Profil Ibrahim Sjarief Assegaf, Suami Najwa Shihab yang Tutup Usia di RS PON Jakarta
20 May 2025 |
16:57 WIB
Ibrahim Sjarief Assegaf, yang juga dikenal sebagai suami dari jurnalis Najwa Shihab, meninggal dunia pada Selasa (20/5/2025) pukul 14.29 WIB di RS Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta Timur. Ibrahim berpulang pada usianya yang ke 48 yang diketahui akibat stroke yang menyebabkan pendarahan di otak.
Berdasarkan informasi dari kabar duka yang beredar, disebutkan bahwa mendiang akan disemayamkan dan tahlil akan digelar malam ini di kediaman keluarganya, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sementara pemakaman akan dilaksanakan pada Rabu, 21 Mei 2025 pukul 10:00 WIB di TPU Jeruk Purut.
Baca juga: Pengacara Hotma Sitompoel Meninggal Dunia, Simak Profil & Rekam Jejaknya
"Mohon dimaafkan segala kesalahan semasa hidupnya dan semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah yang Maha Pengasih dan Pemberi Kasih. Aamiin ya Rabbal ‘alamin," tulis kabar tersebut atas nama keluarga yang berduka.
Dirangkum dari situs AHP, Ibrahim Sjarief Assegaf adalah seorang pengacara terkemuka di Indonesia yang dikenal luas atas kontribusinya dalam bidang hukum, khususnya di sektor perbankan, keuangan, restrukturisasi, hingga merger dan akuisisi.
Lahir di Surakarta pada 1977, dia menempuh pendidikan Sarjana Hukum (LL.B.) di Universitas Indonesia pada 1997 dan Magister Hukum (LL.M.) di University of Melbourne, Australia pada 2009 melalui beasiswa Australian Development Scholarship.
Ibrahim memulai kariernya sebagai associate di Hadiputranto, Hadinoto & Partners pada 1997. Dia kemudian menjabat sebagai Managing Director di PT Justika Siar Publika (hukumonline.com) selama 8 tahun, sebelum bergabung dengan Assegaf Hamzah & Partners pada 2009 dan menjadi partner pada 2011.
Salah satu kontribusi pentingnya adalah dalam proyek Palapa Ring, proyek infrastruktur telekomunikasi nasional yang melibatkan pembangunan jaringan serat optik sepanjang 11.000 km di seluruh Indonesia. Dia berperan dalam memberikan nasihat hukum terkait kerangka regulasi dan perjanjian Public-Private Partnership (PPP) untuk proyek tersebut.
Ibrahim menikah dengan Najwa Shihab pada 1997. Mereka bertemu saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pasangan ini dikaruniai dua anak, yakni Izzat Assegaf dan mendiang Namiyah binti Ibrahim Assegaf.
Ibrahim berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang hukum dan keagamaan yang kuat. Dia adalah putra dari Husein Ibrahim dan Rugaja Basri. Sementara itu, Najwa Shihab adalah putri dari Quraish Shihab, mantan Menteri Agama Indonesia dan Fatmawati Assegaf.
Baca juga: Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Simak Profil dan Rekam Jejaknya di Industri Film
Kehidupan rumah tangga Ibrahim dan Najwa dikenal harmonis dan jauh dari sorotan media. Najwa sering menyebut peran besar sang suami dalam mendukung karier jurnalismenya, termasuk saat membawa Izzat yang masih bayi ke lokasi liputan ketika dirinya harus meliput isu-isu besar seperti terorisme dan bencana.
Profil Ibrahim Sjarief Assegaf
Pendidikan
Karier
Penghargaan
Berdasarkan informasi dari kabar duka yang beredar, disebutkan bahwa mendiang akan disemayamkan dan tahlil akan digelar malam ini di kediaman keluarganya, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sementara pemakaman akan dilaksanakan pada Rabu, 21 Mei 2025 pukul 10:00 WIB di TPU Jeruk Purut.
Baca juga: Pengacara Hotma Sitompoel Meninggal Dunia, Simak Profil & Rekam Jejaknya
"Mohon dimaafkan segala kesalahan semasa hidupnya dan semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah yang Maha Pengasih dan Pemberi Kasih. Aamiin ya Rabbal ‘alamin," tulis kabar tersebut atas nama keluarga yang berduka.
Profil dan Rekam Jejak Ibrahim Sjarief Assegaf
Dirangkum dari situs AHP, Ibrahim Sjarief Assegaf adalah seorang pengacara terkemuka di Indonesia yang dikenal luas atas kontribusinya dalam bidang hukum, khususnya di sektor perbankan, keuangan, restrukturisasi, hingga merger dan akuisisi.Lahir di Surakarta pada 1977, dia menempuh pendidikan Sarjana Hukum (LL.B.) di Universitas Indonesia pada 1997 dan Magister Hukum (LL.M.) di University of Melbourne, Australia pada 2009 melalui beasiswa Australian Development Scholarship.
Ibrahim memulai kariernya sebagai associate di Hadiputranto, Hadinoto & Partners pada 1997. Dia kemudian menjabat sebagai Managing Director di PT Justika Siar Publika (hukumonline.com) selama 8 tahun, sebelum bergabung dengan Assegaf Hamzah & Partners pada 2009 dan menjadi partner pada 2011.
Salah satu kontribusi pentingnya adalah dalam proyek Palapa Ring, proyek infrastruktur telekomunikasi nasional yang melibatkan pembangunan jaringan serat optik sepanjang 11.000 km di seluruh Indonesia. Dia berperan dalam memberikan nasihat hukum terkait kerangka regulasi dan perjanjian Public-Private Partnership (PPP) untuk proyek tersebut.
Ibrahim berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang hukum dan keagamaan yang kuat. Dia adalah putra dari Husein Ibrahim dan Rugaja Basri. Sementara itu, Najwa Shihab adalah putri dari Quraish Shihab, mantan Menteri Agama Indonesia dan Fatmawati Assegaf.
Baca juga: Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Simak Profil dan Rekam Jejaknya di Industri Film
Kehidupan rumah tangga Ibrahim dan Najwa dikenal harmonis dan jauh dari sorotan media. Najwa sering menyebut peran besar sang suami dalam mendukung karier jurnalismenya, termasuk saat membawa Izzat yang masih bayi ke lokasi liputan ketika dirinya harus meliput isu-isu besar seperti terorisme dan bencana.
Profil Ibrahim Sjarief Assegaf
- Lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 1977
- Menikah dengan Najwa Shihab pada 1997 di Solo
- Dikaruniai anak laki-laki bernama Izzat Ibrahim Assegaf, dan mendiang Namiyah binti Ibrahim Assegaf.
Pendidikan
- Sarjana Hukum (S.H.) dari Universitas Indonesia (lulus 1997).
- Master of Laws (LL.M) dari The University of Melbourne, Australia (lulus 2009).
- Research fellowship di Harvard Law School's East Asian Legal Studies Program (2002-2003).
Karier
- Partner di Kantor Hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP): Ibrahim Sjarief Assegaf adalah seorang Partner, dan juga disebut sebagai Managing Partner AHP dalam salah satu artikel Hukumonline. Ia diakui sebagai praktisi hukum terkemuka.
- Keahlian Hukum: Spesialisasinya meliputi bidang perbankan dan keuangan (Banking and Finance), proyek dan energi (Projects & Energy), restrukturisasi & kepailitan (Restructuring & Insolvency), penerbangan (Aviation), serta merger dan akuisisi (M&A).
- Pendiri HukumOnline: Ibrahim Sjarief Assegaf adalah salah satu pendiri HukumOnline, sebuah portal hukum pertama di Indonesia.
- Komisaris Utama Narasi: Dia menjabat sebagai Komisaris Utama di Narasi, perusahaan media yang didirikan oleh Najwa Shihab.
Penghargaan
- Diakui sebagai “Band 3” dalam "Banking and Finance” oleh Chambers and Partners Asia Pacific pada 2017-2018.
- Diakui dalam bidang "Banking & Finance, Projects & Energy, Restructuring & Insolvency and Aviation" oleh Legal500 Asia Pacific pada 2017-2018.
- Diakui sebagai pengacara “Highly regarded” dalam "Banking and M&A" oleh IFLR 1000.
- Lisensi untuk berpraktik sebagai advokat dari Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).
- Anggota INSOL International, sebuah federasi asosiasi akuntan dan pengacara di seluruh dunia yang berspesialisasi dalam turnaround dan kepailitan.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.