6 Musisi Beken yang Akan Tampil di BNI Java Jazz Festival 2025 Day 1
30 May 2025 |
13:24 WIB
Gelaran Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2025 resmi dibuka pada hari ini, Jumat (30/5/2025). Bertempat di JIExpo Kemayoran, Jakarta, gelaran festival hari pertama langsung menyuguhkan perpaduan apik musisi dari internasional maupun ikon lokal.
Enam nama besar menjadi magnet utama pada pembuka festival tahun ini. Mereka datang dengan gaya, warna, dan energi masing-masing. Setiap penampilan menjadi momen berkesan yang bukan hanya untuk didengar, tapi juga menjadi pengalaman menikmati musik secara utuh.
Baca juga: Cek Lineup & Jadwal Lengkap BNI Java Jazz Festival 2025 Day 1
Java Jazz Festival yang tahun ini genap berusia dua dekade siap hadir dengan kemegahan yang lebih dari sebelumnya. Skala produksinya pun diperluas, menampilkan total 11 panggung yang tersebar di berbagai titik, dengan lebih dari 150 pertunjukan sepanjang gelaran berlangsung.
Namun, pada gelaran hari pertama, setidaknya ada enam musisi yang tak boleh dilewatkan. Siapa saja mereka? Berikut di antaranya:
Andien dikenal sebagai salah satu penyanyi jazz Indonesia yang berhasil mencuri perhatian dengan lagu-lagunya yang relevan dan pesan yang kuat. Debut albumnya, Bisikan Hati, dirilis pada 2000, menandai awal perjalanan profesionalnya di industri musik Indonesia. Sejak itu, Andien telah merilis beberapa album lainnya, termasuk Kinanti (2002), Gemintang (2005), Kirana (2010), #Andien (2013), Let It Be My Way (2014), dan Metamorfosa (2017).
Daya tarik utama Andien terletak pada kemampuannya memadukan elemen jazz dengan berbagai genre musik lainnya, menciptakan gaya yang unik dan eklektik. Vokalnya yang khas dan ekspresif mampu menyampaikan emosi yang mendalam dalam setiap penampilannya.
Selain itu, Andien dikenal karena penampilannya yang energik dan penuh semangat di atas panggung, serta kemampuannya berinteraksi dengan penonton, menciptakan suasana yang intim dan hangat. Dia dijadwalkan tampil di BNI Hall pada pukul 18.00-19.00 WIB.
PFG & The Groove Syndicate adalah sebuah grup musik yang dipimpin oleh Peter F. Gontha (PFG), pendiri Java Jazz Festival. Mereka memainkan musik yang menggabungkan elemen Acid Jazz dan Jazz Funk. Grup ini beranggotakan Pinky Safira, Judy Kartadikaria, Tiyo Alibasyah, Dave Rimba, Rio Fritz Torang, Teffy Mayne, Damez Nababan, dan Jeffrey Tahalele.
Daya tarik utama PFG & The Groove Syndicate terletak pada kombinasi pengalaman dan semangat baru dalam bermusik. Peter F. Gontha, yang sebelumnya dikenal sebagai produser dan penyelenggara festival, kini menunjukkan sisi lain sebagai performer yang karismatik. Kehadiran vokalis seperti Pinky Safira dan Judy Kartadikaria menambah warna vokal yang beragam. Mereka dijadwalkan tampil di Java Jazz Stage pukul 18.45-19.45.
Jacob Collier adalah musisi multi-instrumentalis, penyanyi, komposer, dan produser asal London yang dikenal sebagai salah satu inovator paling cemerlang dalam musik jazz kontemporer. Debut albumnya, In My Room (2016), yang seluruhnya ia rekam dan produksi sendiri di rumahnya, memenangkan dua Grammy Awards. Sejak itu, ia meraih total tujuh Grammy Awards, termasuk untuk aransemen lagu seperti Flintstones, Moon River, dan Bridge Over Troubled Water.
Jacob Collier menarik perhatian karena keahlian musiknya yang luar biasa, terutama dalam hal aransemen dan vokal yang rumit, serta penggunaan teori musik yang maju. Ia dikenal sebagai multi-instrumentalis dan penyanyi dengan gaya yang unik, mencampur berbagai genre dan menciptakan dunia musik yang multisensori.
Dalam penampilan live-nya, Collier sering melibatkan penonton untuk bernyanyi dalam harmoni yang dibimbingnya secara langsung, menciptakan suasana interaktif yang unik. Dia dijadwalkan tampil di panggung BNI Hall pada pukul 20.00-21.15 WIB.
Jesus Molina adalah pianis, vokalis, dan multi-instrumentalis jazz asal Sincelejo, Kolombia, yang lahir pada 1996. Dia memulai perjalanan musiknya dengan bermain saksofon pada usia 12 tahun sebelum beralih ke piano pada usia 15 tahun. Pada 2016, Molina menerima beasiswa Juan Luis Guerra dari Latin Grammy Cultural Foundation, yang memungkinkannya untuk belajar di Berklee College of Music di Boston.
Sejak itu, ia telah tampil di berbagai panggung internasional dan berkolaborasi dengan musisi ternama seperti Arturo Sandoval, John Patitucci, Mike Stern, dan Cory Henry. Daya tarik utama Jesus Molina terletak pada kemampuannya menggabungkan berbagai genre musik, termasuk jazz, musik Latin, Kolombia, Timur Tengah, dan India, menciptakan gaya yang unik dan eklektik.
Penampilannya yang penuh energi dan improvisasi yang memukau menjadikannya salah satu bintang muda paling menjanjikan di dunia jazz kontemporer. Dia dijadwalkan tampil di panggung Teh Botol Sosro Hall pada pukul 23.15-00.15 WIB.
Trio jazz gaek dari Amerika Serikat, Brian Bromberg, Paul Brown, dan Michael Paulo akan satu panggung dan menamai kelompoknya dengan mengusung nama BPM. Mereka akan tampil di panggung Zurich Syariah Hall pada pukul 18.15-19.15 WIB. Penampilan ketiganya akan menciptakan harmoni jazz yang menarik.
Brian Bromberg menarik perhatian karena kemampuannya yang sangat serbaguna sebagai pemain bass, komposer, dan produser, serta penggunaan inovatifnya pada bass piccolo. Ia dikenal karena keahliannya dalam berbagai genre, dari jazz dan fusion hingga smooth jazz, dan telah bekerja dengan berbagai musisi terkenal.
Sementara itu, Michael Paulo adalah seorang saksofonis jazz asal Hawaii yang dikenal karena gaya permainannya yang ekspresif dan penuh perasaan. Daya tarik utama Michael Paulo terletak pada kemampuannya memadukan jazz kontemporer dengan elemen pop dan soul. Album debutnya, One Passion (1988), mendapat pujian kritis dan dianggap sebagai salah satu rekaman paling berpengaruh dalam jazz kontemporer.
Lalu, Paul Brown adalah seorang musisi dan penulis lagu jazz, terutama dikenal karena karya-karya smooth jazznya. Ia telah merilis sejumlah album dan single yang sukses, dan juga telah tampil dalam berbagai konser dan tur.
Jane Monheit adalah seorang penyanyi jazz asal Amerika Serikat yang dikenal dengan vokalnya yang lembut, merdu, dan penuh nuansa emosional. Lahir pada 3 November 1977 di Oakdale, New York, Monheit mulai dikenal sejak menjadi finalis dalam Thelonious Monk Institute of Jazz Vocal Competition pada usia 22 tahun.
Debut albumnya Never Never Land (2000) langsung menuai pujian karena interpretasinya yang anggun terhadap lagu-lagu Great American Songbook. Monheit memiliki latar pendidikan klasik dan jazz dari Manhattan School of Music, yang memperkaya gaya vokalnya dengan presisi teknis serta kepekaan musikal yang tinggi.
Daya tarik utama Monheit terletak pada kemampuannya membawakan lagu-lagu ballad dengan intensitas emosi yang dalam tanpa kehilangan kelembutan. Ia sering dibandingkan dengan penyanyi legendaris seperti Ella Fitzgerald dan Sarah Vaughan karena kejernihan suara dan teknik scatting yang mumpuni.
Repertoarnya sering mencakup standar jazz, bossa nova, hingga pop klasik yang diolah ulang dengan sentuhan jazz kontemporer. Penyanyi yang mempopulerkan lagu Over the Rainbow, Cheek to Cheek, hingga Waters of March ini akan tampil di Teh Botol Sosro Hall pada pukul 19.00-20.00 WIB.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Enam nama besar menjadi magnet utama pada pembuka festival tahun ini. Mereka datang dengan gaya, warna, dan energi masing-masing. Setiap penampilan menjadi momen berkesan yang bukan hanya untuk didengar, tapi juga menjadi pengalaman menikmati musik secara utuh.
Baca juga: Cek Lineup & Jadwal Lengkap BNI Java Jazz Festival 2025 Day 1
Java Jazz Festival yang tahun ini genap berusia dua dekade siap hadir dengan kemegahan yang lebih dari sebelumnya. Skala produksinya pun diperluas, menampilkan total 11 panggung yang tersebar di berbagai titik, dengan lebih dari 150 pertunjukan sepanjang gelaran berlangsung.
Namun, pada gelaran hari pertama, setidaknya ada enam musisi yang tak boleh dilewatkan. Siapa saja mereka? Berikut di antaranya:
1. Andien
Andien dikenal sebagai salah satu penyanyi jazz Indonesia yang berhasil mencuri perhatian dengan lagu-lagunya yang relevan dan pesan yang kuat. Debut albumnya, Bisikan Hati, dirilis pada 2000, menandai awal perjalanan profesionalnya di industri musik Indonesia. Sejak itu, Andien telah merilis beberapa album lainnya, termasuk Kinanti (2002), Gemintang (2005), Kirana (2010), #Andien (2013), Let It Be My Way (2014), dan Metamorfosa (2017).Daya tarik utama Andien terletak pada kemampuannya memadukan elemen jazz dengan berbagai genre musik lainnya, menciptakan gaya yang unik dan eklektik. Vokalnya yang khas dan ekspresif mampu menyampaikan emosi yang mendalam dalam setiap penampilannya.
Selain itu, Andien dikenal karena penampilannya yang energik dan penuh semangat di atas panggung, serta kemampuannya berinteraksi dengan penonton, menciptakan suasana yang intim dan hangat. Dia dijadwalkan tampil di BNI Hall pada pukul 18.00-19.00 WIB.
2. PFG & The Groove Syndicate
PFG & The Groove Syndicate adalah sebuah grup musik yang dipimpin oleh Peter F. Gontha (PFG), pendiri Java Jazz Festival. Mereka memainkan musik yang menggabungkan elemen Acid Jazz dan Jazz Funk. Grup ini beranggotakan Pinky Safira, Judy Kartadikaria, Tiyo Alibasyah, Dave Rimba, Rio Fritz Torang, Teffy Mayne, Damez Nababan, dan Jeffrey Tahalele.Daya tarik utama PFG & The Groove Syndicate terletak pada kombinasi pengalaman dan semangat baru dalam bermusik. Peter F. Gontha, yang sebelumnya dikenal sebagai produser dan penyelenggara festival, kini menunjukkan sisi lain sebagai performer yang karismatik. Kehadiran vokalis seperti Pinky Safira dan Judy Kartadikaria menambah warna vokal yang beragam. Mereka dijadwalkan tampil di Java Jazz Stage pukul 18.45-19.45.
3. Jacob Collier
Jacob Collier adalah musisi multi-instrumentalis, penyanyi, komposer, dan produser asal London yang dikenal sebagai salah satu inovator paling cemerlang dalam musik jazz kontemporer. Debut albumnya, In My Room (2016), yang seluruhnya ia rekam dan produksi sendiri di rumahnya, memenangkan dua Grammy Awards. Sejak itu, ia meraih total tujuh Grammy Awards, termasuk untuk aransemen lagu seperti Flintstones, Moon River, dan Bridge Over Troubled Water.Jacob Collier menarik perhatian karena keahlian musiknya yang luar biasa, terutama dalam hal aransemen dan vokal yang rumit, serta penggunaan teori musik yang maju. Ia dikenal sebagai multi-instrumentalis dan penyanyi dengan gaya yang unik, mencampur berbagai genre dan menciptakan dunia musik yang multisensori.
Dalam penampilan live-nya, Collier sering melibatkan penonton untuk bernyanyi dalam harmoni yang dibimbingnya secara langsung, menciptakan suasana interaktif yang unik. Dia dijadwalkan tampil di panggung BNI Hall pada pukul 20.00-21.15 WIB.
4. Jesus Molina
Jesus Molina adalah pianis, vokalis, dan multi-instrumentalis jazz asal Sincelejo, Kolombia, yang lahir pada 1996. Dia memulai perjalanan musiknya dengan bermain saksofon pada usia 12 tahun sebelum beralih ke piano pada usia 15 tahun. Pada 2016, Molina menerima beasiswa Juan Luis Guerra dari Latin Grammy Cultural Foundation, yang memungkinkannya untuk belajar di Berklee College of Music di Boston.Sejak itu, ia telah tampil di berbagai panggung internasional dan berkolaborasi dengan musisi ternama seperti Arturo Sandoval, John Patitucci, Mike Stern, dan Cory Henry. Daya tarik utama Jesus Molina terletak pada kemampuannya menggabungkan berbagai genre musik, termasuk jazz, musik Latin, Kolombia, Timur Tengah, dan India, menciptakan gaya yang unik dan eklektik.
Penampilannya yang penuh energi dan improvisasi yang memukau menjadikannya salah satu bintang muda paling menjanjikan di dunia jazz kontemporer. Dia dijadwalkan tampil di panggung Teh Botol Sosro Hall pada pukul 23.15-00.15 WIB.
5. BPM
Trio jazz gaek dari Amerika Serikat, Brian Bromberg, Paul Brown, dan Michael Paulo akan satu panggung dan menamai kelompoknya dengan mengusung nama BPM. Mereka akan tampil di panggung Zurich Syariah Hall pada pukul 18.15-19.15 WIB. Penampilan ketiganya akan menciptakan harmoni jazz yang menarik.Brian Bromberg menarik perhatian karena kemampuannya yang sangat serbaguna sebagai pemain bass, komposer, dan produser, serta penggunaan inovatifnya pada bass piccolo. Ia dikenal karena keahliannya dalam berbagai genre, dari jazz dan fusion hingga smooth jazz, dan telah bekerja dengan berbagai musisi terkenal.
Sementara itu, Michael Paulo adalah seorang saksofonis jazz asal Hawaii yang dikenal karena gaya permainannya yang ekspresif dan penuh perasaan. Daya tarik utama Michael Paulo terletak pada kemampuannya memadukan jazz kontemporer dengan elemen pop dan soul. Album debutnya, One Passion (1988), mendapat pujian kritis dan dianggap sebagai salah satu rekaman paling berpengaruh dalam jazz kontemporer.
Lalu, Paul Brown adalah seorang musisi dan penulis lagu jazz, terutama dikenal karena karya-karya smooth jazznya. Ia telah merilis sejumlah album dan single yang sukses, dan juga telah tampil dalam berbagai konser dan tur.
6. Jane Monheit
Jane Monheit adalah seorang penyanyi jazz asal Amerika Serikat yang dikenal dengan vokalnya yang lembut, merdu, dan penuh nuansa emosional. Lahir pada 3 November 1977 di Oakdale, New York, Monheit mulai dikenal sejak menjadi finalis dalam Thelonious Monk Institute of Jazz Vocal Competition pada usia 22 tahun.Debut albumnya Never Never Land (2000) langsung menuai pujian karena interpretasinya yang anggun terhadap lagu-lagu Great American Songbook. Monheit memiliki latar pendidikan klasik dan jazz dari Manhattan School of Music, yang memperkaya gaya vokalnya dengan presisi teknis serta kepekaan musikal yang tinggi.
Daya tarik utama Monheit terletak pada kemampuannya membawakan lagu-lagu ballad dengan intensitas emosi yang dalam tanpa kehilangan kelembutan. Ia sering dibandingkan dengan penyanyi legendaris seperti Ella Fitzgerald dan Sarah Vaughan karena kejernihan suara dan teknik scatting yang mumpuni.
Repertoarnya sering mencakup standar jazz, bossa nova, hingga pop klasik yang diolah ulang dengan sentuhan jazz kontemporer. Penyanyi yang mempopulerkan lagu Over the Rainbow, Cheek to Cheek, hingga Waters of March ini akan tampil di Teh Botol Sosro Hall pada pukul 19.00-20.00 WIB.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.