Atsiri, Meracik Kebaikan Alam Nusantara dalam Aroma Penuh Makna
30 April 2025 |
11:30 WIB
Tanaman atsiri telah menjadi bagian dari warisan hayati Indonesia selama berabad-abad. Di tengah tren gaya hidup yang lebih sadar kesehatan dan konsumsi alami, banyak pula pelaku usaha yang mengangkat potensi tanaman khas Nusantara sebagai komoditas penting melalui pendekatan sains, seni, dan budaya.
Salah satunya mengolah tanaman khas Nusantara dijadikan aromatic wellness, seperti yang dilakukan Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu, Jawa Tengah, sebuah kawasan pegunungan yang dulunya merupakan lokasi pabrik Citronella era 1960-an. Rrumah ini meracik berbagai minyak esensial dari rempah, bunga, hingga akar tanaman menjadi minyak aromatik atsiri.
Baca juga: 5 Minyak Alami Ini Cocok Untuk Perawatan Rambut Pria Agar Bebas Uban
Hasilnya adalah rangkaian produk aroma yang bukan hanya harum, tetapi juga memiliki manfaat terapeutik yang nyata. Perpaduan antara alam, sains, dan seni yang menghadirkan aroma kaya akan cerita, tempat, tradisi, hingga ritual keseharian.
“Kami percaya bahwa aroma bisa menjadi jembatan emosional yang kuat untuk mengenalkan kekayaan alam Indonesia. Aroma itu bukan sekadar wangi, tapi sarat makna, nilai budaya, dan potensi penyembuhan,” ujar Dewanti Subijantoro, Corporate Representative Rumah Atsiri Indonesia.
Minyak atsiri atau essential oils, dikenal memiliki efek yang menenangkan, menyegarkan, bahkan merangsang fokus. Studi-studi dalam aromaterapi menunjukkan bahwa senyawa aromatik yang dihirup dapat memengaruhi sistem limbik otak pusat kendali emosi dan memori manusia.
Dengan lebih dari 60 varietas single oil serta berbagai blend eksklusif, Rumah Atsiri mengembangkan lini produk yang luas, tidak hanya terbatas pada aromaterapi termasuk varian khusus ibu dan bayi, tetapi juga produk personal care seperti parfum, lotion, sabun, shampoo, massage oil .
Terdapat juga aksesoris dengan aroma terapi seperti reed diffuser, lilin, line spray. Selain itu juga berbagai produk makanan dan minuman dengan sentuhan aromatik dari minyak atsiri, mulai dari teh herbal, sirup, madu, camilan.
Rumah Atsiri juga menawarkan aksesori seperti diffuser elektrik, portable diffuser, dan fiber sticks, yang dibagi dalam dua lini utama, ‘Signature Scents’ dengan aroma modern seperti ‘1963’, ‘1941’, Rayu, dan Buai, serta ‘Tradition Collections’ yang mengangkat warisan melati, tuberose, dan Beksan.
Prduk-produk Rumah Atsiri menyasar berbagai persona konsumen, seperti ‘Design Enthusiasts’ yang tertarik pada kemasan dan identitas visual, ‘Local-Product Supporters’ yang menghargai kerajinan lokal, ‘Wellness Lifestyle Seekers’ yang mengintegrasikan aroma dalam rutinitas mindfulness, ‘Ingredient-Conscious Consumers’ yang memilih produk bersih dan cruelty-free, serta ‘Trend-Following Urbanites’ yang mengikuti tren gaya hidup terkini.
Produknya menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pencinta desain lokal, pelaku gaya hidup sehat, hingga konsumen yang mencari produk berbasis bahan alami, bersih, dan etis.
Baca juga: 7 Minyak Aromaterapi yang Bisa Redakan Batuk, Ada Aroma Kayu Putih dan Kayu Manis
Untuk memperluas akses terhadap produknya, Rumah Atsiri berkolaborasi dengan Pendopo, retail gaya hidup dari Kawan Lama Group, sebagai mitra distribusi. Melalui kemitraan ini, masyarakat dapat menemukan dan mencoba produk Rumah Atsiri secara langsung di gerai-gerai Pendopo, termasuk di Living World Alam Sutera.
“Kami ingin membawa produk lokal ke tempat yang layak diakses, dihargai, dan dicintai. Kemitraan ini bukan sekadar kerjasama bisnis, tapi bentuk apresiasi terhadap kekayaan aromatik Indonesia,” ujar Tasya Widya Krisnadi, Direktur Pendopo.
Dengan semangat melestarikan alam dan budaya Indonesia, Rumah Atsiri terus meracik aroma yang bukan hanya harum, tapi juga menyentuh secara emosional, spiritual, dan kultural.
Salah satunya mengolah tanaman khas Nusantara dijadikan aromatic wellness, seperti yang dilakukan Rumah Atsiri Indonesia di Tawangmangu, Jawa Tengah, sebuah kawasan pegunungan yang dulunya merupakan lokasi pabrik Citronella era 1960-an. Rrumah ini meracik berbagai minyak esensial dari rempah, bunga, hingga akar tanaman menjadi minyak aromatik atsiri.
Baca juga: 5 Minyak Alami Ini Cocok Untuk Perawatan Rambut Pria Agar Bebas Uban
Hasilnya adalah rangkaian produk aroma yang bukan hanya harum, tetapi juga memiliki manfaat terapeutik yang nyata. Perpaduan antara alam, sains, dan seni yang menghadirkan aroma kaya akan cerita, tempat, tradisi, hingga ritual keseharian.
“Kami percaya bahwa aroma bisa menjadi jembatan emosional yang kuat untuk mengenalkan kekayaan alam Indonesia. Aroma itu bukan sekadar wangi, tapi sarat makna, nilai budaya, dan potensi penyembuhan,” ujar Dewanti Subijantoro, Corporate Representative Rumah Atsiri Indonesia.
Minyak atsiri atau essential oils, dikenal memiliki efek yang menenangkan, menyegarkan, bahkan merangsang fokus. Studi-studi dalam aromaterapi menunjukkan bahwa senyawa aromatik yang dihirup dapat memengaruhi sistem limbik otak pusat kendali emosi dan memori manusia.
Dengan lebih dari 60 varietas single oil serta berbagai blend eksklusif, Rumah Atsiri mengembangkan lini produk yang luas, tidak hanya terbatas pada aromaterapi termasuk varian khusus ibu dan bayi, tetapi juga produk personal care seperti parfum, lotion, sabun, shampoo, massage oil .
Terdapat juga aksesoris dengan aroma terapi seperti reed diffuser, lilin, line spray. Selain itu juga berbagai produk makanan dan minuman dengan sentuhan aromatik dari minyak atsiri, mulai dari teh herbal, sirup, madu, camilan.
Rumah Atsiri juga menawarkan aksesori seperti diffuser elektrik, portable diffuser, dan fiber sticks, yang dibagi dalam dua lini utama, ‘Signature Scents’ dengan aroma modern seperti ‘1963’, ‘1941’, Rayu, dan Buai, serta ‘Tradition Collections’ yang mengangkat warisan melati, tuberose, dan Beksan.
Prduk-produk Rumah Atsiri menyasar berbagai persona konsumen, seperti ‘Design Enthusiasts’ yang tertarik pada kemasan dan identitas visual, ‘Local-Product Supporters’ yang menghargai kerajinan lokal, ‘Wellness Lifestyle Seekers’ yang mengintegrasikan aroma dalam rutinitas mindfulness, ‘Ingredient-Conscious Consumers’ yang memilih produk bersih dan cruelty-free, serta ‘Trend-Following Urbanites’ yang mengikuti tren gaya hidup terkini.
Produknya menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pencinta desain lokal, pelaku gaya hidup sehat, hingga konsumen yang mencari produk berbasis bahan alami, bersih, dan etis.
Baca juga: 7 Minyak Aromaterapi yang Bisa Redakan Batuk, Ada Aroma Kayu Putih dan Kayu Manis
Untuk memperluas akses terhadap produknya, Rumah Atsiri berkolaborasi dengan Pendopo, retail gaya hidup dari Kawan Lama Group, sebagai mitra distribusi. Melalui kemitraan ini, masyarakat dapat menemukan dan mencoba produk Rumah Atsiri secara langsung di gerai-gerai Pendopo, termasuk di Living World Alam Sutera.
“Kami ingin membawa produk lokal ke tempat yang layak diakses, dihargai, dan dicintai. Kemitraan ini bukan sekadar kerjasama bisnis, tapi bentuk apresiasi terhadap kekayaan aromatik Indonesia,” ujar Tasya Widya Krisnadi, Direktur Pendopo.
Dengan semangat melestarikan alam dan budaya Indonesia, Rumah Atsiri terus meracik aroma yang bukan hanya harum, tapi juga menyentuh secara emosional, spiritual, dan kultural.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.