Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian Raih Raih Best Director di Festival Film International Montreal
08 July 2025 |
14:54 WIB
Dua sutradara Indonesia, Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, berhasil meraih penghargaan Best Director dalam ajang Festival Film Internasional Montreal 2025. Keduanya meraih penghargaan prestisius ini melalui film terbaru yang disutradarai bersama, yakni Believe: The Ultimate Battle (Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian).
Festival Film Internasional Montreal merupakan salah satu festival bergengsi di Amerika Utara. Diselenggarakan setiap tahun di Montreal, Kanada, festival ini dikenal sebagai platform penting bagi sineas independen dan pembuat film auteur dari berbagai negara untuk memperkenalkan karya mereka ke pasar global.
Film-film yang diputar di festival ini dikenal mengusung semangat untuk mendorong keterlibatan aktif penonton serta membuka ruang dialog menuju perubahan sosial.
Selain itu, festival ini juga menekankan pentingnya budaya saling menghargai dan kerja sama lintas budaya, serta mengedepankan kekuatan narasi otentik yang merefleksikan keragaman perspektif dan pengalaman manusia. "Best Director: Believe - The Ultimate Battle," bunyi pengumuman resmi festival.
Baca juga: FFI 2025 Usung Program Baru, Dekatkan Diri ke Festival Film Daerah
Dalam catatannya, pihak festival mengapresiasi atas karya tersebut yang dianggap telah menginspirasi, membangkitkan imajinasi, serta memperkuat komitmen menciptakan sinema sebagai sarana untuk memberi dampak global yang berarti.
Mereka menegaskan kembali visi kuat untuk menjadikan film sebagai medium yang mampu menghadirkan perubahan besar bagi dunia, termasuk dalam melestarikan nilai-nilai sejarah.
Film dengan judul Indonesia Believe: Takdir, Mimpi dan Keberanian ini merupakan adaptasi dari kisah nyata perjalanan hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat bertugas di Timor Leste, khususnya saat melaksanakan Operasi Seroja pada 1975 dan 1999.
Cerita ini diangkat dari buku biografi Believe: Faith, Dream, and Courage. Sang sutradara, Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, kemudian mencoba menghadirkan sudut pandang berbeda dan lebih menyoroti aspek manusiawi dari seorang prajurit.
Kisah di film ini akan berpusat pada sosok Agus (diperankan Ajil Ditto), yang berusaha memahami sang ayah, Sersan Kepala Dedi (Wafda Saifan), seorang prajurit yang lebih banyak mengabdikan waktunya di medan tempur daripada bersama keluarga.
Latar belakang Dedi sebagai prajurit dalam Operasi Seroja menjadi fondasi kuat bagi konflik batin sang anak. Dalam perjalanannya sendiri, Agus kemudian juga menjalani profesi yang sama, yakni menjadi seorang tentara.
Pada akhirnya, Agus juga dihadapkan pada tantangan yang sama untuk menjaga keharmonisan rumah tangganya bersama sang istri, Evi (Adinda Thomas), di tengah tekanan tugas negara.
Film ini mencoba menggambarkan dinamika emosional kehidupan keluarga militer, dengan berbagai sisi, dari perjuangan, kehilangan, harapan, hingga kebahagiaan. Dengan nuansa kekeluargaan yang kental, nilai-nilai patriotisme, dan semangat pengabdian yang tinggi, film ini mencoba menyentuh sisi kemanusiaan dalam profesi militer.
Diproduksi oleh PH Bahagia Tanpa Drama, film ini makin menarik karena menampilkan deretan aktor papan atas, seperti Maudy Koesnaedi sebagai ibu mertua Agus, serta Marthino Lio yang memerankan tokoh antagonis di medan konflik. Believe: Takdir, Mimpi dan Keberanian dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 24 Juli 2025.
Baca juga: Transformasi Sinema di Festival Film Internasional Shanghai 2025, Dari AI hingga Layar Global
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Festival Film Internasional Montreal merupakan salah satu festival bergengsi di Amerika Utara. Diselenggarakan setiap tahun di Montreal, Kanada, festival ini dikenal sebagai platform penting bagi sineas independen dan pembuat film auteur dari berbagai negara untuk memperkenalkan karya mereka ke pasar global.
Film-film yang diputar di festival ini dikenal mengusung semangat untuk mendorong keterlibatan aktif penonton serta membuka ruang dialog menuju perubahan sosial.
Selain itu, festival ini juga menekankan pentingnya budaya saling menghargai dan kerja sama lintas budaya, serta mengedepankan kekuatan narasi otentik yang merefleksikan keragaman perspektif dan pengalaman manusia. "Best Director: Believe - The Ultimate Battle," bunyi pengumuman resmi festival.
Baca juga: FFI 2025 Usung Program Baru, Dekatkan Diri ke Festival Film Daerah
Dalam catatannya, pihak festival mengapresiasi atas karya tersebut yang dianggap telah menginspirasi, membangkitkan imajinasi, serta memperkuat komitmen menciptakan sinema sebagai sarana untuk memberi dampak global yang berarti.
Mereka menegaskan kembali visi kuat untuk menjadikan film sebagai medium yang mampu menghadirkan perubahan besar bagi dunia, termasuk dalam melestarikan nilai-nilai sejarah.
Film dengan judul Indonesia Believe: Takdir, Mimpi dan Keberanian ini merupakan adaptasi dari kisah nyata perjalanan hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat bertugas di Timor Leste, khususnya saat melaksanakan Operasi Seroja pada 1975 dan 1999.
Cerita ini diangkat dari buku biografi Believe: Faith, Dream, and Courage. Sang sutradara, Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, kemudian mencoba menghadirkan sudut pandang berbeda dan lebih menyoroti aspek manusiawi dari seorang prajurit.
Kisah di film ini akan berpusat pada sosok Agus (diperankan Ajil Ditto), yang berusaha memahami sang ayah, Sersan Kepala Dedi (Wafda Saifan), seorang prajurit yang lebih banyak mengabdikan waktunya di medan tempur daripada bersama keluarga.
Latar belakang Dedi sebagai prajurit dalam Operasi Seroja menjadi fondasi kuat bagi konflik batin sang anak. Dalam perjalanannya sendiri, Agus kemudian juga menjalani profesi yang sama, yakni menjadi seorang tentara.
Pada akhirnya, Agus juga dihadapkan pada tantangan yang sama untuk menjaga keharmonisan rumah tangganya bersama sang istri, Evi (Adinda Thomas), di tengah tekanan tugas negara.
Film ini mencoba menggambarkan dinamika emosional kehidupan keluarga militer, dengan berbagai sisi, dari perjuangan, kehilangan, harapan, hingga kebahagiaan. Dengan nuansa kekeluargaan yang kental, nilai-nilai patriotisme, dan semangat pengabdian yang tinggi, film ini mencoba menyentuh sisi kemanusiaan dalam profesi militer.
Diproduksi oleh PH Bahagia Tanpa Drama, film ini makin menarik karena menampilkan deretan aktor papan atas, seperti Maudy Koesnaedi sebagai ibu mertua Agus, serta Marthino Lio yang memerankan tokoh antagonis di medan konflik. Believe: Takdir, Mimpi dan Keberanian dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 24 Juli 2025.
Baca juga: Transformasi Sinema di Festival Film Internasional Shanghai 2025, Dari AI hingga Layar Global
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.