BukuMemahami AI: Sebuah Panduan Etik karya Agus Sudibyo (sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Resensi Buku Memahami AI: Sebuah Panduan Etik Jadi Literasi Penting Era Digital

03 May 2025   |   06:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Hadirnya teknologi Artificial Intelligence (AI) atau akal imitasi saat ini telah menjadi bagian sehari-hari kehidupan manusia. Penetrasi teknologi ini juga telah meruyak ke berbagai lini, termasuk kerja-kerja kreatif, salah satunya di dunia pendidikan dan profesi kewartawanan. Tak dimungkiri teknologi AI telah mengguncang dunia.

Hanya dengan memasukkan satu pertanyaan atau perintah dalam prompt chatbot, seseorang dapat memperoleh informasi secara cepat, instan, dan terstruktur. Bahkan teknologi ini juga mampu meminimalkan proses kreatif lahirnya suatu gambar, desain, video, cerita pendek, sajak, lirik lagu, bahkan nada-nada. Pendek kata, AI seolah jadi mukjizat karena mampu menghemat waktu kerja. 

Baca juga: Intip Inovasi Kecerdasan Buatan Samsung Electronics di Ajang Welcome to Bespoke AI

Namun di balik kesangkilannya mengolah informasi, AI juga membawa dampak negatif. Pasalnya, ketergantungan manusia pada AI disinyalir akan mengurangi kemampuan manusia untuk dapat berpikir kritis dan memecahkan masalah sendiri.

Lain dari itu, manusia juga akan mengabaikan pentingnya menikmati proses alih-alih hasil. Keterlenaan pengguna untuk menerima mentah-mentah informasi yang diberikan AI juga memunculkan kekhawatiran akan terjadinya penyebaran informasi palsu.

Senarai premis dan persoalan di mukalah yang menjadi intisari dari buku terbaru Agus Sudibyo bertajuk Memahami AI: Sebuah Panduan Etik ini. Sesuai judulnya buku ini mengajak pembaca untuk sejenak memahami pentingnya literasi kecerdasan buatan.

Terdiri dari 9 bab, pembaca akan diajak mengenal, memahami, dan menerapkan AI dalam kehidupan sehari-hari dengan cara sangkil dan mangkus. Termasuk mengenal berbagai jenis AI, istilah-istilah kunci, serta bagaimana mereka diciptakan.
 
 


Di sisi lain penulis juga menguraikan senarai persoalan seperti mitos dan fakta AI yang selama ini berkembang di masyarakat. Misal dengan mematahkan mitos bahwa AI adalah mahatahu dan otonom dengan argumen dan sumber-sumber terpercaya.

Bagi para akademisi, pelajar, hingga wartawan, penulis juga memberikan panduan yang mudah diikuti saat menggunakan AI untuk keperluan tulisan. Misal dengan tetap bersikap kritis dan memberi jarak pada informasi yang diberikan.

Salah satu bab yang mungkin patut disimak lebih teliti adalah bagian terakhir tentang prompt. Kata kunci pendek yang digunakan sebagai umpan untuk menghasilkan konten yang diharapkan pengguna ini juga diterangkan dengan bahasa yang lugas.

Kelebihan dari buku ini adalah penulis memberikan contoh, alur, kiat, dan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menggunakan AI. Lain dari itu, penulis juga memberikan saran-saran etik yang dapat digunakan saat teknologi ini terus berkembang ke depannya. 

Baca juga: Cek Cara Bikin Gambar & Karakter Kecerdasan Buatan Pribadi Pakai Meta AI

Perlu dicatat pula bagi pembuat kebijakan untuk segera membuat regulasi terkait implementasi AI di Indonesia. Sebagaimana tertulis dalam simpulan buku, tanpa mengesampingkan peran positifnya agar lebih etis, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Data Buku
  • Judul: Memahami AI: Sebuah Panduan Etik
  • Penulis: Agus Sudibyo
  • Penyunting: Katrine Gabby Kusuma
  • Ilustrasi Sampul: Melati Adaninggar, Wendie Artswenda
  • Penata Letak: Wendie Artswenda
  • Tahun Terbit: Cetakan Pertama, November 2024
  • Jumlah Halaman: 165 Halaman
  • Penerbit: KPG
  • ISBN:9786231342805

SEBELUMNYA

NCT Dream Siap Comeback dan Gelar Tur The Dream Show 4: Dream the Future

BERIKUTNYA

Malam Puncak Ajang Puteri Indonesia 2025 Hadirkan 6 Mahkota

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: