Lifter Indonesia Rahmat Erwin Raih 3 Emas di Kejuaraan Asia 2025
12 May 2025 |
16:18 WIB
Lifter andalan Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, kembali mencetak sejarah di Kejuaraan Asia Angkat Besi (AWC) 2025 yang berlangsung di Jiangshan, China. Pada Minggu (11/5), Rahmat tampil mendominasi dan berhasil meraih tiga medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia di kelas 73 kg putra.
Pencapaian ini bukan hanya membanggakan, tetapi juga membuktikan bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di panggung internasional.
Baca juga: Profil 3 Calon Pemain Timnas Naturalisasi Baru Berdarah Jerman
Di ajang ini, Rahmat mencatatkan total angkatan 360 kg, yang terdiri dari 155 kg pada sesi snatch dan 205 kg pada clean and jerk. Angkatan terakhirnya ini sekaligus mempertajam rekor dunia miliknya sendiri, yang sebelumnya tercatat di angka 204 kg saat Kejuaraan Asia 2024 di Tashkent, Uzbekistan.
Sejak awal perlombaan, Rahmat menunjukkan ekspresi percaya diri yang mengesankan. Di sesi snatch, dia hanya membutuhkan dua angkatan untuk memastikan medali emas. Setelah itu, dia melanjutkan ke sesi clean and jerk dengan penampilan yang sungguh mendominasi. Rahmat berhasil menyelesaikan tiga angkatan berturut-turut dengan beban masing-masing 190 kg, 200 kg, dan 205 kg.
Meski sudah memastikan kemenangan, Rahmat tetap menantang dirinya dengan mencoba beban 205 kg untuk memecahkan rekor dunia, dan usaha tersebut berhasil. Keberhasilan ini semakin mempertegas statusnya sebagai juara bertahan di Kejuaraan Asia. Tahun lalu, dia meraih emas dengan total angkatan 363 kg (snatch 159 kg dan clean and jerk 204 kg).
Di kelas 73 kg putra, medali perak diraih oleh lifter China, Wu Haifeng, dengan total angkatan 334 kg (145 kg snatch dan 189 kg clean and jerk). Sementara itu, perunggu direbut oleh wakil Kazakhstan, Petr Khrebtov, dengan total angkatan 333 kg (146 kg snatch dan 187 kg clean and jerk). Dengan tambahan tiga emas dari Rahmat, Indonesia kini telah mengoleksi total tiga emas dan satu perunggu di Kejuaraan Asia 2025.
Perunggu sebelumnya disumbangkan oleh Juliana Klarisa dari kelas 55 kg putri. Juliana menunjukkan performa yang sangat baik dengan catatan angkatan terbaik 82 kg pada sesi snatch setelah sukses dalam tiga percobaan berturut-turut: 78 kg, 80 kg, dan 82 kg.
Baca juga: Erick Thohir, Gerald Vanenburg, dan Sumardji Bahas Regenerasi Pemain Timnas
Meski demikian, di sesi clean and jerk, Juliana mengangkat 100 kg di percobaan pertama, disusul 104 kg dan 107 kg di dua angkatan berikutnya. Total angkatannya 189 kg hanya cukup untuk menempatkannya di posisi keempat keseluruhan, di bawah Zhang Haiqin dari China (225 kg), Chen Guan-Ling dari Taiwan (194 kg), dan Chi Chia Hu dari Taiwan (190 kg).
Kejuaraan Angkat Besi Asia 2025 ini berlangsung dari 9 hingga 15 Mei 2025, dan Indonesia mengirimkan sepuluh wakil untuk bersaing. Selain Rahmat dan Juliana, ada juga Rizki Juniansyah yang akan bertanding di kelas 81kg putra pada hari Senin (12/5), serta Indah Afriza di kelas 71 kg putri pada Selasa (13/5).
Pencapaian ini bukan hanya membanggakan, tetapi juga membuktikan bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di panggung internasional.
Baca juga: Profil 3 Calon Pemain Timnas Naturalisasi Baru Berdarah Jerman
Di ajang ini, Rahmat mencatatkan total angkatan 360 kg, yang terdiri dari 155 kg pada sesi snatch dan 205 kg pada clean and jerk. Angkatan terakhirnya ini sekaligus mempertajam rekor dunia miliknya sendiri, yang sebelumnya tercatat di angka 204 kg saat Kejuaraan Asia 2024 di Tashkent, Uzbekistan.
Sejak awal perlombaan, Rahmat menunjukkan ekspresi percaya diri yang mengesankan. Di sesi snatch, dia hanya membutuhkan dua angkatan untuk memastikan medali emas. Setelah itu, dia melanjutkan ke sesi clean and jerk dengan penampilan yang sungguh mendominasi. Rahmat berhasil menyelesaikan tiga angkatan berturut-turut dengan beban masing-masing 190 kg, 200 kg, dan 205 kg.
Meski sudah memastikan kemenangan, Rahmat tetap menantang dirinya dengan mencoba beban 205 kg untuk memecahkan rekor dunia, dan usaha tersebut berhasil. Keberhasilan ini semakin mempertegas statusnya sebagai juara bertahan di Kejuaraan Asia. Tahun lalu, dia meraih emas dengan total angkatan 363 kg (snatch 159 kg dan clean and jerk 204 kg).
Di kelas 73 kg putra, medali perak diraih oleh lifter China, Wu Haifeng, dengan total angkatan 334 kg (145 kg snatch dan 189 kg clean and jerk). Sementara itu, perunggu direbut oleh wakil Kazakhstan, Petr Khrebtov, dengan total angkatan 333 kg (146 kg snatch dan 187 kg clean and jerk). Dengan tambahan tiga emas dari Rahmat, Indonesia kini telah mengoleksi total tiga emas dan satu perunggu di Kejuaraan Asia 2025.
Perunggu sebelumnya disumbangkan oleh Juliana Klarisa dari kelas 55 kg putri. Juliana menunjukkan performa yang sangat baik dengan catatan angkatan terbaik 82 kg pada sesi snatch setelah sukses dalam tiga percobaan berturut-turut: 78 kg, 80 kg, dan 82 kg.
Baca juga: Erick Thohir, Gerald Vanenburg, dan Sumardji Bahas Regenerasi Pemain Timnas
Meski demikian, di sesi clean and jerk, Juliana mengangkat 100 kg di percobaan pertama, disusul 104 kg dan 107 kg di dua angkatan berikutnya. Total angkatannya 189 kg hanya cukup untuk menempatkannya di posisi keempat keseluruhan, di bawah Zhang Haiqin dari China (225 kg), Chen Guan-Ling dari Taiwan (194 kg), dan Chi Chia Hu dari Taiwan (190 kg).
Kejuaraan Angkat Besi Asia 2025 ini berlangsung dari 9 hingga 15 Mei 2025, dan Indonesia mengirimkan sepuluh wakil untuk bersaing. Selain Rahmat dan Juliana, ada juga Rizki Juniansyah yang akan bertanding di kelas 81kg putra pada hari Senin (12/5), serta Indah Afriza di kelas 71 kg putri pada Selasa (13/5).
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.