Aksi Green Day Dukung Palestina di Panggung Coachella 2025
15 April 2025 |
09:00 WIB
Festival musik tahunan terbesar di Amerika Serikat, Coachella 2025, kembali digelar dengan penuh semangat dan warna. Namun, di antara lantunan musik dan sorak sorai penonton, ada satu momen yang mencuri perhatian dunia. Green Day menyuarakan dukungan mereka terhadap Palestina secara terbuka dari atas panggung.
Band rock legendaris asal California ini tampil pada hari Sabtu, 12 dan 19 April 2025, dan membawakan deretan lagu hits mereka seperti American Idiot, Holiday, Boulevard of Broken Dreams, hingga Jesus of Suburbia. Namun, yang mengejutkan, mereka menyisipkan pesan politik dan kemanusiaan yang tegas di tengah pertunjukan.
Baca juga: Penampilan K-pop Bersinar di Coachella 2025, Inilah Jadwal Lengkapnya!
Salah satu momen paling berani terjadi saat Green Day membawakan lagu Jesus of Suburbia. Di tengah-tengah lagu yang dikenal memiliki kritik sosial yang tajam, sang vokalis Billie Joe Armstrong mengubah salah satu lirik menjadi:
"Runnin’ away from pain like the kids from Palestine."
Kalimat ini menggantikan lirik asli dan sontak mengundang reaksi luar biasa dari para penonton. Banyak yang bersorak, sementara sebagian lainnya terlihat menyadari bahwa ini bukan sekadar konser, tetapi sebuah pernyataan politik yang jelas.
Tak berhenti di situ, dalam lagu American Idiot, Armstrong juga melakukan modifikasi lirik yang menyindir keras agenda politik sayap kanan Amerika:
"I'm not a part of a MAGA agenda."
Lirik ini menggantikan bagian asli "I'm not a part of a redneck agenda," yang sebelumnya mengkritik konservatisme ekstrem. Perubahan ini menunjukkan posisi tegas Green Day terhadap kebijakan luar negeri dan isu kemanusiaan global.
Penampilan di Coachella ini bukanlah aksi tunggal. Pada konser mereka di Malaysia pada Februari 2025, Billie Joe Armstrong terlihat mengibarkan bendera Palestina di atas panggung. Aksi tersebut mendapat sambutan luar biasa dari penonton Asia Tenggara dan tersebar luas di media sosial.
Green Day dikenal sebagai band yang tak pernah takut berbicara soal ketidakadilan dan penindasan. Sejak awal karier mereka di era 90-an, mereka telah menyuarakan kritik terhadap perang, kapitalisme, hingga diskriminasi sosial. Dukungan mereka terhadap Palestina merupakan kelanjutan dari posisi mereka yang konsisten terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Setelah penampilan tersebut, berbagai tagar seperti #GreenDayForPalestine, #FreePalestine, dan #Coachella2025 menjadi trending topic di platform X (Twitter) dan Instagram. Para penggemar memberikan dukungan kepada aksi Green Day, memuji keberanian mereka menyuarakan isu yang kerap dianggap sensitif di dunia hiburan barat.
Namun, seperti biasa, aksi ini juga memicu kontroversi. Beberapa pihak menilai tindakan mereka terlalu politis untuk dibawa ke dalam panggung hiburan. Meski demikian, banyak pihak lainnya termasuk aktivis hak asasi manusia, justru menilai bahwa apa yang dilakukan Green Day adalah bentuk nyata solidaritas dan keberanian moral.
Coachella selama ini dikenal sebagai ajang unjuk gigi bagi musisi dunia. Namun penampilan Green Day membuktikan bahwa festival musik bukan hanya soal hiburan, tetapi juga dapat menjadi panggung perlawanan dan pernyataan sikap terhadap isu-isu global.
Green Day bukan satu-satunya musisi yang menggunakan panggung besar untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Beberapa artis lain seperti Dua Lipa, The Weeknd, dan Roger Waters juga pernah menyampaikan kritik terhadap kebijakan Israel dalam berbagai kesempatan. Namun, aksi Green Day di Coachella menjadi salah satu momen paling mencolok karena disampaikan langsung dalam pertunjukan live di salah satu festival paling bergengsi di dunia.
Penampilan Green Day di Coachella 2025 menjadi pengingat bahwa musik masih memegang kekuatan besar untuk menyuarakan keadilan. Dengan mengubah lirik dan menampilkan simbol dukungan kepada Palestina, mereka tidak hanya mengguncang panggung, tetapi juga hati para pendengarnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Band rock legendaris asal California ini tampil pada hari Sabtu, 12 dan 19 April 2025, dan membawakan deretan lagu hits mereka seperti American Idiot, Holiday, Boulevard of Broken Dreams, hingga Jesus of Suburbia. Namun, yang mengejutkan, mereka menyisipkan pesan politik dan kemanusiaan yang tegas di tengah pertunjukan.
Baca juga: Penampilan K-pop Bersinar di Coachella 2025, Inilah Jadwal Lengkapnya!
Salah satu momen paling berani terjadi saat Green Day membawakan lagu Jesus of Suburbia. Di tengah-tengah lagu yang dikenal memiliki kritik sosial yang tajam, sang vokalis Billie Joe Armstrong mengubah salah satu lirik menjadi:
"Runnin’ away from pain like the kids from Palestine."
“running away from pain like the kids in palestine” oh green day how i love you pic.twitter.com/fUBUBrGe4E
— mikey whatshisface (@whatsh1sf4ce) April 13, 2025
Kalimat ini menggantikan lirik asli dan sontak mengundang reaksi luar biasa dari para penonton. Banyak yang bersorak, sementara sebagian lainnya terlihat menyadari bahwa ini bukan sekadar konser, tetapi sebuah pernyataan politik yang jelas.
Tak berhenti di situ, dalam lagu American Idiot, Armstrong juga melakukan modifikasi lirik yang menyindir keras agenda politik sayap kanan Amerika:
"I'm not a part of a MAGA agenda."
Lirik ini menggantikan bagian asli "I'm not a part of a redneck agenda," yang sebelumnya mengkritik konservatisme ekstrem. Perubahan ini menunjukkan posisi tegas Green Day terhadap kebijakan luar negeri dan isu kemanusiaan global.
Penampilan di Coachella ini bukanlah aksi tunggal. Pada konser mereka di Malaysia pada Februari 2025, Billie Joe Armstrong terlihat mengibarkan bendera Palestina di atas panggung. Aksi tersebut mendapat sambutan luar biasa dari penonton Asia Tenggara dan tersebar luas di media sosial.
Green Day dikenal sebagai band yang tak pernah takut berbicara soal ketidakadilan dan penindasan. Sejak awal karier mereka di era 90-an, mereka telah menyuarakan kritik terhadap perang, kapitalisme, hingga diskriminasi sosial. Dukungan mereka terhadap Palestina merupakan kelanjutan dari posisi mereka yang konsisten terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Reaksi Dunia dan Media Sosial
Setelah penampilan tersebut, berbagai tagar seperti #GreenDayForPalestine, #FreePalestine, dan #Coachella2025 menjadi trending topic di platform X (Twitter) dan Instagram. Para penggemar memberikan dukungan kepada aksi Green Day, memuji keberanian mereka menyuarakan isu yang kerap dianggap sensitif di dunia hiburan barat.Namun, seperti biasa, aksi ini juga memicu kontroversi. Beberapa pihak menilai tindakan mereka terlalu politis untuk dibawa ke dalam panggung hiburan. Meski demikian, banyak pihak lainnya termasuk aktivis hak asasi manusia, justru menilai bahwa apa yang dilakukan Green Day adalah bentuk nyata solidaritas dan keberanian moral.
Coachella selama ini dikenal sebagai ajang unjuk gigi bagi musisi dunia. Namun penampilan Green Day membuktikan bahwa festival musik bukan hanya soal hiburan, tetapi juga dapat menjadi panggung perlawanan dan pernyataan sikap terhadap isu-isu global.
Green Day bukan satu-satunya musisi yang menggunakan panggung besar untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Beberapa artis lain seperti Dua Lipa, The Weeknd, dan Roger Waters juga pernah menyampaikan kritik terhadap kebijakan Israel dalam berbagai kesempatan. Namun, aksi Green Day di Coachella menjadi salah satu momen paling mencolok karena disampaikan langsung dalam pertunjukan live di salah satu festival paling bergengsi di dunia.
Penampilan Green Day di Coachella 2025 menjadi pengingat bahwa musik masih memegang kekuatan besar untuk menyuarakan keadilan. Dengan mengubah lirik dan menampilkan simbol dukungan kepada Palestina, mereka tidak hanya mengguncang panggung, tetapi juga hati para pendengarnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.