Masuk Musim Kemarau Tapi Masih Hujan & Angin Kencang, Cek Prediksi Cuaca 5-8 Mei 2025
05 May 2025 |
11:33 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan 21 persen zona musim di wilayah Indonesia memasuki awal musim kemarau pada awal Mei 2025. Akan tetapi, beberapa wilayah diperkirakan masih akan turun hujan dan mengalami angin kencang, sehingga harus tetap waspada dengan kondisi cuaca.
Dikutip dari laman BMKG, hasil analisis dan prediksi dinamika atmosfer yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan masih ada sejumlah faktor yang mendukung pembentukan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia meskipun cuaca cenderung panas di beberapa wilayah.
Selama 3 hari terakhir, hujan dengan intensitas lebat masih terjadi di beberapa wilayah, seperti Riau, Sumatera Utara, dan Jambi & Kepulauan Bangka Belitung. Sementara itu, di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Selatan mengalami hujan berintensitas sedang.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi cuaca signifikan masih ada di sebagian wilayah Indonesia,” demikian tertulis.
Baca juga: Waspada Kekeringan & Karhutla, BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Pendek
BMKG mengungkapkan sampai 8 Mei 2025, pola angin di wilayah Indonesia masih menunjukkan periode peralihan. Massa udara dari belahan bumi utara dan selatan bertemu di sekitar wilayah Indonesia.
Pertemuan itu membentuk sejumlah sistem tekanan rendah, seperti bibit siklon tropis 99W, serta sirkulasi siklonik yang ada di laut China Selatan dan perairan selatan Jawa-Bali. Pada periode ini, bibit siklon tropis 99W terpantau di laut Filipina, yakni sebelah utara Papua Barat Daya. Bibit tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 15 knots, tekanan di pusat bibit siklon 1008 hPa, dan pergerakan ke arah barat – barat laut.
Selain itu, gelombang Kelvin, Rossby Ekuator, dan Low Frequency masih diperkirakan aktif di sekitar wilayah Indonesia, yaitu di sebagian Sumatera, Kalimantan bagian utara, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan sampai 8 Mei 2025.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut. Lebih jauh lagi, potensi hujan masih ada di sebagian wilayah Indonesia dengan kelembapan udara yang masih tinggi dan didukung dengan labilitas atmosfer sedang hingga kuat di sejumlah lokasi.
Jadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan menjaga kesehatan dengan menjaga lingkungan, khususnya yang berada pada wilayah rentan terhadap dampak cuaca ekstrem.
Pada periode 5-8 Mei 2025, beberapa wilayah Indonesia masih didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Potensi angin kencang pada periode ini dapat terjadi di Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Maluku.
Baca juga: BMKG Ungkap Ancaman Kekeringan pada Musim Kemarau 2025, Ini Rekomendasinya!
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dikutip dari laman BMKG, hasil analisis dan prediksi dinamika atmosfer yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan masih ada sejumlah faktor yang mendukung pembentukan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia meskipun cuaca cenderung panas di beberapa wilayah.
Selama 3 hari terakhir, hujan dengan intensitas lebat masih terjadi di beberapa wilayah, seperti Riau, Sumatera Utara, dan Jambi & Kepulauan Bangka Belitung. Sementara itu, di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Selatan mengalami hujan berintensitas sedang.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi cuaca signifikan masih ada di sebagian wilayah Indonesia,” demikian tertulis.
Baca juga: Waspada Kekeringan & Karhutla, BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Pendek
BMKG mengungkapkan sampai 8 Mei 2025, pola angin di wilayah Indonesia masih menunjukkan periode peralihan. Massa udara dari belahan bumi utara dan selatan bertemu di sekitar wilayah Indonesia.
Pertemuan itu membentuk sejumlah sistem tekanan rendah, seperti bibit siklon tropis 99W, serta sirkulasi siklonik yang ada di laut China Selatan dan perairan selatan Jawa-Bali. Pada periode ini, bibit siklon tropis 99W terpantau di laut Filipina, yakni sebelah utara Papua Barat Daya. Bibit tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 15 knots, tekanan di pusat bibit siklon 1008 hPa, dan pergerakan ke arah barat – barat laut.
Selain itu, gelombang Kelvin, Rossby Ekuator, dan Low Frequency masih diperkirakan aktif di sekitar wilayah Indonesia, yaitu di sebagian Sumatera, Kalimantan bagian utara, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan sampai 8 Mei 2025.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut. Lebih jauh lagi, potensi hujan masih ada di sebagian wilayah Indonesia dengan kelembapan udara yang masih tinggi dan didukung dengan labilitas atmosfer sedang hingga kuat di sejumlah lokasi.
Jadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan menjaga kesehatan dengan menjaga lingkungan, khususnya yang berada pada wilayah rentan terhadap dampak cuaca ekstrem.
Pada periode 5-8 Mei 2025, beberapa wilayah Indonesia masih didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Potensi angin kencang pada periode ini dapat terjadi di Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Maluku.
Baca juga: BMKG Ungkap Ancaman Kekeringan pada Musim Kemarau 2025, Ini Rekomendasinya!
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.