Rekomendasi Warung Kaki Lima Legendaris di Jakarta: Soto Tangkar hingga Nasgor Kambing
25 May 2025 |
18:55 WIB
Di tengah gemerlap Jakarta, terdapat 'surga kudapan' bagi para penggemar wisata kuliner. Di balik hiruk pikuk kota metropolitan ini, tersembunyi warung-warung kaki lima legendaris yang telah puluhan tahun memanjakan lidah warga lokal dan para pelancong.
Dengan harga terjangkau dan cita rasa yang autentik, warung-warung ini bukan sekadar tempat makan, tapi juga menjadi bagian dari sejarah kuliner di tanah Betawi. Keberadaannya tak hanya tempat mengisi perut, tetapi juga sebagai khazanah kuliner yang menghadirkan kerinduan untuk kembali ke kota ini.
Disebut legendaris lantaran beberapa warung kaki lima ini diketahui telah ada sejak puluhan tahun silam. Para pedagangnya, menjajakan berbagai macam sajian kuliner di ruang terbuka, seperti trotoar jalan, pedestrian, pasar, pusat jajanan, dan area publik lainnya.
Baca juga: Menikmati Kuliner Kawisari Cafe & Eatery, Cita Rasa Khas Pedesaan di Tengah Jakarta
Meskipun berada di ruang publik dan jauh dari kesan mewah, citarasa kuliner yang disajikan di warung kaki lima ini tetap terjaga secara turun temurun, sehingga selalu menjadi buruan banyak orang.
Bagi para pemburu kuliner, menjelajahi warung kaki lima legendaris di Jakarta ini akan menjadi salah satu petualangan rasa yang menarik. Berikut rekomendasi beberapa warung kaki lima legendaris di Jakarta, yang dirangkum dari jakarta.go.id dan sumber lainnya.
Soto tangkar adalah hidangan khas Betawi yang terdiri dari potongan daging iga. Tangkar berarti tulang iga dalam bahasa Betawi, yang dimasak dalam kuah santan/susu sapi segar berbumbu rempah seperti serai, lengkuas, kunyit, ketumbar, dan kapulaga. Rasanya gurih dan kaya, seperti perpaduan antara soto dan gulai.
Tempat legendaris untuk mencicipi Soto Tangkar antara lain warung Bang Edi di Tanah Abang dan Petojo. Warung Soto Tangkar Bang Edi diketahui telah ada sejak awal tahun 90-an dan buka sekitar pukul 10.00 pagi hingga habis.
Warung ini menjadi favorit bagi penikmat soto khas Betawi yang ingin menyantap cita rasa legendaris. Keistimewaan warung Soto Tangkar Bang Edi adalah kuah gurih beraroma rempah, daging empuk dan cukup banyak,
Meski hanya warung tenda sederhana di pinggir jalan, suasananya selalu ramai dan banyak pelanggan tetap dari para pencinta kuliner yang sengaja datang dari jauh. Harga seporsi soto tangkar berkisar antara Rp25.000–Rp35.000 tergantung isi dan tambahan seperti nasi, paru goreng, emping, dll. Selain Bang Edi, ada juga soto tangkar Haji Diding di pasar pagi Petojo, Jakarta.
Makanan tradisional Betawi ini kian langka di Jakarta. Kuliner ini berupa nasi putih dicampur dengan berbagai lauk dan rempah-rempah, dengan taburan daun pegagan atau kemangi. Tempat untuk mencicipi nasi ulam antara lain warung Misjaya di kawasan Glodok.
Di kawasan Glodok, Jakarta Barat, terdapat sebuah warung kaki lima yang telah menjadi legenda kuliner sejak 1964, yakni Nasi Ulam Misjaya. Terletak di Jalan Kemenangan III, tepat di depan Klenteng Toasebio, warung ini menyajikan nasi ulam khas Betawi yang autentik dan menggugah selera.
Nasi ulam di sini disajikan dengan nasi putih pulen yang disiram kuah semur, memberikan rasa gurih manis yang khas. Taburan kacang tanah tumbuk dan serundeng kelapa menambah tekstur dan cita rasa yang kaya.
Lauk-pauk yang tersedia pun beragam, mulai dari dendeng sapi empuk, telur dadar, perkedel kentang, tahu dan tempe goreng, hingga cumi asin goreng. Semua disajikan dalam porsi yang cukup mengenyangkan dengan harga yang terjangkau sekitar Rp20.000-an per porsi tergantung banyaknya lauk yang dipilih.
Meskipun hanya berupa gerobak sederhana di pinggir jalan, Nasi Ulam Misjaya menawarkan pengalaman kuliner yang autentik. Pengunjung dapat menikmati hidangan ini sambil menyaksikan suasana etnik di kawasan Pecinan Jakarta. Warung ini buka setiap hari sekitar pukul 16.00–22.00 WIB.
Selain Misjaya, nasi Ulam juga dapat dinikmati di warung Ibu Yoyo di Kuningan, warung Alung di Taman Sari, serta warung ‘Babeh’ Sumber Rezeki di Petojo.
Menu Gurame Pecak terdapat dua versi, yakni dengan atau tanpa sambal kacang. Laiknya menu makanan yang dipenyet (dipipih), rasa pedas dan gurih akan menggoda selera makan kita. Restoran atau warung makan legendaris yang menyediakan Gurame Pecak antara lain Warung Haji Apen di Ragunan.
Terletak di Jalan Saco No. 12, Ragunan, Jakarta Selatan, Warung Betawi Haji Apen telah menjadi destinasi kuliner favorit bagi pencinta masakan Betawi sejak hadir pada 2004. Gurame Pecak menjadi salah satu menu andalannya, yang menyajikan perpaduan pas antara ikan gurame goreng renyah dan sambal pecak khas Betawi yang pedas dan gurih.
Ikan gurame digoreng hingga kulitnya garing namun dagingnya tetap lembut, memberikan tekstur yang memuaskan di setiap gigitan. Sambal pecak yang disiram di atas ikan memiliki rasa pedas yang menggigit dengan sentuhan gurih yang khas, menambah kelezatan hidangan ini.
Dengan harga sekitar Rp65.000, porsi Gurame Pecak di sini cukup nikmat dan mengenyangkan. Selain Gurame Pecak, warung ini juga menyajikan berbagai hidangan khas Betawi lainnya seperti Soto Betawi dengan kuah santan kental dan daging sapi empuk, hingga Semur Jengkol dan Sayur Asem.
Gurame Pecak juga dapat dinikmati di Rumah Makan Betawi Haji Muhayar di kawasan Pasar Minggu.
Gabus Pucung adalah kuliner Betawi berbahan dasar kluwek, mirip dengan rawon Jawa, namun lebih kental dan lebih kaya rempah dengan bahan utama ikan segar. Menu hidangan ini salah satunya bisa dinikmati di warung Haji Nasun, di kawasan Srengseng Sawah, Jagakarsa yang berdiri sejak awal 1980-an.
Warung legendaris ini telah menjadi destinasi kuliner bagi pencinta masakan Betawi, khususnya Gabus Pucung, hidangan khas yang kini makin langka.
Keistimewaan Gabus Pucung di Haji Nasun adalah menggunakan kluwek sebagai bahan utama, kuah pucung di sini memiliki warna hitam pekat dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas, menciptakan sensasi rasa yang khas.
Ikan gabus yang digunakan selalu segar, dimasak hingga empuk dan meresap dengan bumbu pucung, menghasilkan perpaduan rasa yang memanjakan lidah. Dengan harga sekitar Rp35.000 per porsi, Genhype dapat menikmati gabus pucung yang lezat. Tersedia juga paket termasuk nasi putih, tahu-tempe, lalapan, sambal, dan teh hangat.
Selain gabus pucung, rumah makan ini juga menyajikan berbagai hidangan khas Betawi lainnya, seperti Pecak Gurame, Sop Daging Sapi, Bir Pletok, minuman tradisional Betawi yang terbuat dari rempah-rempah. Warung Haji Nasun buka setiap hari mulai pukul 10.00 –20.00 WIB. Selain itu, Gabus Pucung juga dapat ditemukan di Dapur Betawi di Pondok Cabe.
Siapa yang tak kenal dengan Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih? Berlokasi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, warung tenda ini telah menjadi ikon kuliner malam Jakarta. Keistimewaannya terletak pada bumbu rempah yang kaya, meresap sempurna ke dalam nasi dan potongan daging kambing yang empuk dan tidak berbau prengus.
Aroma harum yang mengepul saat nasi digoreng di atas wajan besar, selalu menarik perhatian dan membangkitkan selera. Tak heran jika antrean panjang sering terlihat, demi sepiring nasi goreng legendaris yang menghangatkan malam.
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih diketahui sudah ada sejak 1958 dan tetap hadir bagi para pencinta kuliner malam sampai saat ini. Harga satu porsi Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih sekitar Rp50.000-Rp100.000 tergantung porsi yang dipesan.
Kawasan Blok M di Jakarta Selatan tidak hanya terkenal sebagai pusat perbelanjaan dan hiburan, tetapi juga surga bagi penikmat gulai tikungan atau yang akrab disebut "Gultik". Deretan pedagang gulai dengan gerobak sederhana ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner malam Blok M sejak 1980-an.
Semangkuk nasi hangat yang disiram kuah gulai sapi berwarna kuning kemerahan, berisi potongan daging, urat, dan tetelan yang lembut, menawarkan sensasi gurih dan sedikit pedas yang nagih. Harganya yang sangat terjangkau dan suasana santap yang ramai menjadi daya tarik tersendiri.
Gulai yang dijajakan secara kaki lima ini berada di sekitar perempatan Jalan Mahakam dan Bulungan. Ketenaran gulai ini tidak pernah redup, walau sudah eksis selama tiga dekade. Dengan harga relatif murah Rp10.000, seporsi gulai tetap mengenyangkan.
Bagi pencinta bubur ayam, Bubur Ayam Barito di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan. Yang membuat bubur ini istimewa dan legendaris adalah tekstur buburnya yang kental dan lembut, serta penyajiannya yang unik dengan tambahan kuning telur mentah di tengahnya.
Perpaduan rasa gurih bubur, suwiran ayam, cakwe renyah, dan lelehan kuning telur menciptakan harmoni rasa yang sulit dilupakan. Warung ini hampir tak pernah sepi, tekstur bubur kental dan lembut, topping melimpah menjadi daya tariknya.
Sate Padang dengan kuah kental berwarna kuning kemerahan yang kaya rempah memang selalu menggoda. Salah satu yang paling melegenda di Jakarta adalah Sate Padang Ajo Ramon, terutama yang berlokasi di depan Pasar Santa, Kebayoran Baru.
Potongan daging sapi, lidah, jantung, atau usus yang dibakar sempurna, kemudian disiram dengan kuah kental yang hangat dan aroma bakaran dan rempah yang kuat menjadi ciri khasnya.
Warung kaki lima legendaris yang tidak boleh dilewatkan adalah Ayam Goreng Gohyong Malaya yang berada di Gondangdia, Jakarta. Buka setiap hari, pedagang ini sudah ada sejak 1985. Warung ini selalu menjadi tujuan banyak orang untuk menikmati ayam gohyong setiap hari atau menu lain yang ditawarkan, seperti nasi goreng atau nasi gila.
Berbicara Jakarta, salah satu makanan yang identik dengan kota ini adalah ketoprak. Jadi, tidak heran jika Genhype yang berkunjung atau berada di Jakarta kerap menemukan pedagang ketoprak, baik melalui gerobak yang keliling atau warung yang berdiam di suatu tempat.
Di antara pedang kaki lima ketoprak yang ada, Ketoprak Ciragil yang berada di Jl. Ciragil, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sudah ada sejak 1960an, pedagang makanan dari ketupat dicampur dengan mi bihun, taoge, dan bumbu kacang itu tetap diminati sampai saat ini.
Sate merupakan makanan yang terbuat dari daging dan ditusuk dengan bambu atau medium lainnya. Kemudian, dibakar dan disajikan dengan berbagai macam bumbu. Salah satu di antaranya adalah bumbu kacang.
Di Indonesia ada banyak penjual atau pedagang kaki lima yang menjajakan makanan tersebut – termasuk di Jakarta. Di antara berbagai penjual yang ada, Sate RSPP Pak Muri menjadi salah satu kuliner yang legendaris di kota ini.
Terletak di Jl. Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta, warung sate ini sudah ada sejak 1960an. Genhype dapat menikmati sate taichan, kambing, dan juga ayam ketika berkunjung ke warung kaki lima ini.
Kawasan kuliner di Jalan Agus Salim atau Sabang ini terdiri dari berbagai warung kaki lima yang cukup banyak, sehingga pilihan makanan yang ditawarkan pun lebih variatif. Dari Sate Jaya Agung yang sudah berjualan sate kambing dan ayam sejak 1963, Bakmi Roxy yang sudah melegenda, Ben Seafood untuk pencinta santapan laut.
Ada juga kafe Kopi Oey buat penggemar kopi bernuansa ala kopitiam di Pecinan, dengan menu makanan tradisional dan suasana klasik tempo dulu. Sedangkan kedai Kopi Atjeh menyajikan kopi Gayo beserta mie Aceh, dan banyak lagi warung kaki lima legendaris di kawasan kuliner ini.
Dengan harga terjangkau dan cita rasa yang autentik, warung-warung ini bukan sekadar tempat makan, tapi juga menjadi bagian dari sejarah kuliner di tanah Betawi. Keberadaannya tak hanya tempat mengisi perut, tetapi juga sebagai khazanah kuliner yang menghadirkan kerinduan untuk kembali ke kota ini.
Disebut legendaris lantaran beberapa warung kaki lima ini diketahui telah ada sejak puluhan tahun silam. Para pedagangnya, menjajakan berbagai macam sajian kuliner di ruang terbuka, seperti trotoar jalan, pedestrian, pasar, pusat jajanan, dan area publik lainnya.
Baca juga: Menikmati Kuliner Kawisari Cafe & Eatery, Cita Rasa Khas Pedesaan di Tengah Jakarta
Meskipun berada di ruang publik dan jauh dari kesan mewah, citarasa kuliner yang disajikan di warung kaki lima ini tetap terjaga secara turun temurun, sehingga selalu menjadi buruan banyak orang.
Bagi para pemburu kuliner, menjelajahi warung kaki lima legendaris di Jakarta ini akan menjadi salah satu petualangan rasa yang menarik. Berikut rekomendasi beberapa warung kaki lima legendaris di Jakarta, yang dirangkum dari jakarta.go.id dan sumber lainnya.
1. Soto Tangkar Bang Edi
Soto tangkar adalah hidangan khas Betawi yang terdiri dari potongan daging iga. Tangkar berarti tulang iga dalam bahasa Betawi, yang dimasak dalam kuah santan/susu sapi segar berbumbu rempah seperti serai, lengkuas, kunyit, ketumbar, dan kapulaga. Rasanya gurih dan kaya, seperti perpaduan antara soto dan gulai.Tempat legendaris untuk mencicipi Soto Tangkar antara lain warung Bang Edi di Tanah Abang dan Petojo. Warung Soto Tangkar Bang Edi diketahui telah ada sejak awal tahun 90-an dan buka sekitar pukul 10.00 pagi hingga habis.
Warung ini menjadi favorit bagi penikmat soto khas Betawi yang ingin menyantap cita rasa legendaris. Keistimewaan warung Soto Tangkar Bang Edi adalah kuah gurih beraroma rempah, daging empuk dan cukup banyak,
Meski hanya warung tenda sederhana di pinggir jalan, suasananya selalu ramai dan banyak pelanggan tetap dari para pencinta kuliner yang sengaja datang dari jauh. Harga seporsi soto tangkar berkisar antara Rp25.000–Rp35.000 tergantung isi dan tambahan seperti nasi, paru goreng, emping, dll. Selain Bang Edi, ada juga soto tangkar Haji Diding di pasar pagi Petojo, Jakarta.
2. Nasi Ulam Misjaya
Makanan tradisional Betawi ini kian langka di Jakarta. Kuliner ini berupa nasi putih dicampur dengan berbagai lauk dan rempah-rempah, dengan taburan daun pegagan atau kemangi. Tempat untuk mencicipi nasi ulam antara lain warung Misjaya di kawasan Glodok.Di kawasan Glodok, Jakarta Barat, terdapat sebuah warung kaki lima yang telah menjadi legenda kuliner sejak 1964, yakni Nasi Ulam Misjaya. Terletak di Jalan Kemenangan III, tepat di depan Klenteng Toasebio, warung ini menyajikan nasi ulam khas Betawi yang autentik dan menggugah selera.
Nasi ulam di sini disajikan dengan nasi putih pulen yang disiram kuah semur, memberikan rasa gurih manis yang khas. Taburan kacang tanah tumbuk dan serundeng kelapa menambah tekstur dan cita rasa yang kaya.
Lauk-pauk yang tersedia pun beragam, mulai dari dendeng sapi empuk, telur dadar, perkedel kentang, tahu dan tempe goreng, hingga cumi asin goreng. Semua disajikan dalam porsi yang cukup mengenyangkan dengan harga yang terjangkau sekitar Rp20.000-an per porsi tergantung banyaknya lauk yang dipilih.
Meskipun hanya berupa gerobak sederhana di pinggir jalan, Nasi Ulam Misjaya menawarkan pengalaman kuliner yang autentik. Pengunjung dapat menikmati hidangan ini sambil menyaksikan suasana etnik di kawasan Pecinan Jakarta. Warung ini buka setiap hari sekitar pukul 16.00–22.00 WIB.
Selain Misjaya, nasi Ulam juga dapat dinikmati di warung Ibu Yoyo di Kuningan, warung Alung di Taman Sari, serta warung ‘Babeh’ Sumber Rezeki di Petojo.
3. Gurame Pecak Warung Haji Apen
Menu Gurame Pecak terdapat dua versi, yakni dengan atau tanpa sambal kacang. Laiknya menu makanan yang dipenyet (dipipih), rasa pedas dan gurih akan menggoda selera makan kita. Restoran atau warung makan legendaris yang menyediakan Gurame Pecak antara lain Warung Haji Apen di Ragunan.Terletak di Jalan Saco No. 12, Ragunan, Jakarta Selatan, Warung Betawi Haji Apen telah menjadi destinasi kuliner favorit bagi pencinta masakan Betawi sejak hadir pada 2004. Gurame Pecak menjadi salah satu menu andalannya, yang menyajikan perpaduan pas antara ikan gurame goreng renyah dan sambal pecak khas Betawi yang pedas dan gurih.
Ikan gurame digoreng hingga kulitnya garing namun dagingnya tetap lembut, memberikan tekstur yang memuaskan di setiap gigitan. Sambal pecak yang disiram di atas ikan memiliki rasa pedas yang menggigit dengan sentuhan gurih yang khas, menambah kelezatan hidangan ini.
Dengan harga sekitar Rp65.000, porsi Gurame Pecak di sini cukup nikmat dan mengenyangkan. Selain Gurame Pecak, warung ini juga menyajikan berbagai hidangan khas Betawi lainnya seperti Soto Betawi dengan kuah santan kental dan daging sapi empuk, hingga Semur Jengkol dan Sayur Asem.
Gurame Pecak juga dapat dinikmati di Rumah Makan Betawi Haji Muhayar di kawasan Pasar Minggu.
4. Gabus Pucung Haji Nasun
Gabus Pucung adalah kuliner Betawi berbahan dasar kluwek, mirip dengan rawon Jawa, namun lebih kental dan lebih kaya rempah dengan bahan utama ikan segar. Menu hidangan ini salah satunya bisa dinikmati di warung Haji Nasun, di kawasan Srengseng Sawah, Jagakarsa yang berdiri sejak awal 1980-an.Warung legendaris ini telah menjadi destinasi kuliner bagi pencinta masakan Betawi, khususnya Gabus Pucung, hidangan khas yang kini makin langka.
Keistimewaan Gabus Pucung di Haji Nasun adalah menggunakan kluwek sebagai bahan utama, kuah pucung di sini memiliki warna hitam pekat dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas, menciptakan sensasi rasa yang khas.
Ikan gabus yang digunakan selalu segar, dimasak hingga empuk dan meresap dengan bumbu pucung, menghasilkan perpaduan rasa yang memanjakan lidah. Dengan harga sekitar Rp35.000 per porsi, Genhype dapat menikmati gabus pucung yang lezat. Tersedia juga paket termasuk nasi putih, tahu-tempe, lalapan, sambal, dan teh hangat.
Selain gabus pucung, rumah makan ini juga menyajikan berbagai hidangan khas Betawi lainnya, seperti Pecak Gurame, Sop Daging Sapi, Bir Pletok, minuman tradisional Betawi yang terbuat dari rempah-rempah. Warung Haji Nasun buka setiap hari mulai pukul 10.00 –20.00 WIB. Selain itu, Gabus Pucung juga dapat ditemukan di Dapur Betawi di Pondok Cabe.
5. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
Siapa yang tak kenal dengan Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih? Berlokasi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, warung tenda ini telah menjadi ikon kuliner malam Jakarta. Keistimewaannya terletak pada bumbu rempah yang kaya, meresap sempurna ke dalam nasi dan potongan daging kambing yang empuk dan tidak berbau prengus.Aroma harum yang mengepul saat nasi digoreng di atas wajan besar, selalu menarik perhatian dan membangkitkan selera. Tak heran jika antrean panjang sering terlihat, demi sepiring nasi goreng legendaris yang menghangatkan malam.
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih diketahui sudah ada sejak 1958 dan tetap hadir bagi para pencinta kuliner malam sampai saat ini. Harga satu porsi Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih sekitar Rp50.000-Rp100.000 tergantung porsi yang dipesan.
6. Gultik Blok M
Kawasan Blok M di Jakarta Selatan tidak hanya terkenal sebagai pusat perbelanjaan dan hiburan, tetapi juga surga bagi penikmat gulai tikungan atau yang akrab disebut "Gultik". Deretan pedagang gulai dengan gerobak sederhana ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner malam Blok M sejak 1980-an.Semangkuk nasi hangat yang disiram kuah gulai sapi berwarna kuning kemerahan, berisi potongan daging, urat, dan tetelan yang lembut, menawarkan sensasi gurih dan sedikit pedas yang nagih. Harganya yang sangat terjangkau dan suasana santap yang ramai menjadi daya tarik tersendiri.
Gulai yang dijajakan secara kaki lima ini berada di sekitar perempatan Jalan Mahakam dan Bulungan. Ketenaran gulai ini tidak pernah redup, walau sudah eksis selama tiga dekade. Dengan harga relatif murah Rp10.000, seporsi gulai tetap mengenyangkan.
7. Bubur Ayam Barito
Bagi pencinta bubur ayam, Bubur Ayam Barito di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan. Yang membuat bubur ini istimewa dan legendaris adalah tekstur buburnya yang kental dan lembut, serta penyajiannya yang unik dengan tambahan kuning telur mentah di tengahnya.Perpaduan rasa gurih bubur, suwiran ayam, cakwe renyah, dan lelehan kuning telur menciptakan harmoni rasa yang sulit dilupakan. Warung ini hampir tak pernah sepi, tekstur bubur kental dan lembut, topping melimpah menjadi daya tariknya.
8. Sate Padang Ajo Ramon Pasar Santa
Sate Padang dengan kuah kental berwarna kuning kemerahan yang kaya rempah memang selalu menggoda. Salah satu yang paling melegenda di Jakarta adalah Sate Padang Ajo Ramon, terutama yang berlokasi di depan Pasar Santa, Kebayoran Baru.Potongan daging sapi, lidah, jantung, atau usus yang dibakar sempurna, kemudian disiram dengan kuah kental yang hangat dan aroma bakaran dan rempah yang kuat menjadi ciri khasnya.
9. Ayam Goreng Gohyong Malaya
Warung kaki lima legendaris yang tidak boleh dilewatkan adalah Ayam Goreng Gohyong Malaya yang berada di Gondangdia, Jakarta. Buka setiap hari, pedagang ini sudah ada sejak 1985. Warung ini selalu menjadi tujuan banyak orang untuk menikmati ayam gohyong setiap hari atau menu lain yang ditawarkan, seperti nasi goreng atau nasi gila.
10. Ketoprak Ciragil
Berbicara Jakarta, salah satu makanan yang identik dengan kota ini adalah ketoprak. Jadi, tidak heran jika Genhype yang berkunjung atau berada di Jakarta kerap menemukan pedagang ketoprak, baik melalui gerobak yang keliling atau warung yang berdiam di suatu tempat.Di antara pedang kaki lima ketoprak yang ada, Ketoprak Ciragil yang berada di Jl. Ciragil, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sudah ada sejak 1960an, pedagang makanan dari ketupat dicampur dengan mi bihun, taoge, dan bumbu kacang itu tetap diminati sampai saat ini.
11. Sate RSPP Pak Muri
Sate merupakan makanan yang terbuat dari daging dan ditusuk dengan bambu atau medium lainnya. Kemudian, dibakar dan disajikan dengan berbagai macam bumbu. Salah satu di antaranya adalah bumbu kacang.Di Indonesia ada banyak penjual atau pedagang kaki lima yang menjajakan makanan tersebut – termasuk di Jakarta. Di antara berbagai penjual yang ada, Sate RSPP Pak Muri menjadi salah satu kuliner yang legendaris di kota ini.
Terletak di Jl. Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta, warung sate ini sudah ada sejak 1960an. Genhype dapat menikmati sate taichan, kambing, dan juga ayam ketika berkunjung ke warung kaki lima ini.
12. Pusat Kuliner Jalan Sabang
Kawasan kuliner di Jalan Agus Salim atau Sabang ini terdiri dari berbagai warung kaki lima yang cukup banyak, sehingga pilihan makanan yang ditawarkan pun lebih variatif. Dari Sate Jaya Agung yang sudah berjualan sate kambing dan ayam sejak 1963, Bakmi Roxy yang sudah melegenda, Ben Seafood untuk pencinta santapan laut.Ada juga kafe Kopi Oey buat penggemar kopi bernuansa ala kopitiam di Pecinan, dengan menu makanan tradisional dan suasana klasik tempo dulu. Sedangkan kedai Kopi Atjeh menyajikan kopi Gayo beserta mie Aceh, dan banyak lagi warung kaki lima legendaris di kawasan kuliner ini.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.