Labinak: Mereka Ada Disini (Sumber Foto: Anami Films)

Film Horor Labinak: Mereka Ada Di Sini, Bawa Teror Keluarga Kanibal

12 July 2025   |   08:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Film horor Labinak: Mereka Ada Di Sini siap tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 21 Agustus 2025. Menjelang penayangannya, rumah produksi Anami Films baru saja merilis official trailer dan poster yang menampilkan kisah horor dengan teror psikologis tentang kanibalisme.

Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, film menggaet jajaran pemerannya yang terdiri dari Raihaanun, Arifin Putra, Giulio Parengkuan, Nayla D. Purnama, Chantiq Schagerl, Jenny Zhang, Aimee Saras, dan Ivanka Suwandi.

Melalui official poster dan trailer yang dirilis, memperlihatkan perjuangan kasih seorang Ibu bernama Najwa (Raihaanun) yang berusaha melindungi putrinya dari ritual kanibalisme kuno sekte Bhairawa.

Baca juga: Kitab Sijjin & Illiyyin Resmi Go Internasional, Film Horor Indonesia Dilirik Korea Selatan

Najwa bersama putrinya pergi ke Jakarta untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Secara tak diduga, keberuntungan yang beruntun terus datang pada mereka. Najwa menjadi guru honorer di sebuah sekolah swasta elit. Pihak yayasan sekolah memberinya gaji besar, akomodasi berupa rumah yang nyaman, dan putrinya diberikan beasiswa. 

Najwa juga menjadi lebih dekat dengan keluarga Bhairawa, pemilik yayasan sekolah. Beberapa kali dia dan putrinya diundang makan malam di rumah mewah mereka. Namun, tanpa disadari dia dan putrinya dijadikan tumbal sebuah ritual kanibalisme kuno. Lantas, bagaimana upaya Najwa melindungi putrinya dari teror keluarga pemakan manusia, apakah mereka berdua bisa selamat?
 


Adapun cerita dalam film Labinak: Mereka Ada Di Sini terinspirasi dari urban legend tentang praktik kanibalisme yang dilakukan oleh kalangan elite untuk mempertahankan usia panjang. Selain menghadirkan kengerian teror dan ritual-ritual menyeramkan, disajikan juga potret ketimpangan sosial ekonomi yang memperlihatkan betapa menyeramkannya manusia. Penonton diajak untuk merenungkan tentang realitas sosial yang lebih besar, dalam kemasan genre horor yang tak biasa.

“Film ini ingin menyampaikan cerita yang menyeramkan namun sekaligus penuh makna. Menggabungkan folklor, ketidakadilan dalam kehidupan yang nyata, dan kritik sosial lewat genre horor dengan kemasan baru, untuk menggugah pikiran penonton,” kata produser Dilip Chugani, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (11/7/2025).

Produser Sanjeev Bhalla, menambahkan bahwa film Labinak: Mereka Ada Di Sini menyampaikan kritik sosial melalui karakter Najwa dan keluarga Bhairawa. Dia menekankan bagaimana ketidaksetaraan ekonomi menciptakan kebrutalan, yang pada akhirnya menyeret mereka yang tak memiliki pilihan untuk menjadi tumbal.

"Secara simbolis, horor dalam film ini merefleksikan situasi sosial ekonomi yang tengah terjadi di masyarakat saat ini," katanya.

Sementara itu, sutradara Azhar Kinoi Lubis menerangkan bahwa film Labinak: Mereka Ada Di Sini memberinya pengalaman baru dalam mengeksekusi konsep genre horor Indonesia. Mengusung tema yang segar dan berbeda, film ini diharapkan menjadi karya yang membuka ruang eksplorasi baru dalam perfilman horor Tanah Air.

Azhar Kinoi Lubis sendiri dikenal akan kemampuannya memadukan horor atmosferik dengan kedalaman emosional khas genre drama. Dalam film ini, dia menghadirkan gaya horor yang unik bukan sekadar menakutkan, tetapi juga menyentuh sisi manusiawi. Setiap teriakan, keheningan, dan bayangan dihadirkan dengan beban emosional yang kuat, menciptakan pengalaman menonton yang lebih dalam.

“Dalam menggarap film horor ini, ada banyak detail yang harus dikerjakan, dengan dedikasi dan kerja keras seluruh pemeran dan kru, film Labinak: Mereka Ada Disini akan bisa disaksikan tahun ini mulai 21 Agustus di
bioskop, semoga karya ini disukai oleh penonton,” ujar Kinoi Lubis.

Raihaanun, yang memerankan karakter Najwa sebagai seorang ibu sekaligus guru dengan masa lalu kelam, menjelaskan bahwa Najwa merepresentasikan banyak orang yang terjebak dalam ketidakberdayaan. 

Baca juga: Eksplorasi Sutradara Bobby Prasetyo di Film Sihir Pelakor, Horor Berbalut Drama & Psikologi

“Najwa mewakili jutaan orang di dunia ini yang hanya ingin memperbaiki hidup mereka lewat satu-satunya jalan yang mereka kenal, yakni pendidikan. Najwa juga hanya memiliki satu harapan, yaitu masa depan yang lebih baik untuk putri tercintanya. Namun, sistem sosial yang timpang membuat dia dan anaknya harus membayar mahal demi kehidupan yang lebih layak,” ungkap Raihaanun.

Dalam film ini, Najwa dan anaknya menjadi ‘mangsa’ kelompok yang memiliki kekuasaan dan sumber daya, seperti keluarga sekte Bhairawa. Penonton akan menyaksikan bagaimana Najwa dan anaknya menghadapi teror yang terus menghantui mereka, bukan hanyadari sosok gaib tapi juga dari manusia itu sendiri.

SEBELUMNYA

Tak Sekadar Tempat Belanja, Ini 5 Strategi Mall Agar Tetap Eksis

BERIKUTNYA

Kala Hotel Hadir Dalam Ajang Lari

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: