Teaser tampilan robotaxi Tesla. (Foto: Tesla.com)

Daftar Mobil Otonom Pesaing Robotaxi Tesla yang Baru Saja Diluncurkan

30 June 2025   |   22:30 WIB
Image
Fajar Sidik Hypeabis.id

Perlombaan inovasi mobil otonom alias automated vehicle (AV) kembali mencuat setelah Tesla resmi meluncurkan layanan robotaxi dengan teknologi Full Self-Driving (FSD) sebagai platform AV ambisiusnya.  Meskipun FSD masih merupakan sistem tingkat 2 yang memerlukan pengawasan manusia. Tesla membuat pendekatan model vision-only, yang ditenagai oleh jaringan saraf dan miliaran mil data.

Tesla telah meluncurkan layanan Robotaxi Model Y-nya di Austin, Texas pada akhir Juni 2025 ini, dengan armada awal sebanyak 10-20 kendaraan yang melaju di zona yang telah dipetakan. CEO Tesla, Elon Musk menargetkan bakal ada ratusan ribu Robotaxi di AS beroperasi pada akhir 2026.

Selain Tesla, inovasi mobil tanpa pengemudi ini juga diramaikan sejumlah pemain kunci lainnya seperti Waymo dari Alphabet, dan Apollo Go dari Baidu yang telah menunjukkan kelayakan komersial dalam aplikasi khusus. Berikut ini ulasan singkat perkembangan proyek mobil otonom dari sejumlah pemain utama di dunia dirangkum dari Shapiro Law Team.


1. Robotaxi Model Y Full Self-Driving (Tesla)

Kendaraan dengan teknologi Full Self-Driving (FSD) ini masih merupakan sistem tingkat 2 yang memerlukan pengawasan manusia secara terus-menerus. Meski begitu, Tesla telah meluncurkan layanan Robotaxi Model Y di Austin, Texas pada akhir Juni 2025. Elon Musk, CEO Tesla berulang kali menyatakan keyakinannya bahwa Tesla akan menjadi pelopor dalam teknologi mobil otonom penuh (Full Self-Driving) yang teknologinya terus dikembangkan.

Sistem itu mengandalkan kombinasi canggih dari kamera, sensor ultrasonik, dan radar untuk menciptakan visibilitas 360 derajat di lintasan kendaraan. Data dari sensor-sensor ini kemudian diproses oleh komputer onboard yang kuat, memungkinkan kendaraan untuk mengenali objek, memprediksi perilaku lalu lintas, dan membuat keputusan berkendara secara real-time.

Pembaruan perangkat lunak FSD yang berkelanjutan telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan otonom Tesla, dari sistem navigasi di jalan raya hingga manuver kompleks di perkotaan. Meskipun demikian, Tesla masih menekankan bahwa sistem FSD saat ini memerlukan pengawasan aktif dari pengemudi manusia dan belum sepenuhnya otonom tanpa intervensi.


2. Waymo (Alphabet)

Waymo, anak perusahaan Alphabet, secara luas dianggap sebagai pemimpin industri dalam layanan robotaxi tingkat 4 komersial. Pada April 2025, Waymo telah mengoperasikan layanan komersialnya di Phoenix (Arizona), San Francisco (California), Silicon Valley (California), Los Angeles (California), Miami (Florida), Atlanta (Georgia), dan Austin (Texas).

Skala operasionalnya cukup besar dengan lebih dari 250.000 perjalanan berbayar per minggu, mencakup lebih dari 1 juta mil setiap bulan. Pada awal 2025, Waymo mencatat sekitar satu juta perjalanan per bulan, dan menargetkan 25-50 juta perjalanan tahun ini. Armada Waymo saat ini terdiri dari lebih dari 1.500 kendaraan.

Kendaraan Waymo menggunakan rangkaian sensor komprehensif termasuk LiDAR, radar, dan AI untuk navigasi yang aman. Mereka sangat bergantung pada data sensor real-time dan peta kustom yang sangat detail untuk mengetahui lokasi persis di jalan setiap saat. Pendekatan Waymo ditandai oleh ekspansi bertahap, mengutamakan keselamatan, dan dilakukan kota per kota.

Meskipun pendekatan yang mengutamakan keselamatan ini telah memungkinkan Waymo mencapai skala operasional yang signifikan dan penerimaan publik di kota-kota tempatnya beroperasi, hal ini juga memerlukan biaya per kendaraan yang sangat tinggi diperkirakan lebih dari US$120.000 per mobil dan investasi R&D yang besar dari Alphabet, yang menurut para analis masih jauh dari profitabilitas.

Penggunaan peta kustom yang sangat detail, meskipun mahal, memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan karena memastikan operasi L4 yang kuat di lingkungan perkotaan yang kompleks. Namun, Waymo juga melaporkan jumlah kecelakaan yang tinggi di antara kendaraan otonom penuhnya dengan 907 insiden.


3. Apollo Go (Baidu)

Apollo Go dari Baidu secara luas dianggap sebagai layanan taksi otonom paling canggih di China. Platform ini telah mengumpulkan lebih dari 150 juta kilometer berkemudi aman dan menyediakan lebih dari 10 juta perjalanan. Pada Mei 2025, armada robotaksi globalnya telah mencapai 1.000 kendaraan.

Apollo Go mengoperasikan penerapan skala besar di Wuhan dan telah membangun jaringan operasional di empat kota tingkat pertama di China (Beijing, Shanghai, Guangzhou, Shenzhen).

Dukungan pemerintah, termasuk persetujuan regulasi dan investasi dalam R&D , memberikan keuntungan signifikan, memungkinkan penerapan yang lebih cepat dan akumulasi data dunia nyata dibandingkan dengan lingkungan regulasi yang lebih terfragmentasi.

Apollo Go juga berkembang pesat secara internasional, dengan rencana untuk mengerahkan 100 kendaraan otonom penuh di Dubai pada akhir 2025, yang akan ditingkatkan menjadi 1.000 pada 2028. Perusahaan ini juga berencana meluncurkan layanan di Singapura, Malaysia, dan Swiss paling cepat akhir 2025.

Ekspansi ini tidak hanya bertujuan untuk pertumbuhan pasar tetapi juga sebagai validasi kritis terhadap teknologinya di berbagai lingkungan lalu lintas dan regulasi internasional. Apollo Go menggunakan robotaksi RT6 generasi ke-6 yang dibuat khusus untuk mobilitas tanpa pengemudi. Sistem ini dikembangkan untuk operasi skenario penuh, segala cuaca.


4. Motional (Joint Venture Hyundai-Aptiv untuk Robotaksi)

Motional, sebuah joint venture antara Hyundai Motor Group dan Aptiv, sedang mengembangkan AV Tingkat 4 SAE untuk layanan ride-hail dan pengiriman otonom. Mereka memelopori transisi dari sistem perencanaan gerak berbasis aturan ke sistem berbasis pembelajaran mesin (ML).

Struktur Motional sebagai joint venture antara pemimpin manufaktur otomotif (Hyundai) dan ahli teknologi otomotif (Aptiv) mewakili model strategis untuk menggabungkan pengalaman industri yang mendalam dengan pengembangan teknologi AV mutakhir. Hal ini mengurangi risiko dan memanfaatkan kekuatan yang saling melengkapi, serta berpotensi mempercepat jalur komersialisasi dengan mengintegrasikan desain kendaraan dengan sistem otonom sejak awal.

Motional telah melakukan lebih dari 100.000 perjalanan publik dengan Lyft di Las Vegas. Mereka juga melakukan pengujian kecepatan jalan raya dengan robotaksi IONIQ 5 listrik penuh. Peluncuran layanan tanpa pengemudi komersial direncanakan pada 2026. Motional bekerja sama dengan perusahaan ride-hail besar seperti Lyft, Uber Eats, dan Via.


5. Zoox (Amazon)

Zoox, yang diakuisisi oleh Amazon pada 2020 adalah shuttle listrik otonom penuh yang tengah dikembangkan lagi dari nol. Proyek ini dirancang khusus untuk angkutan penumpang tanpa roda kemudi (stir) atau pedal. Zoox menggunakan kamera dan radar untuk memberikan visibilitas 360 derajat dan persepsi canggih yang dipasangkan dengan sistem komputasi yang kuat serta cadangan yang memadai. Ini adalah prototipe eksperimental yang beroperasi pada Tingkat 4 SAE.

Keputusan Zoox untuk membangun dari awal daripada memodifikasi kendaraan yang sudah ada merupakan perbedaan strategis yang signifikan. Meskipun ini memerlukan investasi awal yang lebih tinggi dan menghadapi tantangan regulasi yang unik untuk faktor bentuk kendaraan baru, hal ini memungkinkan integrasi optimal perangkat keras dan perangkat lunak otonom, yang dapat menghasilkan pengalaman penumpang yang lebih aman, efisien, dan nyaman dalam jangka panjang.

Selain kelima itu,  ada juga Cruise dari General Motors yang terhitung sebagai pemain kunci dalam layanan robotaxi, terutama di wilayah perkotaan padat seperti San Francisco, dan AutoX yang telah memperluas layanannya di lebih dari 10 kota di China.

Tak kalah langkah, perusahaan otomotif tradisional seperti Toyota, Volkswagen, dan Ford juga berinvestasi besar-besaran dalam teknologi kendaraan otonom, dengan fokus pada integrasi teknologi ke dalam model kendaraan mereka, mulai dari fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS) hingga pengembangan kendaraan otonom penuh di masa depan.
 

SEBELUMNYA

Fakta Amazon yang Viral Diberi Bintang 1 di Google Map Oleh Warganet RI

BERIKUTNYA

Babak Play-ins FFNS 2025 Fall Rampung, 9 Tim Melaju ke Grand Finals

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: