Restoran dengan Konsep Judes Karen's Diner Resmi Tutup Semua Gerai
17 June 2025 |
16:44 WIB
Dengan kombinasi antara nuansa diner ala Amerika 1950-an dan pelayanan “kasar” yang disengaja, Karen’s Diner berhasil menarik perhatian publik sejak pertama kali dibuka di Inggris pada 2022. Namun, setelah tiga tahun beroperasi, restoran ini akhirnya menutup gerai terakhirnya di Islington, London, pada akhir Juni 2025.
Pengumuman ini menandai akhir dari kehadiran permanen Karen’s Diner di Inggris, setelah sebelumnya juga menutup cabang-cabang lain di Brighton, Sheffield, dan Birmingham. Meskipun banyak menu seperti burger, sayap ayam, dan milkshake mereka cukup populer, daya tarik utama Karen’s Diner jelas bukan makanannya, melainkan pengalamannya.
Baca juga: Kaleidoskop 2022: Bisnis yang Viral Sepanjang Tahun, Mie Gacoan hingga Karen's Diner
Para staf dengan sengaja bersikap tidak sopan, mencaci pelanggan, dan menciptakan suasana yang absurd sekaligus lucu. Konsep ini sempat viral di media sosial, terutama TikTok, dengan banyak video yang memperlihatkan pelanggan dilontarkan hinaan atau diajak berdebat oleh pelayan.
Namun di balik sensasi viral tersebut, operasional restoran ini ternyata tidak semudah yang terlihat. Perwakilan manajemen mengungkap bahwa mengelola restoran sekaligus menjalankan aspek teatrikal dalam pelayanan bukanlah tugas yang ringan, terutama di tengah kondisi bisnis yang makin sulit.
Kenaikan pajak, harga sewa, dan biaya tetap lainnya menjadi tekanan tersendiri bagi perusahaan induknya, Viral Ventures UK. Pada September 2024, perusahaan ini dilaporkan mengalami likuidasi dengan utang lebih dari £400.000, yang mempercepat penutupan cabang-cabang di seluruh Inggris.
Cabang di Brighton bahkan ditutup lebih awal setelah ditemukan jejak penggunaan narkoba di area toilet, termasuk dekat meja ganti bayi, yang memperburuk citra restoran secara umum.
Di Indonesia, Karen's Diner sempat membuka dua gerai masing-masing di Jakarta dan Bali. Di Jakarta, Karen’s Diner hadir sebagai pop-up store, kolaborasi dengan Bengkel Burger & Brew pada Desember 2022 sampai dengan November 2023. Restoran ini cukup menyita perhatian khalayak, bukan hanya karena para pelayannya yang “justru jutek” tetapi juga karena konsep ini dinilai terlalu ekstrem oleh sebagian pengunjung
Respons netizen Indonesia pun terbagi. Sebagian menganggap konsep kasar ini lucu dan menghibur, bahkan tercipta suasana saling balas prank antara pelanggan dan pelayan, sementara yang lain menyoroti pelanggaran batas sopan santun, seperti body shaming, bahkan menyebut pelayanan di Jakarta seperti “ospek kampus” yang terlalu kasar dan tidak proporsional
Dilansir dari berbagai sumber, meski cabang fisiknya ditutup, Karen’s Diner belum sepenuhnya menghilang. Manajemen mengumumkan bahwa mereka akan berfokus pada format tur dan acara pop-up di sejumlah kota di Inggris dan Irlandia. Salah satu cabang yang masih bertahan adalah gerai franchise independen di Dublin, Irlandia, yang tidak terdampak langsung oleh penutupan di Inggris.
Pemiliknya menyatakan bahwa meski mereka kehilangan banyak rekan satu jaringan, semangat pelayanan kasar yang menjadi ciri khas Karen’s Diner akan terus berlanjut.
Fenomena Karen’s Diner bisa dibilang sebagai cerminan dari zaman yang serba cepat dan haus konten hiburan unik. Di satu sisi, restoran ini berhasil menumbuhkan basis penggemar yang menikmati pengalaman tak biasa. Di sisi lain, operasional di dunia nyata tetap terikat oleh aturan bisnis yang keras, dan Karen’s Diner tidak kebal terhadap tekanan ekonomi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Pengumuman ini menandai akhir dari kehadiran permanen Karen’s Diner di Inggris, setelah sebelumnya juga menutup cabang-cabang lain di Brighton, Sheffield, dan Birmingham. Meskipun banyak menu seperti burger, sayap ayam, dan milkshake mereka cukup populer, daya tarik utama Karen’s Diner jelas bukan makanannya, melainkan pengalamannya.
Baca juga: Kaleidoskop 2022: Bisnis yang Viral Sepanjang Tahun, Mie Gacoan hingga Karen's Diner
Para staf dengan sengaja bersikap tidak sopan, mencaci pelanggan, dan menciptakan suasana yang absurd sekaligus lucu. Konsep ini sempat viral di media sosial, terutama TikTok, dengan banyak video yang memperlihatkan pelanggan dilontarkan hinaan atau diajak berdebat oleh pelayan.
Namun di balik sensasi viral tersebut, operasional restoran ini ternyata tidak semudah yang terlihat. Perwakilan manajemen mengungkap bahwa mengelola restoran sekaligus menjalankan aspek teatrikal dalam pelayanan bukanlah tugas yang ringan, terutama di tengah kondisi bisnis yang makin sulit.
Kenaikan pajak, harga sewa, dan biaya tetap lainnya menjadi tekanan tersendiri bagi perusahaan induknya, Viral Ventures UK. Pada September 2024, perusahaan ini dilaporkan mengalami likuidasi dengan utang lebih dari £400.000, yang mempercepat penutupan cabang-cabang di seluruh Inggris.
Cabang di Brighton bahkan ditutup lebih awal setelah ditemukan jejak penggunaan narkoba di area toilet, termasuk dekat meja ganti bayi, yang memperburuk citra restoran secara umum.
Di Indonesia, Karen's Diner sempat membuka dua gerai masing-masing di Jakarta dan Bali. Di Jakarta, Karen’s Diner hadir sebagai pop-up store, kolaborasi dengan Bengkel Burger & Brew pada Desember 2022 sampai dengan November 2023. Restoran ini cukup menyita perhatian khalayak, bukan hanya karena para pelayannya yang “justru jutek” tetapi juga karena konsep ini dinilai terlalu ekstrem oleh sebagian pengunjung
Respons netizen Indonesia pun terbagi. Sebagian menganggap konsep kasar ini lucu dan menghibur, bahkan tercipta suasana saling balas prank antara pelanggan dan pelayan, sementara yang lain menyoroti pelanggaran batas sopan santun, seperti body shaming, bahkan menyebut pelayanan di Jakarta seperti “ospek kampus” yang terlalu kasar dan tidak proporsional
Dilansir dari berbagai sumber, meski cabang fisiknya ditutup, Karen’s Diner belum sepenuhnya menghilang. Manajemen mengumumkan bahwa mereka akan berfokus pada format tur dan acara pop-up di sejumlah kota di Inggris dan Irlandia. Salah satu cabang yang masih bertahan adalah gerai franchise independen di Dublin, Irlandia, yang tidak terdampak langsung oleh penutupan di Inggris.
Pemiliknya menyatakan bahwa meski mereka kehilangan banyak rekan satu jaringan, semangat pelayanan kasar yang menjadi ciri khas Karen’s Diner akan terus berlanjut.
Fenomena Karen’s Diner bisa dibilang sebagai cerminan dari zaman yang serba cepat dan haus konten hiburan unik. Di satu sisi, restoran ini berhasil menumbuhkan basis penggemar yang menikmati pengalaman tak biasa. Di sisi lain, operasional di dunia nyata tetap terikat oleh aturan bisnis yang keras, dan Karen’s Diner tidak kebal terhadap tekanan ekonomi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.