Car Free Day Makin Seru: Ada Pencak Silat, Tari, Musik, dan Kuliner
22 June 2025 |
10:03 WIB
Pertunjukan seni dan budaya tak hanya menghibur, tapi juga terbukti bikin warga merasa lebih sehat dan bahagia. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menghadirkan panggung hiburan di tiga titik saat Car Free Day sebagai bagian dari upaya menjadikan ibu kota sebagai kota bahagia.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan, hasil survei selama sebulan menunjukkan bahwa kegiatan seni dan budaya mampu meningkatkan kualitas kebahagiaan warga. “Warga merasa lebih sehat dan senang ketika ada hiburan di ruang publik,” ujarnya.
Baca juga: Spesial HUT Jakarta: Naik Transjakarta, MRT & LRT Gratis Khusus Minggu 22 Juni 2025
Tiga lokasi yang akan disulap jadi pusat pertunjukan adalah: Dukuh Atas (dekat Patung Sudirman), Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, dan kawasan air mancur Bundaran Hotel Indonesia.
“Uji coba pertama pertunjukan seni dan budaya akan digelar pada 29 Juni 2025 dengan menghadirkan ragam kesenian Betawi oleh sekitar 5.000 peserta,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip Hypeabis.id pada Minggu (22/6/2025).
Dia menambahkan bahwa atraksi pertunjukan seni dan budaya yang akan diadakan pada 29 Juni 2025 seperti pencak silat, tari, music, dan kuliter. Selain itu, pemerintah juga akan memperluas car free day ke 5 wilayah kota guna semakin menekan emisi karbon.
Tidak hanya itu, Rano juga mengungkapkan bahwa pemerintah berencana mengadakan acara bebas kendaraan pada malam hari atau car free night di kawasan Sudirman-Thamrin karena banyak warga Jakarta yang melakukan olahraga pada malam hari.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar Car Free Night sebagai kelanjutan dari upaya menekan emisi karbon dan memperbaiki kualitas udara di ibu kota. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung usai perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta.
Kebijakan ini merupakan pengembangan dari program rutin Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Minggu pagi di beberapa ruas jalan utama Jakarta. Dalam ajang tersebut, seluruh kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, dilarang melintas, sehingga masyarakat bisa bebas beraktivitas di ruang publik tanpa khawatir terhadap lalu lintas kendaraan.
CFD selama ini menjadi ruang aman dan nyaman bagi warga untuk berolahraga seperti bersepeda, jogging, atau sekadar berjalan kaki bersama keluarga. Tujuan utamanya adalah menekan polusi udara akibat emisi kendaraan dan mendorong gaya hidup sehat di kalangan warga kota.
Dengan hadirnya Car Free Night, Pemprov DKI berharap dapat memperluas dampak positif dari program ini, sekaligus menghadirkan pengalaman baru menikmati Jakarta di malam hari yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan, hasil survei selama sebulan menunjukkan bahwa kegiatan seni dan budaya mampu meningkatkan kualitas kebahagiaan warga. “Warga merasa lebih sehat dan senang ketika ada hiburan di ruang publik,” ujarnya.
Baca juga: Spesial HUT Jakarta: Naik Transjakarta, MRT & LRT Gratis Khusus Minggu 22 Juni 2025
Tiga lokasi yang akan disulap jadi pusat pertunjukan adalah: Dukuh Atas (dekat Patung Sudirman), Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, dan kawasan air mancur Bundaran Hotel Indonesia.
“Uji coba pertama pertunjukan seni dan budaya akan digelar pada 29 Juni 2025 dengan menghadirkan ragam kesenian Betawi oleh sekitar 5.000 peserta,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip Hypeabis.id pada Minggu (22/6/2025).
Dia menambahkan bahwa atraksi pertunjukan seni dan budaya yang akan diadakan pada 29 Juni 2025 seperti pencak silat, tari, music, dan kuliter. Selain itu, pemerintah juga akan memperluas car free day ke 5 wilayah kota guna semakin menekan emisi karbon.
Tidak hanya itu, Rano juga mengungkapkan bahwa pemerintah berencana mengadakan acara bebas kendaraan pada malam hari atau car free night di kawasan Sudirman-Thamrin karena banyak warga Jakarta yang melakukan olahraga pada malam hari.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar Car Free Night sebagai kelanjutan dari upaya menekan emisi karbon dan memperbaiki kualitas udara di ibu kota. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung usai perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta.
Kebijakan ini merupakan pengembangan dari program rutin Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Minggu pagi di beberapa ruas jalan utama Jakarta. Dalam ajang tersebut, seluruh kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, dilarang melintas, sehingga masyarakat bisa bebas beraktivitas di ruang publik tanpa khawatir terhadap lalu lintas kendaraan.
CFD selama ini menjadi ruang aman dan nyaman bagi warga untuk berolahraga seperti bersepeda, jogging, atau sekadar berjalan kaki bersama keluarga. Tujuan utamanya adalah menekan polusi udara akibat emisi kendaraan dan mendorong gaya hidup sehat di kalangan warga kota.
Dengan hadirnya Car Free Night, Pemprov DKI berharap dapat memperluas dampak positif dari program ini, sekaligus menghadirkan pengalaman baru menikmati Jakarta di malam hari yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.