Profil Karmen Anastasya, Finalis Miss Indonesia Papua Pegunungan 2025 Pengganti Merince Kogoya
30 June 2025 |
15:00 WIB
Yayasan Miss Indonesia resmi menunjuk Karmen Anastasya sebagai perwakilan baru dari wilayah Papua Pegunungan untuk ajang Miss Indonesia 2025. Karmen bakal menggantikan tempat peserta sebelumnya, Merince Kogoya yang didiskualifikasi.
Karmen Anastasya, yang memiliki nama lengkap Karmen A. S. Ayzubab, merupakan mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Gunadarma. Perempuan berusia 21 tahun ini tak hanya aktif di bidang akademik, tetapi juga menorehkan prestasi di dunia olahraga.
Karmen dikenal sebagai atlet Muaythai. Berdasarkan potret dari laman Instagram resminya, diketahui dia pernah berpartisipasi di ajang Kejurkab Mimika 1 road to Pra PON Aceh 2024, Kejuaraan Terbuka Seni Tarung Tradisi Tingkat Nasional Komandan Grup Dua Kopassus, Kejuaraan Nasional dan Seleksi Nasional MUAYTHAI "Road to 32nd Sea Games Kamboja", Liga Seri 3 Jatim Piala Pangdam Brawijaya, dan Pekan Olahraga Nasional (PON ACEH-SUMUT 2024).
Baca juga: Profil Singkat Monica Kezia Sembiring yang Bersinar di Miss World 2025
Dengan latar belakang sebagai mahasiswa komunikasi dan atlet berprestasi, Karmen Anastasya diharapkan mampu tampil meyakinkan di panggung Miss Indonesia 2025 dan menyuarakan isu-isu penting terkait perempuan, pendidikan, dan pengembangan potensi daerah.
Adapun penunjukan Karmen sebagai perwakilan Miss Indonesia Papua Pegunungan menjadi bentuk komitmen penyelenggara untuk menjaga nilai-nilai yang sejalan dengan semangat ajang kecantikan nasional tersebut.
Keputusan ini disepakati setelah munculnya kontroversi atas rekam jejak digital Merince Kogoya yang menimbulkan polemik publik. Hal ini membuatnya didiskualifikasi dan dipulangkan dari masa karantina Miss Indonesia 2025.
Belakangan, muncul video Merince yang memperlihatkan dirinya mengibarkan bendera Israel sambil berdoa dan menyuarakan harapan untuk negara tersebut, kembali viral di media sosial. Hal ini memicu spekulasi bahwa dia mendukung Zionisme di tengah solidaritas tinggi masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Merince sendiri sempat mengklarifikasi bahwa, video tersebut merupakan reels lama sekitar dua tahun yang lalu. Dia menegaskan bahwa niatnya adalah doa dan ucapan berkah secara religius, bukan dukungan politik atau ideologis Zionisme.
Lebih lanjut, Merince menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Papua Pegunungan, tim dan para pendukungnya, serta pihak yang merasa tersinggung.
Dia juga sekaligus menyatakan kekecewaannya karena keputusan diskualifikasi tersebut dipengaruhi opini publik. Merince mengungkap bahwa dirinya telah mengorbankan banyak waktu, tenaga, dan biaya hingga Rp 65 juta untuk mempersiapkan kontes tersebut.
Baca juga: Profil Opal Suchata Chuangsri, Miss World 2025 dari Thailand
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Karmen Anastasya, yang memiliki nama lengkap Karmen A. S. Ayzubab, merupakan mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Gunadarma. Perempuan berusia 21 tahun ini tak hanya aktif di bidang akademik, tetapi juga menorehkan prestasi di dunia olahraga.
Karmen dikenal sebagai atlet Muaythai. Berdasarkan potret dari laman Instagram resminya, diketahui dia pernah berpartisipasi di ajang Kejurkab Mimika 1 road to Pra PON Aceh 2024, Kejuaraan Terbuka Seni Tarung Tradisi Tingkat Nasional Komandan Grup Dua Kopassus, Kejuaraan Nasional dan Seleksi Nasional MUAYTHAI "Road to 32nd Sea Games Kamboja", Liga Seri 3 Jatim Piala Pangdam Brawijaya, dan Pekan Olahraga Nasional (PON ACEH-SUMUT 2024).
Baca juga: Profil Singkat Monica Kezia Sembiring yang Bersinar di Miss World 2025
Dengan latar belakang sebagai mahasiswa komunikasi dan atlet berprestasi, Karmen Anastasya diharapkan mampu tampil meyakinkan di panggung Miss Indonesia 2025 dan menyuarakan isu-isu penting terkait perempuan, pendidikan, dan pengembangan potensi daerah.
Adapun penunjukan Karmen sebagai perwakilan Miss Indonesia Papua Pegunungan menjadi bentuk komitmen penyelenggara untuk menjaga nilai-nilai yang sejalan dengan semangat ajang kecantikan nasional tersebut.
Keputusan ini disepakati setelah munculnya kontroversi atas rekam jejak digital Merince Kogoya yang menimbulkan polemik publik. Hal ini membuatnya didiskualifikasi dan dipulangkan dari masa karantina Miss Indonesia 2025.
Belakangan, muncul video Merince yang memperlihatkan dirinya mengibarkan bendera Israel sambil berdoa dan menyuarakan harapan untuk negara tersebut, kembali viral di media sosial. Hal ini memicu spekulasi bahwa dia mendukung Zionisme di tengah solidaritas tinggi masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Merince sendiri sempat mengklarifikasi bahwa, video tersebut merupakan reels lama sekitar dua tahun yang lalu. Dia menegaskan bahwa niatnya adalah doa dan ucapan berkah secara religius, bukan dukungan politik atau ideologis Zionisme.
Lebih lanjut, Merince menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Papua Pegunungan, tim dan para pendukungnya, serta pihak yang merasa tersinggung.
Dia juga sekaligus menyatakan kekecewaannya karena keputusan diskualifikasi tersebut dipengaruhi opini publik. Merince mengungkap bahwa dirinya telah mengorbankan banyak waktu, tenaga, dan biaya hingga Rp 65 juta untuk mempersiapkan kontes tersebut.
Baca juga: Profil Opal Suchata Chuangsri, Miss World 2025 dari Thailand
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.