Infused water (Sumber gambar: Pexels/Karolina Grabowska)

Apakah Detox Juice & Infused Water Ampuh Membantu Diet? Begini Kata Ahli Nutrisi

04 July 2025   |   20:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Konsumsi detox juice dan infused water masih menjadi tren kesehatan populer. Tren ini berkembang khususnya bagi mereka yang berusaha diet dan menurunkan berat badan. Keduanya kerap diklaim mampu membersihkan tubuh dari racun dan mendukung proses detoksifikasi organ vital.

Namun, benarkah manfaat tersebut terbukti efektif dan aman untuk semua orang? Ahli Nutrisi dan Anti-Aging Yovi Yoanita mengatakan bahwa proses detoksifikasi sesungguhnya merupakan bagian dari kerja harian tubuh yang terjadi secara alami. "Kita tiap hari detox. Tugas tubuh salah satunya memang membuang racun," ungkapnya.

Organ-organ seperti hati, ginjal, usus, dan kulit secara konsisten bekerja menyaring dan membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Namun, dalam beberapa kondisi, tubuh memang bisa dibantu melalui asupan nutrisi tertentu yang mendukung fungsi organ detoksifikasi. Yovi menyebut, konsumsi makanan tinggi antioksidan, cairan cukup, serta sayur dan buah yang mengandung vitamin serta mineral, dapat membantu organ-organ seperti hati bekerja lebih optimal. 

Baca juga: Cek 5 Manfaat Air Murni, Salah Satunya untuk Detoks Tubuh 

Detox juice dan infused water diklaim mengandung berbagai nutrisi yang dapat membantu proses tersebut. Akan tetapi, Yovi menyebut manfaatnya bersifat komplementer bukan menggantikan sistem detoksifikasi alami tubuh.

Ketika tubuh dalam keadaan sehat, asupan dari buah dan sayuran dapat membantu kinerja hati dan ginjal. Kandungan seperti vitamin C, fitokimia, serta antioksidan pada bahan-bahan alami memiliki peran mendukung metabolisme dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif.

Namun, perlu dicatat bahwa metode detox yang terlalu ekstrem justru dapat membahayakan. Penggunaan detox juice secara eksklusif selama beberapa hari tanpa asupan makanan lain berisiko menurunkan kadar energi, mengganggu keseimbangan elektrolit, dan memicu stres metabolik, terutama pada individu dengan kondisi hati atau ginjal yang terganggu.

Oleh karena itu, Yovi menyarankan penggunaan metode ini sebaiknya dibawah pengawasan tenaga medis atau ahli gizi.

Terlepas dari hal tersebut, tren gaya hidup sehat memang positif. Akan tetapi, masyarakat harus waspada ketika informasi disebarluaskan tanpa dasar ilmiah yang kuat. "Tetap berhati-hati ketika tren dibuat overuse dengan klaim-klaim yang kadang tidak bertanggung jawab," katanya mengingatkan. 

Beberapa produk detox juice bahkan dipasarkan sebagai solusi instan untuk menurunkan berat badan atau membersihkan racun dalam waktu 3 hari, yang menurut Yovi tidak realistis dan berpotensi menyesatkan. Dia menyebut, konsumen perlu bijak dalam menyikapi tren semacam ini, serta menghindari pola makan ekstrem hanya karena mengikuti tren atau promosi selebritas.  
 

Jus (Sumber gambar: Pexels/Pixabay)

Jus (Sumber gambar: Pexels/Pixabay)

Meski manfaat fisiologis dari detox juice atau infused water perlu dilihat secara kritis, tren ini tidak sepenuhnya negatif. Bagi sebagian orang, pengalaman mengonsumsi jus atau air buah menjadi langkah awal mengenalkan tubuh pada konsumsi buah dan sayur yang sebelumnya jarang dilakukan.

Yovi menyebut bahwa ini dapat menciptakan memori otak yang positif terhadap jenis makanan sehat. Jika kebiasaan ini berlanjut dan diintegrasikan ke dalam pola makan harian, maka dampak jangka panjang terhadap kesehatan bisa menjadi signifikan. "Yang penting adalah transisi dari pola makan ekstrem ke pola hidup yang berkelanjutan," katanya.

Salah satu tantangan terbesar dalam pola hidup sehat adalah konsistensi. Yovi menekankan bahwa maintain itu lebih susah karena yang dibangun bukan hanya program diet, tapi keseluruhan gaya hidup. 

Perubahan yang terlalu drastis seperti penurunan berat badan yang cepat lalu naik kembali justru memicu peradangan kronis. Lemak tubuh yang naik turun ekstrem dapat menyebabkan stres sistemik pada tubuh, memperburuk metabolisme, dan meningkatkan risiko inflamasi.

Oleh karena itu, pendekatan yang dianjurkannya adalah perubahan bertahap yang menyatu dengan aktivitas harian. 

Baca juga: Digital Detox Retreat, Tren Liburan Baru Favorit Milenial & Gen Z 2025 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Jumbo Live in Concert Janjikan Pengalaman Musikal yang Menyentuh Semua Usia

BERIKUTNYA

Rekomendasi Hotel Strategis untuk Nonton Konser G-Dragon di Jakarta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: