Salman Aristo Cerita Soal Proses Kreatif Bikin Film Aksi Komedi Agen +62
07 June 2025 |
21:32 WIB
Wahana Kreator, rumah produksi yang selama ini dikenal lewat karya-karya drama dengan nuansa emosional kuat, kini mencoba lintas genre. Mereka tengah menggarap film bergenre aksi dan komedi dengan balutan kisah spionase berjudul Agen +62.
Film yang dibintangi oleh Keanu dan Rieke Diah Pitaloka ini direncanakan tayang di bioskop mulai 3 Juli 2025. Keduanya dijanjikan akan menjadi agen intelijen yang memata-matai aktivitas kriminal di Indonesia. Selain keduanya, juga bergabung aktris Cinta Laura Kiehl.
CEO Wahana Kreator & Produser Salman Aristo mengatakan film Agen +62 memang menawarkan genre yang cukup berbeda dari pakem yang biasa dimainkannya. Menurutnya, Wahana Kreator memang sedang mencoba keluar dari zona nyamannya.
Baca juga: Keanu Agl dan Rieke Dyah Pitaloka Jadi Pemeran Utama Film Aksi Komedi Agen +62
Kendati demikian, proses kreatif di dalamnya tetap mengikuti standar produksi yang biasa dilakukan. Hal ini dinilainya menjadi satu pendekatan menarik dan akan membuat film komedi ini berbeda dari lainnya.
Dia mengatakan meski ini adalah film komedi, kelucuan justru bukan jadi dasar filmnya. Sebelum memikirkan hal-hal berbau komedi, dirinya terlebih dahulu mencari landasan cerita yang bisa membangun empati menonton. “Ketika membuat cerita ini, yang pertama kita olah di Wahana Kreator itu bukan dari apa yang lucu, tapi apa nih yang bakal kena di penonton,” ungkap Aris.
Dari diskusi internal bersama timnya, muncullah satu premis unik tentang bagaimana kalau ada agen rahasia dari kelas bawah yang harus menyamar menjadi pegawai salon demi menyelesaikan misi besar. Menurutnya, premis tersebut cukup kocak, tetapi juga punya potensi dramatis. Dengan demikian, ruang untuk komedi, aksi, dan dramanya bisa dieksplorasi dengan lebih besar nantinya.
Aris mengatakan paduan dunia spionase yang penuh teka-teki dan lingkungan salon yang atraktif menciptakan benturan kreatif yang menarik. Dari sini, timnya kemudian membangun cerita yang tak hanya lucu, tetapi juga menawarkan kedekatan dengan penonton.
“Kita coba olah itu, dengan berusaha untuk tetap bisa menawarkan sesuatu yang fresh dan fun, tapi juga berani,” imbuhnya.
Dengan keberanian menjajal genre baru dan pendekatan cerita yang tidak konvensional, Wahana Kreator ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar membuat penonton tertawa, tapi juga mengajak mereka ikut larut dalam dunia yang tidak mereka duga bisa bertemu. “Ini akan jadi satu pengalaman yang unik,” tuturnya.
Produser Orchida Ramadhania mengatakan ada alasan khusus mengapa eksplorasi cerita Wahana Kreator kali ini mengarah ke genre komedi. Menurutnya, genre ini jadi salah satu sarana bercerita yang efektif untuk kondisi sekarang.
Dia menyebut di tengah berita-berita bernuansa kurang menyenangkan saat ini, humor kerap kali jadi sarana penyembuhan. Film ini pun mencoba menawarkan kejenakaan sebagai pelepas penat.
“Kenapa akhirnya beralih ke komedi, karena kita merasa kemampuan survival masyarakat Indonesia itu banyak dikuatkan oleh cara kita menertawakan diri sendiri. Kita bisa sampai kepada komedi yang menyatukan kita semua karena kita punya suffering atau latar belakang yang sama. Itu yang mau kita sampaikan di masa-masa ini, kayaknya kita lagi butuh untuk ketawa bersama,” tegasnya.
Orchida mengatakan film ini mulanya akan diberi judul Intel Melayu, mengacu pada gaya intelijen era lama. Akan tetapi, judul tersebut rupanya terlihat kurang kuat, terutama di kalangan Gen Z. Akhirnya, dipilihnya judul Agen +62. Judul tersebut dirasa lebih segar, lebih inklusif secara generasi, dan punya nada satir khas Indonesia.
Film Agen +62 mengisahkan petualangan Dito dan Martha, dua agen intelijen dari divisi PUANAS, yakni lembaga mata-mata dengan peringkat terendah di Indonesia. Karena dianggap tidak penting, identitas mereka luput dari serangan siber besar-besaran yang melumpuhkan seluruh sistem intelijen nasional.
Tak disangka, justru posisi mereka yang tidak diperhitungkan ini menjadikan PUANAS ditugaskan menangani misi penting, yakni mengungkap jaringan judi online paling mengkhawatirkan di Tanah Air.
Penonton akan disuguhi aksi penyamaran penuh kelucuan yang dilakukan oleh Keanu dan Rieke Diah Pitaloka, yang berperan sebagai agen rahasia. Mereka akan menyamar dalam berbagai profesi rakyat sehari-hari, mulai dari tukang bakso, petugas kebersihan, pekerja salon, hingga kurir.
Dalam trailer resmi, film ini menampilkan latar kota Jakarta dengan pendekatan realis, termasuk adegan Keanu yang menyusuri gang-gang sempit hingga berjualan bakso.
Film ini juga menandai debut Keanu sebagai pemeran utama dalam film layar lebar, setelah sebelumnya mencuri perhatian lewat peran-peran pendukung, termasuk dalam film Dua Hati Biru (2024) produksi Wahana Kreator Nusantara.
Sementara itu, film ini juga menandai reuni bagi Rieke Diah Pitaloka bersama Fanny Fadillah yang populer lewat serial situasi komedi Bajaj Bajuri.
Baca juga: Setelah 16 Tahun, Rieke Diah Pitaloka Kembali ke Layar Lebar Lewat Film Agen +62
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Film yang dibintangi oleh Keanu dan Rieke Diah Pitaloka ini direncanakan tayang di bioskop mulai 3 Juli 2025. Keduanya dijanjikan akan menjadi agen intelijen yang memata-matai aktivitas kriminal di Indonesia. Selain keduanya, juga bergabung aktris Cinta Laura Kiehl.
CEO Wahana Kreator & Produser Salman Aristo mengatakan film Agen +62 memang menawarkan genre yang cukup berbeda dari pakem yang biasa dimainkannya. Menurutnya, Wahana Kreator memang sedang mencoba keluar dari zona nyamannya.
Baca juga: Keanu Agl dan Rieke Dyah Pitaloka Jadi Pemeran Utama Film Aksi Komedi Agen +62
Kendati demikian, proses kreatif di dalamnya tetap mengikuti standar produksi yang biasa dilakukan. Hal ini dinilainya menjadi satu pendekatan menarik dan akan membuat film komedi ini berbeda dari lainnya.
Dia mengatakan meski ini adalah film komedi, kelucuan justru bukan jadi dasar filmnya. Sebelum memikirkan hal-hal berbau komedi, dirinya terlebih dahulu mencari landasan cerita yang bisa membangun empati menonton. “Ketika membuat cerita ini, yang pertama kita olah di Wahana Kreator itu bukan dari apa yang lucu, tapi apa nih yang bakal kena di penonton,” ungkap Aris.
Dari diskusi internal bersama timnya, muncullah satu premis unik tentang bagaimana kalau ada agen rahasia dari kelas bawah yang harus menyamar menjadi pegawai salon demi menyelesaikan misi besar. Menurutnya, premis tersebut cukup kocak, tetapi juga punya potensi dramatis. Dengan demikian, ruang untuk komedi, aksi, dan dramanya bisa dieksplorasi dengan lebih besar nantinya.
Aris mengatakan paduan dunia spionase yang penuh teka-teki dan lingkungan salon yang atraktif menciptakan benturan kreatif yang menarik. Dari sini, timnya kemudian membangun cerita yang tak hanya lucu, tetapi juga menawarkan kedekatan dengan penonton.
“Kita coba olah itu, dengan berusaha untuk tetap bisa menawarkan sesuatu yang fresh dan fun, tapi juga berani,” imbuhnya.
Dengan keberanian menjajal genre baru dan pendekatan cerita yang tidak konvensional, Wahana Kreator ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar membuat penonton tertawa, tapi juga mengajak mereka ikut larut dalam dunia yang tidak mereka duga bisa bertemu. “Ini akan jadi satu pengalaman yang unik,” tuturnya.
Produser Orchida Ramadhania mengatakan ada alasan khusus mengapa eksplorasi cerita Wahana Kreator kali ini mengarah ke genre komedi. Menurutnya, genre ini jadi salah satu sarana bercerita yang efektif untuk kondisi sekarang.
Dia menyebut di tengah berita-berita bernuansa kurang menyenangkan saat ini, humor kerap kali jadi sarana penyembuhan. Film ini pun mencoba menawarkan kejenakaan sebagai pelepas penat.
“Kenapa akhirnya beralih ke komedi, karena kita merasa kemampuan survival masyarakat Indonesia itu banyak dikuatkan oleh cara kita menertawakan diri sendiri. Kita bisa sampai kepada komedi yang menyatukan kita semua karena kita punya suffering atau latar belakang yang sama. Itu yang mau kita sampaikan di masa-masa ini, kayaknya kita lagi butuh untuk ketawa bersama,” tegasnya.
Orchida mengatakan film ini mulanya akan diberi judul Intel Melayu, mengacu pada gaya intelijen era lama. Akan tetapi, judul tersebut rupanya terlihat kurang kuat, terutama di kalangan Gen Z. Akhirnya, dipilihnya judul Agen +62. Judul tersebut dirasa lebih segar, lebih inklusif secara generasi, dan punya nada satir khas Indonesia.
Film Agen +62 mengisahkan petualangan Dito dan Martha, dua agen intelijen dari divisi PUANAS, yakni lembaga mata-mata dengan peringkat terendah di Indonesia. Karena dianggap tidak penting, identitas mereka luput dari serangan siber besar-besaran yang melumpuhkan seluruh sistem intelijen nasional.
Tak disangka, justru posisi mereka yang tidak diperhitungkan ini menjadikan PUANAS ditugaskan menangani misi penting, yakni mengungkap jaringan judi online paling mengkhawatirkan di Tanah Air.
Penonton akan disuguhi aksi penyamaran penuh kelucuan yang dilakukan oleh Keanu dan Rieke Diah Pitaloka, yang berperan sebagai agen rahasia. Mereka akan menyamar dalam berbagai profesi rakyat sehari-hari, mulai dari tukang bakso, petugas kebersihan, pekerja salon, hingga kurir.
Dalam trailer resmi, film ini menampilkan latar kota Jakarta dengan pendekatan realis, termasuk adegan Keanu yang menyusuri gang-gang sempit hingga berjualan bakso.
Film ini juga menandai debut Keanu sebagai pemeran utama dalam film layar lebar, setelah sebelumnya mencuri perhatian lewat peran-peran pendukung, termasuk dalam film Dua Hati Biru (2024) produksi Wahana Kreator Nusantara.
Sementara itu, film ini juga menandai reuni bagi Rieke Diah Pitaloka bersama Fanny Fadillah yang populer lewat serial situasi komedi Bajaj Bajuri.
Baca juga: Setelah 16 Tahun, Rieke Diah Pitaloka Kembali ke Layar Lebar Lewat Film Agen +62
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.