Jonah Wren Phillips dan Sally Hawkins dalam film Bring Her Back (Sumber Gambar: Ingvar Kenne)

Film Horor Terbaru Bring Her Back Hadirkan Teror Mencekam ala Kreator Talk to Me

02 June 2025   |   13:55 WIB
Image
Cinta Zamira Mahasiswa Unika Atma Jaya

Like
Setelah sukses dengan film horor Talk to Me pada 2022, duo sutradara Danny dan Michael Philippou kembali menghadirkan teror baru melalui karya terbaru mereka, Bring Her Back. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 6 Juni 2025, yang menawarkan pengalaman horor lebih mendalam dan emosional dibandingkan dengan pendahulunya.

Talk to Me adalah film debut panjang dari Philippou bersaudara, yang sebelumnya dikenal melalui kanal YouTube RackaRacka. Ceritanya mengikuti sekelompok remaja yang menemukan tangan embalmed misterius untuk berkomunikasi dengan roh.

Baca juga: Fakta Menarik Film Waktu Maghrib 2, Horor Mitologi Lokal yang Intens

Permainan yang awalnya menyenangkan, berubah menjadi mimpi buruk saat aturan dilanggar, yang melepaskan kekuatan supranatural yang menakutkan. Dirilis di bioskop Indonesia pada 23 Agustus 2023, film Talk to Me ini mendapat sambutan positif dan kini tersedia untuk streaming di Netflix.

Melanjutkan kesuksesan tersebut, Bring Her Back menghadirkan cerita yang lebih gelap dan emosional.
Film ini tidak lagi soal kerasukan yang viral di media sosial, tapi tentang duka mendalam, ikatan keluarga yang rapuh, dan ambisi menghidupkan kembali yang telah pergi.
 


1. Dari fenomena viral ke cerita duka yang gelap

Kita masih ingat bagaimana Talk to Me menjadi sensasi tak terduga pada 2022. Dengan bujet hanya sekitar US$4 juta, film itu sukses meraup lebih dari US$90 juta dan menjadi perbincangan global berkat premis horor unik, yakni kerasukan sebagai tren remaja. Kini, Dany dan Michael Philippou membawa pendekatan yang lebih berani.

Bring Her Back menceritakan dua remaja yatim piatu asal Australia yang dipindahkan ke rumah asuh terpencil. Di sana mereka diasuh oleh seorang wanita bernama Laura (diperankan oleh aktris pemenang penghargaan Sally Hawkins), yang masih dirundung duka atas kematian putrinya, diam-diam menyimpan niat menghidupkannya kembali lewat cara-cara gelap.


2. Transisi peran unik Sally Hawkins jadi sosok Ibu yang terkesan psikopat

Bagi banyak orang, Sally Hawkins adalah wajah yang lekat dengan peran-peran lembut dan penuh kasih sayang. Tapi di film ini, dia tampil sebagai sosok Laura, ibu asuh eksentrik yang berubah menjadi monster penuh tipu daya. Penampilannya—kecil, tenang, dan terlihat spiritual—justru menjadikannya lebih menyeramkan.

Karakternya memanipulasi dua anak asuh barunya, Piper, gadis tunanetra yang keras kepala namun cepat jatuh hati, dan Andy, sang kakak yang curiga sejak awal tapi tak cukup kuat untuk melawan. Keberadaan mereka diperumit dengan kehadiran Ollie, anak lelaki 'aneh' yang disebut-sebut sebagai anak kandung Laura.
 


3. Teror yang datang perlahan dan mencekam

Sejak awal, film ini bermain dengan atmosfer yang sunyi namun mengancam. Banyak hal tak dijelaskan secara gamblang—seperti asal usul Ollie yang mengunyah benda-benda tajam atau ritual gelap, yang Laura tonton dari rekaman video lusuh.

Baca juga: Film Warkop DKI Bakal Diadaptasi ke dalam Genre Horor Komedi

Ketidakterangan inilah yang membangun rasa takut yang lebih mencekam. Beberapa adegan akan diprediksi mengandung konten disturbing/menggangu (tidak membuat nyaman). Namun bagi Genhype yang tertarik dengan horor yang lebih sugestif dan menggugah secara emosional, film ini adalah tontonan yang mendebarkan sekaligus penuh renungan.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

SEBELUMNYA

Profil Mikaela Hoover Jadi Pengisi Suara Tony Tony Chopper di Live Action One Piece

BERIKUTNYA

Drama Korea Terbaru Tayang Juni 2025, Mercy for None sampai Squid Game 3

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: