Anna Wintour. (Sumber foto: Youtube/Vogue)

Akhir dari Sebuah Era, Anna Wintour Mundur dari Jabatan Editor-in-Chief Vogue AS

27 June 2025   |   13:13 WIB
Image
Nirmala Aninda Manajer Konten Hypeabis.id

Setelah 37 tahun memimpin Vogue Amerika, Anna Wintour resmi mundur dari jabatan editor-in-chief. Kabar ini diumumkan langsung oleh Wintour dalam rapat staf pada Kamis, (26/6/2025), dan telah dikonfirmasi oleh sejumlah media seperti The Daily Front Row, WWD, dan Business of Fashion.

Meski mundur dari tugas redaksional harian, Wintour, yang kini berusia 75 tahun, tetap mengemban dua jabatan penting: Chief Content Officer Condé Nast dan Global Editorial Director Vogue. Dia akan terus mengawasi semua merek besar Condé Nast seperti Vanity Fair, GQ, Wired, dan Architectural Digest, serta memimpin sorotan global pada acara besar seperti Met Gala dan Vogue World.

Baca juga: 10 Cara Untuk Mendapatkan Undangan Met Gala

Pengunduran diri ini bagian dari restrukturisasi global Condé Nast, meniru model jabatan Head of Editorial Content (HOEC) yang sudah diterapkan di edisi internasional Vogue, termasuk Inggris, Prancis, dan Italia. Vogue AS kini mulai membuka seleksi untuk posisi tersebut, yang akan mengambil alih pengelolaan redaksional harian dan melapor langsung ke Wintour.

Anna Wintour dikenal sebagai sosok perfeksionis dengan reputasi 'dingin' dan bahkan kerap dijuluki "Nuclear Wintour". Namun, tak dapat dipungkiri bahwa keberaniannya menetapkan tren, seperti membawa Michaela Bercu mengenakan jeans senilai US$50 pada sampul Vogue pertamanya, mengubah wajah media fashion Amerika.

“Siapa pun yang bekerja di bidang kreatif tahu betapa pentingnya untuk tidak pernah berhenti berkembang dalam pekerjaannya,” kata Wintour kepada staf Vogue dalam rapat hari Kamis. “Saat saya pertama kali menjadi editor Vogue, saya sangat ingin membuktikan kepada siapa pun yang mau mendengarkan bahwa ada cara baru dan menarik untuk membayangkan sebuah majalah mode Amerika.”

“Kini, hal yang paling memberi saya kepuasan adalah membantu generasi editor penuh semangat berikutnya untuk terjun ke lapangan dengan ide-ide mereka sendiri, didukung oleh sudut pandang baru dan penuh semangat tentang seperti apa seharusnya sebuah perusahaan media besar. Dan itulah tepatnya jenis sosok yang kini kita cari untuk mengisi posisi HOEC di Vogue AS,” tutupnya.
 


Perjalanan kariernya dimulai sejak 1975, meniti karier di majalah Inggris sebelum menjadi creative director dan editor-in-chief Vogue Inggris (1985–1987), lalu kembali sebagai pemimpin Vogue AS sejak 1988 . Di bawah kepemimpinannya, majalah ini berkembang pesat, dari introduksi selebritas di sampul, memodernisasi jurnalistik mode, hingga menjadikan Met Gala sebagai acara budaya kelas dunia .

Meskipun menjauh dari rutinitas harian, Wintour memastikan dia akan tetap memperhatikan industri mode dan kekuatan budaya kreatif seperti Met Ball, serta merumuskan arah program global Vogue ke depan.


Siapa yang akan menjadi penerusnya?

Pergeseran kepemimpinan di Vogue Amerika Serikat membuka peluang bagi nama-nama kuat di dunia jurnalisme mode untuk melangkah ke kursi tertinggi. Seiring pengunduran diri Anna Wintour dari peran editor-in-chief setelah hampir empat dekade, perhatian kini tertuju pada siapa yang akan dipercaya melanjutkan tongkat estafetnya.

Dilansir oleh Forbes, Salah satu kandidat yang paling banyak disebut adalah Amy Astley, editor pendiri Teen Vogue dan saat ini menjabat sebagai pemimpin redaksional Architectural Digest. Astley dikenal dekat dengan Wintour dan punya rekam jejak dalam membangun brand media berbasis visual dan gaya hidup yang relevan dengan audiens muda dan mapan.

Nama berikutnya adalah Chioma Nnadi, kepala konten editorial British Vogue sejak 2023. Ia mendapat banyak pujian atas pendekatannya yang segar, inklusif, dan reflektif terhadap perubahan sosial dalam industri mode. Kehadirannya dianggap bisa membawa perspektif global dan memperkuat komitmen Vogue terhadap keragaman.

Tak ketinggalan, Kate Betts juga masuk dalam radar. Mantan editor Harper’s Bazaar ini pernah menempati posisi senior di Vogue dan dihormati karena pandangan tajamnya terhadap mode dan budaya populer. Meski kini lebih aktif sebagai penulis dan pengamat, rekam jejak editorialnya tetap menjadi aset berharga.

Hingga kini, Condé Nast belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan mengisi jabatan HOEC di Vogue AS. Namun proses seleksi dipastikan sedang berjalan, baik dari internal maupun eksternal perusahaan.

Sementara itu, Anna Wintour menegaskan bahwa ia ingin bekerja bersama sosok baru yang mampu menghadirkan ide-ide segar dan menantang struktur lama. “Kita sedang mencari seseorang yang bisa membuat kita semua memandang Vogue dengan seribu cara yang baru dan orisinal,” tuturnya dalam rapat staf internal.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Karya-karya Terbaik Denis Villeneuve, Sutradara Baru Film James Bond

BERIKUTNYA

Macam-macam Camilan dan Nilai Gizinya, Gorengan sampai Popcorn Bioskop

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga