acara bincang-bincang larut malam, segmen-segmen yang lucu dan seringkali absurd, serta kemampuan pembawa acaranya, baik David Letterman maupun Stephen Colbert, dalam menyajikan wawancara yang mendalam dan menghibur.
Selain itu, acara ini juga dikenal dengan sindiran dan satir politiknya, serta kemampuan untuk menangkap isu-isu terkini dan menjadikannya bahan komedi. Acara ini tidak takut untuk mengkritik tokoh-tokoh politik dan isu-isu terkini, seringkali dengan cara yang lucu dan cerdas.
Beberapa segmen The Late Show menjadi sangat populer dan sering ditonton, seperti "Top Ten List", "Will It Float?", dan berbagai sketsa yang melibatkan partisipasi pemain dan penonton. Segmen-segmen ini menjadi ciri khas acara dan menarik perhatian pemirsa.
The Late Show seringkali melibatkan penonton dalam acara, baik secara langsung maupun melalui segmen-segmen yang melibatkan partisipasi mereka. Hal ini menciptakan suasana yang lebih akrab dan interaktif.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
CBS menyatakan bahwa penghentian program ini tidak hanya berlaku untuk satu seri yang tengah berjalan saja. Mereka menilai Stephen Colbert sebagai pembawa acara terakhir begitu tak tergantikan, sehingga memutuskan untuk mengakhiri seluruh waralaba secara menyeluruh.
Baca juga: Hypereport: Riwayat Panjang Reality Show dan Variety Show Televisi Indonesia
"Kami menganggap Stephen Colbert tak tergantikan dan akan memensiunkan waralaba 'The Late Show'" pada Mei 2026," tulis CBS dikutip melalui Variety.
CBS menegaskan bahwa keputusan mengakhiri The Late Show tidak dipicu oleh masalah khusus seperti performa acara, isi konten, atau persoalan internal di Paramount. Penghentian waralaba ini murni didasarkan pada pertimbangan finansial, meski pihak CBS tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai alasan ekonomi tersebut.
Kabar mengenai rencana ini sudah sampai di telinga pembawa acara Stephen Colbert. Dia pun sempat menyinggung kabar tersebut dalam episode hari Kamis lalu. Dia mengungkap bahwa dirinya baru mengetahui keputusan itu malam sebelumnya.
Pernyataannya disambut sorakan kecewa dari penonton, yang langsung ditanggapinya “Ya, saya juga merasakan hal yang sama,” katanya. Namun, dirinya kemudian menenangkan penonton dan kemudian menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak jaringan dan lebih dari 200 anggota kru atas dedikasi mereka selama ini.
Tak lupa, Colbert juga mengucapkan terima kasih kepada para penonton setia, baik yang hadir langsung di studio maupun yang menyaksikan dari rumah dan berbagai penjuru dunia.
The Late Late Show adalah sebuah talk show larut malam dan variety show Amerika yang disiarkan di CBS. Acara ini pertama ditayangkan pada 1993. Awalnya, acara ini dipandu oleh David Letterman.
Ketika Letterman meninggalkan acara tersebut pada 2015, dia digantikan oleh Stephen Colbert, yang telah menjadi pembawa acara selama satu dekade terakhir.
The Late Show memiliki beberapa daya tarik yang membuatnya digemari penonton, seperti pendekatan uniknya terhadap format acara bincang-bincang larut malam, segmen-segmen yang lucu dan seringkali absurd, serta kemampuan pembawa acaranya, baik David Letterman maupun Stephen Colbert, dalam menyajikan wawancara yang mendalam dan menghibur.
Selain itu, acara ini juga dikenal dengan sindiran dan satir politiknya, serta kemampuan untuk menangkap isu-isu terkini dan menjadikannya bahan komedi. Acara ini tidak takut untuk mengkritik tokoh-tokoh politik dan isu-isu terkini, seringkali dengan cara yang lucu dan cerdas.
Beberapa segmen The Late Show menjadi sangat populer dan sering ditonton, seperti "Top Ten List", "Will It Float?", dan berbagai sketsa yang melibatkan partisipasi pemain dan penonton. Segmen-segmen ini menjadi ciri khas acara dan menarik perhatian pemirsa.
The Late Show seringkali melibatkan penonton dalam acara, baik secara langsung maupun melalui segmen-segmen yang melibatkan partisipasi mereka. Hal ini menciptakan suasana yang lebih akrab dan interaktif.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.